Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
56.


__ADS_3

"Iya aku gila.aku gila karenamu kamu harus bertanggung jawab kau tidak bisa menigalkanku begitu saja"


Plakk.....


"Apa yang kau inginkan dariku?"megelap bibirnya dengan kasar.


"Keluarlah dari pekerjaan sialan itu"


"Apa maksudmu?kau tidak berhak melarangku"


"Karena kau milikku"


"Lupakan semuanya waktu itu aku masih kecil.yang tidak mengerti apa-apa"


"Apa menurutmu semudah itu?"


"Itu sangat mudah sekali"


"Sudah aku katakan aku mencintaimu apa kau tak menyadarinya?"


"Aku tidak mencintaimu"ucapnya entah kenapa ucapnya sendiri berbeda dengan hatinya terasa sakit dengan ucapannya sendiri.


"Kau berbohong"menaikan suaranya.caca memilih untuk pergi.


Arnold berhasil menahannya.matanya menatap sendu jari manis Caca melihat Arnold menatap cincin yang dipakainya ia juga terluka.


"Lepaskan aku"arnold tak bergeming ia tersenyum smirk melihat cincin itu.


"Lepaskan tanganku"memekik.


Melepaskan tangannya dari tangan Caca.


"Buang Sekarang cincinnya"ucapnya menekan.


"Kenapa?aku harus menuruti perkataanmu"


"Buang Sekarang atau aku"belum sempat meyelesaikan Kalimatnya.


"Atau apa?"


"Aku akan segera menikah.aku harap kita tidak akan pernah bertemu"langsung pergi meninggalkan Arnold.


Argghh......


Teriaknya memukul-mukul tembok dengan keras.


"Tuan?apa kau baik-baik saja"ucap Ethan.


"Diam kau"pekiknya.


Caca yang berhasil keluar dari gang berlari menuju halte.tiba-tiba mobil berhenti di depannya.


"Sayang?"pangilnya.


Segera turun dari mobil menghampiri Caca.


"Heii.ada apa?"tanyanya khawatir.


"Ak-aku tidak apa-apa"menunduk.


Ada sosok mata elang sedari tadi Memperhatikan mereka berdua.


"Apa ini semua ulahnya?"tanyanya menatap tajam pria yang tengah menatap wanitanya dengan lekat.


Caca segera melihat ke belakang seseorang yang dimaksud oleh Adit.


"Kenapa dia tidak pergi juga"batinya melihat Arnold.


"Beraninya dia aku akan segera memberinya pelajaran"geramnya.


"Jangan kesana"menahan lengan Adit.


"Orang sepertinya harus diberipelajaran"


"Aku mohon kak Adit"jatuh pingsan.dengan sigap Adit menangkapnya ia membawa Caca masuk kedalam mobil.


"Lain kali aku pasti akan memberinya pelajaran"ucapnya segera masuk ke dalam mobil membawanya pulang ke rumah.


"Sebaiknya jangan tuan"ucapnya melihat Arnold ingin menghampiri mereka.

__ADS_1


"Kenapa"pekiknya.


"Beri non Caca waktu ia butuh waktu untuk sendiri.jika tuan kesana sekarang dan membawa non Caca apakah dia akan senang"


"Non Caca pasti akan sangat membenci tuan"


Arnold mengurungkan niatnya yang dikatakan oleh Ethan ada benarnya jika dia kesana sekarang membawanya pulang ke mension miliknya Caca pasti tidak suka dan akan membencinya lebih dalam lagi.


"Sebaiknya aku harus mempercepat proses pernikahan kita"ucapnya menatap wajah wanita kesayangannya.


"Aku tidak mau, seseorang megambilmu dariku"


Cup...


Megecup pucuk kening Caca.


Mulai ada pergerakan dari Caca matanya mengerjap-gerjapakan melihat langit-langit kamar yang asing menurutnya.


"Aku dimana"ucapnya.


"Sayang?"mengelus rambut Caca.


"Kak Adit aku Dimana?"tanyanya.


"Sayang kamu tadi pingsan.jadi aku bawa kamu kerumah"


"Apa ini rumahnya kak Adit"berusaha bangkit dari tidurnya.


"Sayang hati-hati"membantu untuk bangkit.


"Kepalaku rasanya pusing"memegang kepalanya.


"Yaudah kamu tidur aja lagi"


"Aku akan megambilkan air"ucapnya membenarkan selimut agar menutupi tubuh Caca.


