Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
14.hancur


__ADS_3

Intan meneguk Saliva nya Dengan susah payah, melihat banyak sekali uang di dalam koper itu.


Jika kau ingin uang ini maka patuhilah apa yang aku katakan jika kau berhianat melaporkannya ke polisi atas kasus penculikan maka tuan kami akan mencarimu langsung membunuhmu.


"Apa yang kau inginkan"ucapanya


"Tuan kami ingin kau tidak mencari wanitanya"


"Siapa! bellanca maksud mu"tanya serius intan


"Hanya itu mudah sekali"ucapnya tersenyum tipis.


"Pastikan semua orang tidak ada yang tahu termasuk suamimu untuk tidak ikut campur"ucap ethan menatap tajam ke arah intan.


"Ya baiklah bawa saja anak nakal itu pergi jauh sejauh sejauhnya jangan biarkan Mata ku ini melihatnya jangan ada bayagan buruknya"ucapanya yang langsung megambil koper yang berisi uang.


Kedua pupil mata Caca membesar tidak percaya melihat bibiknya mengambil uang dan menukar dirinya,bahkan bibiknya sendiri tidak mau ada bayangan dirinya ia menyebut bahwa keberadaannya itu buruk.


terlihat intan di Vidio itu sangat bahagia sekali menerima uang dengan menukarkan dirinya hatinya merasa sakit yang amat sangat dalam ia berfikir jika saja ayahnya masih hidup tapi itu mustahil karena ayahnya sudah meninggal.


"Aku mohon Biarkan aku sendiri"meminta dengan nada suara yang pelan.


melihat wanitanya yang tengah sedih Tampak ada rasa bersalah di dalam diri Arnold.


Arnold yang duduk di tempat tidur tampak datar mendegar permintaan Caca.


Sebelum Arnold pergi dia mencium kening caca.


Kali ini berbeda Caca Sama sekali tidak memberontak ataupun menolak ia menerimanya bahkan tidak peduli sama sekali atau pun megusap keningnya yang terkena bibir Arnold.


"Baiklah aku akan Pergi"ucapanya Langsung berdiri pergi meninggalkan Caca sendiri.


"Arnold ada di sini kan"ucap seorang wanita cantik mengenakan dress berwarna putih.


"Dia tidak tersedia untuk tamu saat ini.silakan kembali dulu"ucap Ethan menatap sinis ke arah wanita itu.


"Saya bukan tamu"ketusnya kesal menerobos masuk.


Arnold baru saja keluar dari ruanganya dia baru saja menyelesaikan pekerjaannya melihat itu dia langsung bersembunyi di balik tubuh Arnold.


"Arnold lihat Ethan dia tidak akan membiarkanku masuk untuk melihat melihat anda"rengek


"Aku mulai marah sekarang"ketusnya


"Apa yang kamu lakukan di sini?"ucap Arnold dengan wajah malasnya.


Dia menarik senyumnya sedikit untuk memikat hati Arnold.


"Aku disini untuk megajaknmu makan bersama.mari kita cari sesuatu untuk di makan"bujuknya dengan memegang tangan Arnold.


"Saya tidak bisa"ucapanya dingin melepaskan tangan wanita itu dari tangannya.


"permisi"berjalan pergi

__ADS_1


"Kamu telah berubah"ucapanya yang membuat langkah Arnold berhenti.


"Kamu tidak seperti ini sebelumnya.anda dulu lebih ramah"ucapanya marah.


"Saya bukan orang yang baik"ucapanya tanpa melihat ke belakang.


"Jika Anda tidak baik,anda tidak akan membantu saya pada hari pertama kita bertemu.anda mungkin akan membiarkan saya tertabrak mobil"


"Jika itu bukan tindakan kebaikan lalu apa itu"


"Jika saya telah berbuat sesuatu yang membuat anda salah memahami niat saya,saya mintak maaf tentang itu"


"Ethan kirimkan tamunya"


Ethan dan Kom langsung menundukkan kepalanya.


"Semua tamu tidak di terima"ucapanya yang langsung pergi begitu saja.


"Arnold!"pekiknya.


Melihat wanita itu yang ingin megejar anak buah arnold Ethan dan Kom langsung menghadangnya dengan tangannya.


"Silakan pergi"ucapnya.


Merasa kesal dengan sikap Arnold yang begitu cuek dengan dirinya ia memutuskan untuk pergi.


