
Pandangan mata Caca melihat Arnold sudah bertelanjang dada ia hanya mengenakan celana pendek.
Melihat wanitanya duduk di tepi kolam Arnold lantas mendekat menepikan tubuhnya dipinggiran kolam dengan kedua tangannya berada di tepi kolam.
"Jangan menatap ku seperti aku seorang penjahat"ucapnya tersenyum kecil menatap ke depan.
"Dia memang penjahat"batinnya
"Kau mau apa"tanya Caca ketakutan melihat Arnold yang semangkin mendekat ke arahnya.
Arnold tersenyum puas melihat wajah wanitanya itu yang ketakutan entah kenapa Arnold menyukainya saat wanitanya itu takut akan dirinya.
"Mau berenang denganku?"Arnold balik bertanya.
"Aku tidak bisa berenang"tolaknya.
Arnold meyelupakan kepalanya lalu megusap rambutnya dengan kedua tangannya tidak bisa di pungkiri lagi dia terlihat Tampan dengan gaya seperti itu.
"Kau sungguh tidak ingin berenang?"Arnold bertanya sekali lagi.
"Sudah ku katakan aku tidak bisa berenang"ucapanya kesal.
"Bukankah Aku ada di sini aku akan menjagamu! juga mengajarimu"
Kini Caca sudah berdiri menjauhkan dirinya namun Arnold berhasil meraih tangannya.
"Mau kemana?"tanya Arnold
"Aku mau masuk"jawab Caca mengerutkan keningnya sambil berusaha melepaskan tangan Arnold dari tangannya.
"Tunggu aku.bantu aku naik"Arnold sudah mengulurkan tangannya.
"Tidak mau kau bisa naik sendiri"ucapnya
"Tidak bisa lewat tangga terlalu jauh kalo kau tidak membantu ku itu susah"Arnold mencari alasan.
"Bagaimana kalau kau berbohong?"ucapanya memicingkan matanya menatap Arnold.
"Bagaimana kalo tidak?"ucapanya berusaha meyakinkan.
Caca akhirnya mengalah menerima,uluran tangan Arnold dan Arnold pun keluar dari dalam kolam.akan tetapi ia memeluk erat caca dan menjatuhkan kembali tubuhnya ke dalam kolam yang membuat Caca berteriak.
__ADS_1
AAaaaaa....
Caca berteriak dengan keras.
Byuuuurrr.....
Mereka berdua tercebur ke dalam air kolam.arnold yang tahu bahwa Caca tidak bisa berenang mengangkat tubuh Caca bagian bukong.
Uhukk.....uhukk
Caca terbatuk-batuk karena kemasukan banyak air,ia dengan cepat megusap wajahnya yang sudah basah kuyup.
"Sudah ku katakan aku tidak bis berenang"ucapnya yang panik berada di tengah kolam.
Caca mencoba menjauhkan tubuhnya dari Arnold namun kolamnya sangat dalam, kedalaman kolam itu setinggi dada Arnold, sedangkan Caca tingginya Caca tidak beda jauh dengan kedalaman kolam itu.yang pastinya ia akan tenggelam.
Caca melepaskan tangannya dari tubuh Arnold yang membuatnya merosot ke bawah.arnold Langsung menarik tangan Caca meletakkannya di lehernya Caca yang menyadari itu dalam ia langsung mengeratkan tangannya.
Arnold merengkuh pinggang Caca hingga merapat dengan tubuhnya.mata mereka saling bertatapan dua wajah yang Hanya menyisakan sedikit jarak bahkan hembusan nafas mereka dapat di rasakan.
Dengan susah payah Arnold menugguk Salivanya.
Menyadari itu wajah Caca langsung panik bagaimana jika pria ini akan melakukan sesuatu pada dirinya.
"Kalo aku tidak mau! kau mau apa?"Arnold mengoda Caca.
"Kalo begitu aku akan pergi sendiri"ancam Caca.
"Yasudah aku akan melepaskannya"Arnold melepaskan tangannya dari tubuh Caca sekali lagi Caca merosot ke bawah, Dengan refleks Caca mengeratkan pelukannya kembali ke leher Arnold sambil megusap wajahnya yang terkena air.
"Jangan lepaskan tanganmu jika tidak ingin tengelam"bisiknya di telinga wanitanya.
Kedua pupil mata Caca membesar ia tidak Megira akan berada di dalam pelukan penjahat Seperti Arnold.
