
"Sebenarnya apa yang terjadi?"tanyanya penasaran.
"Iya sebenarnya ada apa diatara kalian berdua?"ucap Finka yang mulai melancarkan rencananya.
"Tunggu-tunggu jangan bilang kalo kamu diculik"sambungnya.
"Apa diculik?"ucap galine kagett.
"Ngak mungkin Arnold ngelakuin hal itu"ucapnya tidak percaya.
"Kalo begitu Tanya saja pada dia"ucap Finka.
Tiba-tiba orang suruhan mereka datang mengangkat senjata mereka.yang membuat semua orang kaget Harun langsung menarik tangan Caca membuatnya berada di belakang tubuhnya.
Tidak tinggal diam Anak buah Arnold dengan sigap megankat senjata mereka megarahkan kearah musuhnya.
"Aku tidak akan memaafkan orang-orang yang sudah berani melukainya"tegasnya mengarahkan senjatanya kearah galine, tidak cuman Harun Adit juga mengarahkan senjatanya kearah Finka.
"Sial kenapa aku harus ikut,tembak saja wanita tua ini"umpatnya kesal.
"Paman jangan lakukan itu,mama galine orang baik"ucapnya ketakutan.
"Sayang,maafkan mama tidak tahu selama ini"ucap galine merasa bersalah.
"Paman aku mohon turunkan senjatanya"ucapnya memelas.
"Mama galine tidak tahu apa-apa selama ini mama galine sangat baik dia memperlakukan Caca seperti anaknya sendiri"
"Aku mohon paman"ucapnya sambil memohon.
"Tidak akan bagaimana kalo mereka mengambilmu Kembali"
"Mereka juga mempunyai banyak sekali pasukan"ucapnya yang melihat anak buah Arnold lebih banyak dari anggota pasukannya.
"Meskipun pasukan mereka lebih banyak dari anggota kita,tapi kita memiliki orang yang paling penting dalam hidup mereka"ucap Adit.
"Kak Adit aku mohon jangan lakukan itu"tuturnya.
"Jika hari ini aku akan mati setidaknya aku bahagia bisa melihatmu"tuturnya.
"Kak Adit tapi aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu"ucap Caca yang gemetaran ia tidak bisa membayangkan bagaimana hal ini bisa terjadi karena dirinya.
"Ada apa ini?"ucap pria yang baru saja tiba.
"Bilang kemereka,aku sangat menyayangi Caca"tutur galine yang berkaca-kaca.
"Iya sayang papa bilang kemereka,papa tahu kalo Mama sangat menyayanginya"tutur Barra yang mencoba menenangkan istrinya.
"Dengar pak istri saya tidak pernah berbohong"ucapnya.
Barra yang mulai mencoba megigat ingat suatu kejadian sepertinya ia tidak asing dengan pria yang ada di hadapannya sekarang ini.
Harun yang mulai ingat potongan-potongan kejadian,ia berusaha keras megigatnya.
"Ternyata kalian"pekiknya marah megarahkan senjatanya kearah barra.
__ADS_1
"Ternyata kalian akhirnya kita dipertemukan kembali"ucapnya.
Barra yang tidak mengerti apa maksud dari perkataan Harun.
"Jangan pura-pura tidak megigat kejadian sepuluh tahu yang lalu kau telah meleyapkan nyawa seseorang perempuan ibu dari putri yang berumur lima tahun"
"Dimana usia tersebut sangat-sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu,namun kau merenggut kebahagiaan itu"
Caca tidak mengerti sama sekali apa yang dikatakan Pamannya namun dari perkataan pamanya itu sama persis seperti apa yang dialaminya.
"Apa yang paman katakan?"tanyanya serius.
"Paman jawab aku"Caca mulai menaikan nada bicaranya.
"Kenapa Paman diam saja,jawab aku paman"pekiknya mengoyan-goyangkan tubuh Pamannya.
"Dia tidak akan ikut bersama kalian"ucap pria yang berjalan menghampiri mereka.
Arnold berjalan menghampiri mereka bersama dengan Ethan di belakangnya, menarik tangan Caca untuk ikut bersamanya.
Namun Caca menepisnya ia menghempaskan tangan arnold dari tangannya.
"Paman jawab aku"teriaknya Harun yang menahan air matanya ia tidak sanggup menceritakan kronologi kejadian itu,ia takut membuat Caca luka yang amat dalam.
