
"Mana ada aku teriak tadi aku manggilnya baik-baik aja kakaknya aja yang ngak denger jadi aku teriak"jelasnya.
"Oke maafin kakak ya"bujuknya.
"aku mau jalan-jalan, mintak uang cash dong"ucapnya manja
"Bukankah kemarin sudah?"finka akhir-akhir sering berbelanja membeli barang-barang yang tidak terlalu penting.
"Iya, tapi aku ingin belanja lagi"Ucapnya cemberut suara di manja-manjakan.
"Kau tahukan perusahaan kakak sekarang diambang kebangkrutan semua ini gara-gara Arnold"geramnya.
Ia tidak menyukai pria yang bernama Arnold, bahkan meyebut namanya saja ia tidak Sudi.
Melihat kakaknya yang tersulut emosi Finka merasa bersalah.
"Kakak sudahlah lagian arnold itu aku juga tidak menyukainya"celetuknya ia harus berpura-pura di depan kakaknya.
"Ah iya kau tidak boleh jatuh cinta padanya"Tutur Evan.
"Siapa pun orang yang bernama Arnold itu,ia tidak ada apa-apanya dibandingkan kakakku jauh lebih hebat darinya"
"Sudahlah tidak perlu berlebihan seperti itu"ucapnya mengeluarkan dompetnya dari saku celananya.
"Kakak juga tidak megang cash kau pakai saja black card ini"memberikan black card nya.
"Waw....kakak serius"ucapnya tak percaya selama ini ia sangat megigikan kartu itu,namun tidak pernah dikasih.
"Terimakasih kakak"Ucapnya tersenyum
"Sama-sama,ingat jangan boros"ujarnya memperingatkan.
"Siap tuan"jawabnya menirukan yang dilakukan oleh anak buah kakaknya.
Karena gemass Evan mengacak-acak rambut adiknya.
__ADS_1
"Kakak aku sudah menatanya dengan rapi kau tahu"ucapnya kesal.
"Ahh baiklah aku tidak tahu"ucapnya Tanpa dosa.
"Sudah Pergi sana"ucapnya yang melihat wajah cemberut adiknya.
"Baiklah dadah kakak"Ucapnya melangkah pergi meninggalkan ruangan Evan.
"Ada-ada saja"Gumamnya,kembali duduk di kursi kebesarannya.
"Kau dimana sekarang maafkan kakak karena tidak bisa menemukanmu,aku bahkan tidak tahu bagaimana kehidupanmu diluar"ucapnya sembari kembali menatap Poto bayi perempuan.
"Kau pasti senang jika sudah kembali nanti Finka juga pasti akan menyayangimu,sedari dulu juga ia megigikan adik"
"Kakak pasti akan menemukanmu dan membawamu pulang kakak janji akan menjaga dan melindungimu selalu,mama dan papa juga pasti senang jika aku berhasil menemukanmu"
Drett.......
Drettt......
Melihat layar ponselnya lalu megeser keatas tombol hijau.
"Kami telah menemukan rumah ibu-ibu membawa bayi perempuan 16tahun yang lalu"ucapnya dari sebrang telpon.
"Terus awasi dia jangan sampai lepas,bawa dia kehadapanku secepatnya"menekan kata-katanya.
"Baik tuan"Jawabnya dari sebrang telpon.
Eva mematikan telponya secara sepihak, terulas senyum di bibir itu meskipun cuman sedikit setidaknya Evan merasa ada harapan untuk bertemu dengan adiknya.
Kembali ke mension Arnold:
"Selamat pagi nyonya"ucap penjaga gerbang.
"Pagi"ucapnya tersenyum dari dalam mobil dengan kaca mobil setengah turun.
__ADS_1
Supir itu langsung turun dari Mobil dan membukakan pintu mobil untuk intan,kali ini intan tidak sendiri ia bersama dengan seseorang tetapi bukan suaminya,ia bersama dengan seorang wanita cantik terlihat ia mengenakan pakaian dari brand ternama.
"Terimakasih pak"ucap intan tersenyum kepada pak supir setelah itu ia melihat kearah wanita cantik bersamanya megenakan kacamata hitam.
"Kok sepi ya ma?"ucapnya berjalan menghampiri.
"Apa arnold ada didalam?"tanya wanita itu kepada anak buah Arnold yang tengah berdiri dengan posisi siap.
"Tuan Arnold baru saja berangkat kekantor"ucapnya.
"Dia mulai berubah meskipun sedikit, maafkan mama nak selama ini mama kurang memperhatikanmu karena kesibukan mama"
Batinnya.
"Kami ingin masuk kedalam"ucapnya wanita itu mengikut intan berjalan di belakangnya.
Tokkk........
Tokkk.......
Tokkk.......
Suara ketukan pintu.
"Siapa yang bertamu sepagi ini"gumamnya Caca hendak pergi membukakan pintu tapi langkahnya terhenti.
"Biar saya aja non"Ucap bik Ida mereka tengah berada di dapur Caca membantu bik Ida mencuci piring kotor.
Caca hanya mengangguk lalu lanjut megelap2 piring yang sudah dicuci.
Ceklek.....
"Nyonya"ucap bik Ida senang bagaimana tidak setelah kejadian Caca pergi besoknya nyonya intan juga ikut pergi apalagi mereka sempet bertengkar hebat.
Nyonya dan tuan pergi meninggalkan mension sedangkan Arnold ia selalu saja pulang dengan kondisi mabuk selama satu bulan sipat arnold benar-benar berubah ia menjadi Arnold yang dulu Sikapnya yang kejam dan juga Dingin,berbeda dengan sikap nya saat bersama Caca.
__ADS_1
Melihat keluarga ini bik Ida merasa Prihatin
Mereka keluarga kaya raya bahkan perusahaan mereka ada dimana-mana, keluarga terpandang yang jika megigikan apa saja mereka mampu membelinya,apa lagi mereka disegani banyak orang Siapa yang tidak megenal keluargan adibrata.