Arnold menyeringai melihat wajah panik wanitanya.
"Beri aku ciuman,aku akan membawamu menepi"goda Arnold lagi
"Bagaimana?"ucap Arnold Mendokkan wajahnya ke atas menatap wanitanya.
"Kau memerasku"ucapanya kesal mengeratka pelukan tangannya di leher Arnold membuat Arnold kesulitan untuk bernafas.
__ADS_1
"Aku tidak tahu sampai kapan kita berada disini"bisik Arnold di telinga Caca.
Caca memilih untuk melakukan kemauan Arnold ia memejamkan matanya lalu memberi kecupan manis di jidat Arnold.
"Itu singkat sekali!itu kecupan bukan ciuman,aku maunya ciuman manis"protes Arnold.
Caca kembali melakukan kemauan Arnold.merasa lama Caca melakukannya Arnold langsung mencium bibir ranum Caca Secara singkat.
Mata Caca yang tadinya terpejam kini melek dengan sempurna ia tidak percaya apa yang baru saja ia lakukan.
"Apa kau menikmatinya?"godanya tersenyum menyeringai.
Seketika perkataan Arnold membuyarkan lamunannya.ia lalu megerjap-gerjapkan Arnold membawa tubuh Caca ke tepi kolam sesuai yang di katakannya.
Karena terlalu lama berada di dalam air membuat tubuh Caca kedinginan sambil menyilakan kedua tangannya di bawah dadah sesekali mengosoknya dengan kedua tangannya yang masih bersilang.
"Kau sangat kedinginan"Arnold langsung mengangkat tubuh Caca membawanya ke kamar.
Bukan tanpa alasan kenapa Arnold harus menahan hasratnya jika ia mau dia bisa saja melakukannya bahkan dengan wanita-wanita lain di luar sana namun ia harus menahan hasyratnya karena Arnold sudah berjanji dengan mamanya ia tidak akan melakukan hal kotor bersetubuh dengan wanita yang belum ada ikatan dengan dirinya meskipun Arnold di sebut pria kejam. untuk soal hawa nafsu Arnold bisa menahannya kecuali pelukan dan ciuman.mamanya berpesan ia tidak mau mempunyai seorang cucu ahli waris dari hasil hubungan gelap Arnold apalagi dengan wanita-wanita ****** yang suka menggoda para pria yang pastinya celup sana celup sini.ia menginginkan wanita yang baik-baik untuk menjadi menantunya,dan pendamping untuk anaknya yang pastinya cucunya juga berasal dari rahim ibu yang baik.janji itu yang selalu di pegang oleh Arnold ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya apalagi mamanya.
5 menit sudah Caca di kamar mandi kini dia sedang mengeringkan rambutnya yang basah.arnold berjalan menghampiri Caca sambil membawakan teh hijau hangat untuk wanitanya melihat wanitanya yang sedang kesusahan masalah rambut ia meletakkan teh hijaunya di atas meja lalu magambil hairdryer dari tangan Caca membantunya megerikan rambutnya yang basah karenanya.
"Biar aku sendiri saja"ucapanya merebutnya kembali hairdryer dari tangan Arnold.
Arnold menahannya membiarkan dia melakukannya ini kali pertamanya Arnold melakukannya pada seorang wanita.caca membiarkan Arnold melakukan tugasnya karena ini memang kesalahannya.
"Bersiaplah nanti malam kita akan makan malam diuar"bisikanya di telinga Caca.
Merasa rambutnya sudah kering arnold pergi megambil paperbeg berukuran lumayan besar bewarna hitam ia mengeluarkan isi di dalamnya sebuah kotak segiempat ia memberikannya.
"Ini ambillah" sebuah ponsel keluaran terbaru ucapanya memberikannya kepada Caca.
"Ini Untuk ku?"Caca bertanya untuk memastikan.
"Disana sudah ada nomor ponselku"
Caca mengambilnya ia tidak berhenti tersenyum membayangkan dia akan bebas dan menghirup udara segar dia akan melakukan kegiatan seperti biasa layaknya manusia normal.
"Akhirnya Aku bisa menelpon Paman, segera pergi dari tempat ini"batinnya.
"Jangan pernah coba-coba untuk menelepon seseorang ataupun melarikan diri, atau sesuatu yang tidak diinginkan"Arnold memperigatkan Caca.
__ADS_1
"Iya bawel"timpalnya
"Selain mesum dia juga bisa membaca pikiran orang"batinnya.