"Apa Caca sudah sadar"tanya mamanya Adit.


"Iyah ma ini Adit mau ambilkan air"


"Sebaiknya nanti saja ma biarkan Caca istirahat kepalanya terasa pusing"ujarnya.


Membawa nampan berisi segelas air putih.


"Sayang ini minum dulu"meminum airnya dibantu oleh Adit.


"Kak Adit aku harus pergi kerja"


"Ngak usah kerja ya.nanti aku yang izin sama bosnya"ucapnya khawatir.


"Kak Adit aku udah ngak papa kok"


"Ta-tapi"


"Apa kak Adit ngak percaya sama aku?"


"Sayang aku bukanya ngak percaya sama kamu tapi"


"Kak Adit"menunjukkan wajah imutnya.


"Aku tidak bisa menolaknya"


"Baiklah sekarang kita pergi.tapi jika masih terasa pusing telpon aku"


"Siap"memberi hormat.


Sedari perjalanan mereka Caca hanya diam.


"Bagaimana jika dia terluka dengan Ucapanku?"batinya.


"Apa aku jahat dengannya.ini semua salahku kenapa aku memarahinya ini sama sekali bukan salahnya"batinya.


"Sayang?"


"Kenapa aku jadi memikirkannya.biarkan saja aku membencimu aku benci kamu Arnold"batinya.


"Sayang?"menaikan suaranya.


"Ee.. iya ada apa"jawabnya kaget.

__ADS_1


"Aku pangil kamu dari tadi"memelankan suaranya.


"Hah serius?"tanyanya tidak percaya.


"Sebenarnya ada apa.cerita sama aku"


"Tidak ada apa-apa"jawabnya tersenyum.


"Baiklah kalo kamu ngak mau cerita.aku maklum kok"Dengan cepat Caca mengangguk.


"Aku udah bicara sama mama.kalo kita akan secepat menikah"


"Apa?"


"Apa kamu tidak meginginkan pernikahan ini?"


"Tidak tidak bukan begitu"


"Apa ini tidak terlalu cepat?"sejujurnya Caca belum siap menikah ia juga masih ragu dengan perasaannnya sendiri.


"Aku pikir juga begitu tapi melihat situasinya sekarang.aku pikir lebih baik jika dilakukan dengan cepat"


"Tidak papa kan?"


"Hemm tidak"


"Malam ini aku dan mama akan kerumahmu"


"Apa?"


"Oh.itu maksudku"mencari alasan.


"Tidak apa-apa sayang"


Malampun tiba dikediaman Harun semuanya tengah berkumpul duduk disopa ruang tamu mereka semua membahas mengenai hari pernikahan putra dan putri mereka.


Caca membawa nampan yang berisi tiga cangkir teh menaruhnya di atas meja.


"Sayang?"pangil mama Adit.


"Om!"


"Tante"sapanya.


"Caca duduk sekarang"ucap Harun yang dianggukan oleh caca.


"Manis ya"celetuk mamanya Adit.


"Makasih Tante"ucap Caca malu.


"Kedatangan kami kesini untuk melamar putri bapak untuk putra kami"memulai pembicaraan yang menjadi tujuannya kemari.


"Saya harus menayakanya terlebih dahulu dengan orangnya"menatap Caca.


Caca tidak menjawab dia hanya megangukan yang artinya dia mau.


"Nak Adit?"tanyanya memastikan.


"Saya siap paman.saya janji akan menjaga Caca dengan baik,dan membahagiakanya"


"Saya pegang janji kamu.dan saya harap kamu tidak ingkar janji"tegasnya.


"Baiklah kita akan melangsukan prosesi pernikahan lusa"ucap papanya Adit.


Kedua belah pihak setuju untuk melakukan prosesi pernikahan lusa keluarga Adit juga sudah pulang.


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi"Tersenyum smirk.


"Persiapkan semuanya"pintanya.


"Baik tuan"ucap Ethan membukuk.


"Kenapa aku tidak merasa bahagia sama sekali dengan pernikahanku sendiri"


"Caca ngak boleh mikir gitu lo harus bahagia"


"AAaAa"teriaknya.


"Kenapa aku selalu saja memikirkan pria jahat itu"

__ADS_1


"Sebaiknya aku tidur sekarang.dari pada kepikiran pria ngak jelas itu"tuturnya terlelap tidur.


__ADS_2