Sedangkan di sebuah markas tempat biasa mereka menyimpan barang-barang gelapnya terdapat pria yang tengah berjejer dengan rapi terlihat jelas bahwa mereka saat ini sedang ketakutan akan kemarahan dari bosnya.


Keduanya saling ingin menghacurka bisnis hitam Masing-masing saling mencari tahu dimana mereka menjalankan bisnis hitam tersebut.


"Kalian semua tidak berguna!"pekiknya langsung menampar seluruh wajah anak buahnya.


Plakkk....


Plakkk...


Suara tamparan keras yang ia berikan kepada anak buahnya membuat mereka tersungkur.


"Bagaimana bisa kalian membiarkan dia melakukan ini?"pekiknya memaki-maki anak buahnya yang tidak becus melakukan tugasnya.


"Mungkin bukan Arnold yang melakukan ini"jawab salah satu pria dari mereka dia adalah krit kaki tangan Evan sekaligus sekertaris Evan.


"Apakah kamu serius!"teriaknya langsung menampar wajah krit.


Plakkk...


Krit kembali tersungkur bos-nya menapar wajahny dengan kuat.


"Jika bukan dia lalu siapa?"teriaknya menatap tajam ke arah anak buahnya


"Kau benar-benar bodoh"pekiknya


"Dengarkn aku awasi dia"ucapnya sambil menunjuk semua anak buahnya dia akan membalas kita lagi.

__ADS_1


"Ya pak"mereka melakukanya Secara bersamaan.


Arnold yang baru saja pulang setelah selesai mengerjakan pekerjaannya melihat wanitanya tengah tertidur pulas di tempat tidur.


Arnold pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya 5 menit sudah Arnold di kamar mandi keluar dengan megenakan kimono couple dengan Caca berwarna hitam.


Arnold tidak bisa membayangkan betapa kagetnya wanitanya saat ia terbangun dari tidurnya melihat kimono mereka yang cuople pasti wanitanya itu akan berteriak membangunkan semua orang di tidak akan berhenti ngedumel.


"Pasti mengemaskan"gumamnya sambil tersenyum-senyum sendiri.


Arnold mengelus kepala wanitanya sambil tersenyum.


"Tidur yang nyenyak yah Banteng kecil"


Arnold merebahkan tubuhnya di sebelah wanitanya tidak lama kemudian ia tertidur.


Kruyuk.....


Bunyi cacing yang ada di dalam perut Caca.


"Akhh"batinnya tanpa membuka matanya aku masih mau tidur ia mencoba untuk tetap tidur tidak memperdulikan perutnya.


Kruyuk.....


Kali ini cacingnya membuat dia kesal tidak bisa ditahan lagi dia memang laper.Terpaksa bagun dari tempat tidurnya itu karena perutnya merasa laper padahal dia sudah makan malam tapi tetap saja masih laper.


Matanya yang masih megantuk berat beberapa kali ia menguap Ia melihat ke samping ternyata Arnold tidur di sebelahnya.


Ia tidak melihat begitu jelas,yang ada di pikirannya sekarang adalah turun ke bawah untuk mengisi perutnya yang menganggu tidurnya para cacing-cacing kdrt.


Sepanjang perjalanan pergi ke dapur terlihat senyumnya yang tak pernah lepas dari wajahnya berharap masih ada sisa makanan Caca yang sudah sampai ke dapur memeriksa lemari ia tersenyum kecut.


"Tidak ada makanan perasaan tadi banyak"ucapnya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Mungkin di dalam sana" menunjuk ke arah lemari es bibir manis itu kembali tersenyum.


"Tidak ada makanan"pekiknya.


"Sabar ya cacing jangan berantem Jangan sampai kau mengigit organ dalam perut ku awas saja jika kau berani melukainya aku akan membuangmu pergi jauh-jauh cari saja pemilik baru"


"Aku tidak akan menampungmu lagi,jika pemilik barumu memakan makanan yang tidak sehat rasakan saja sendiri"ucapnya memegang pisau ke arah perutnya.


Seseorang langsung megambil pisau dari tangan Caca membuangnya jauh.


"Apa kau sudah kehilangan akal"teriak ArnoldĀ  marah.


"Bagaimana bisa kau berfikir untuk mengakhiri hidup"ucapnya panik


Caca yang sama sekali tidak megerti apa yang Arnold bicarakan siapa yang ingin mengakhiri hidup.


"Aku tidak megerti apa yang kau katakan"ucapanya menatap tajam Arnold penuh kebingungan.


Akhirnya dia megerti apa yang dimaksud pria di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2