Hiksss...
Hiksss....
Caca kembali Menagis ia mengusap air matanya mulai memberanikan dirinya.
"Jika paman tidak mengatakannya aku akan menembak kepalaku sendiri"ancamnya yang berhasil merebut pistol milik anak buah Arnold.
"Jangan mendekat!!"ujarnya.
"Kalo kalian mendekat aku akan langsung menembak kepalaku sendiri"ucapnya memperigatkan.
"Bagus nih aku tidak perlu mengotori tanganku untuk melakukanya"batinya Finka.
"Sayang jangan lakukan itu"bujuk galine.
"Ceroboh"ujar Arnold menatap tajam kearah anak buahnya yang senjatanya berhasil diambil oleh wanitanya.
Mendapat tatapan tajam dari Arnold pria itu tidak berani menatap arnold ia menundukkan kepalanya yang ketakutan.
Harun yang takut keponakanya begitu nekat untuk melukai dirinya sendiri.
Flashback:
Kejadian 10 tahun yang lalu:
"Iya ma papa lagi dijalan ini sebentar lagi sampai kok"ucap pria yang tengah mengemudikan mobilnya berbicara dengan seseorang dari telpon.
"Iya pa mama sama arnold juga udah siap kita tinggal nunggu papa jemput kita aja kok"
"Iyakan sayang?"tanyanya kepada putranya.
__ADS_1
"Kenapa kita harus pindah pa?"tanyanya.
"Sayang kita harus pindah papa, Karena papa ada tugas disana"ucapnya menasehati putranya.
"Anak papa,kenapa sedih disana kita akan tinggal di rumah yang sangat besar papa yakin Arnold pasti suka"bujuknya.
"Tapi Arnold tidak ingin rumah yang besar!Arnold tidak mau pindah pa"tolaknya
"Aaaaaaa"teriaknya.
"Brukkkh"
"Hallo pa?"
"Pa apa yang terjadi?"tanyanya khwatir.
"Papa kenapa?"
Tiba-tiba saja ponsel itu mati.
"Sial"umpat Barra yang tidak Segaja menabrak seseorang wanita.
Kala itu barra yang yang berada di dalam mobil panik ketakutan karena tidak Segaja telah menabrak seseorang wanita.
Untuk mengecek kondisinya Barra turun dari mobil ia mondar-mandir sendiri malam itu tidak ada orang yang lewat sama sekali jalanan sepi karena sudah larut malam.
Barra yang ketakutan akhirnya mengecek kondisi wanita yang telah ditbraknya ia memeriksa denyut nadi dari wanita yang ditbraknya.
Mengetahui bahwa wanita yang tibraknya meninggal dunia barra buru-buru pergi masuk kedalam mobil lalu pergi begitu saja meninggalkan tempat itu.
Barra tidak tahu bahwa sedari tadi ada orang yang memperhatikan dirinya bahkan sudah megambil gambar Poto dirinya.
"Kakak ipar?"pangilnya yang melihat kakanya sudah terbaring di jalan dengan darah segar yang bercucuran dari kepalanya.
"Kakak?"pangilnya sambil mengoyan-goyangkan tubuh wanita itu.
"Tolong?"teriaknya
"Tolong?"teriaknya keras namun tidak satupun dari mereka yang Mendegar.
Harun yang kalah itu panik melihat kondisi kakak iparnya ia melihat sebuah mobil yang hendak melewati mereka berusaha mengehentikannya.
Ia melambaikan tangannya namun pengemudi mobil itu Sama sekali tidak mau berhenti ia malah melajukan kecepatan mobilnya.
"Kakak kita akan sampai ke rumah sakit,aku mohon kakak harus tahan"ujarnya.
"Ha___harun?"pangilnya yang tersadar.
"Kakak ipar"ucapnya.
"Aku ii___gin kau ber____janji kepa___daku"ucapnya terbata-bata berusaha menahan sakitnya.
"Tidak kakak ipar harus kuat"
"Den__gar kan aku baik-baik aku ingin kau menjaga putriku dengan baik setelah aku tiada aku tidak yakin suamiku bisa menjaganya sama seperti kami menjaganya" pesan terakhirnya.
__ADS_1
"Kakak"teriaknya tidak terima dengan kenyataan.
"Kakak ipar aku mohon bangunlah aku tidak sanggup megatakannya kepada kakak apalagi pada Caca yang masih kecil ia masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu"