Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
21.kencan pertama


__ADS_3

Arnold berhasil menarik pingul yang membuat Caca reflek jatuh ke pangkuan Arnold.


"Siapa yang bilang begitu?"


"Kau sangat manis"bisiknya


"Kau ber--berbohong"


"Sungguh kau sangat cantik"tersenyum nakal.


"Tapi kau bilang aku gendut"memukul dada bidang Arnold.


"AKhhh"ucapnya menahan tangan wanitanya.


Jika di biarkan seperti ini Arnold takut ia tidak dapat menahan dirinya.


"Lepaskan tanganku"Ucapnya sambil berusaha melepaskanya.


"Jika terus seperti ini kita tidak akan sampai"Ucapnya sambil berdiri.


"Mau kemana?"tanya Arnold yang melihat pergerakan wanitanya.


Caca mengelenkan kepalanya karena dia sendiri juga tidak tahu mau pergi kemana Arnold megatakan akan mengajaknya makan malam tapi tidak bilang di mana tempatnya.


"Kau memang Banteng kecilku"ucapnya seraya berdiri.


"Kau memagilku Dengan sesuka hatimu"Ucapnya kesal.


"Banteng kecil yang tidak tahu arah apa yang mau di banggakan"ucapnya berjalan pergi.


"Ka______kauu!?"mendengus pelan berjalan dengan malas mengikuti Arnold.


Mereka tengah berada di teras terlihat para anak buah Arnold tengah menuggu kedatangan atasan mereka.


"Waww! non kau sangat cantik degan senyum manismu itu pasti semua pria akan jatuh cinta melihat anda"puji bik Ida.


Caca tersenyum kecil malu-malu ketika mendapat pujian dari Ida.


"Bibik tidak berbohong non bibik megatakan yang sejujurnya"


"Baiklah bik Caca percaya bibik"


"Bik Ida masuk"Ucapnya dingin sembari menatap tajam kearah bik Ida.arnold tidak terima dengan perkataan bik Ida jika seluruh pria menyukai wanitanya yang akan menjadi miliknya meskipun hanya arnold yang memiliki rasa.


Caca tersenyum puas melihat wajah bik Ida yang langsung mununduk ke bawah karena mendapat tatapan tajam dari Arnold.


"Kalo begitu non!,tuan saya permisi"


"Iyah bik"Hanya Caca yang menjawab.


"Kita akan makan malam!atau mau ngelabrak rumah orang?rame bangett"batinya.


Bagaimana orang tidak berfikir begitu jika saja seseorang berada di posisinya sekarang pasti mereka akan memikirkan hal yang sama.karena banyak sekali anak buah Arnold yang akan ikut semua orang tengah berbaris rapi ada 4 mobil sudah berjejer rapi dan mobil yang mereka akan naiki dalam urutan kedua.

__ADS_1


Ethan membukakan pintu mobil untuk Caca setelah Caca baru ethan membukakan pintu untuk tuan arnold.caca memilih untuk tidak ngebantah ia mengikuti permainan dari Arnold ia ingin mencari tahu tentang siapa sebenarnya pria yang tengah berada bersamanya, pekerjaan apa yang dijalankan oleh Arnold sehingga memiliki banyak sekali anak buah.


Setelah ia mengetahui impormasi tentang identitas dari Arnold baru ia akan memikirkan bagaimana caranya untuk keluar dari kehidupan Arnold dan membawa Rere ikut pergi dengannya untuk itu ia mengikuti permainan Arnold.


Sepanjang perjalanan Caca di but panas dingin ia akan di bawa kemana.


"Apa kau kedinginan?"ucapnya yang terus-menerus memperhatikan wanitanya yang sedari tadi gelisah.


Dengan cepat Caca mengelenkan kepalanya.


Mendapat Jawaban itu Arnold kembali pokus dengan handphonenya.


"Kemana kita akan pergi?"tanyanya ragu-ragu.


Namun Arnold tidak menjawab sama sekali ia hanya pokus dengan handphonenya entah apa yang sedang Arnold lihat di layar handphonenya.sehingga ia tidak menjawab pertanyaan wanitanya.


"Pria ini sok sibuk"batinya yang kesal ia menyilangkan kedua tangannya di bawah dada sambil melihat ke depan.


Setelah 35menit dalam perjalanan mobil mereka berhenti Arnold keluar lebih dulu dan di susul oleh anak buahnya Arnold membukakan pintu mobil untuk wanitanya.


"Kenapa kau tidak keluar?"


"Kau bilang kita akan makan malam.tapi Kenapa kita ada di hotel?"ucapnya sembari melihat-lihat.ia kembali merebahkan tubuhnya.


"Kamu ingin keluar sendiri?atau ingin saya yang membawa anda keluar? putuskan."


"Minggir.aku akan keluar sendiri"ucapnya dengan cepat.


Saat mereka masuk Caca di kejutkan Dengan semua pelayan dan juga kokie Tengah berbaris menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang tuan dan nona"ucap salah satu wanita anggota dari mereka sembari mempersilakan mereka.


"Sebenarnya apa niatmu?"


"Bagaimana menurutmu? Aku membawamu kesini untuk makan malam kenapa kau tidak percaya padaku?"


Arnold menarik kursi untuk wanitanya.tanpa ngebantah Caca pun duduk.setegah dari anak buah Arnold tidak ikut masuk ke dalam ia menunggu di luar setengahnya lagi ikut di dalam berjaga-jaga.setegahnya lagi menjaga rumah.


Arnold memerintahkan mereka semua untuk ikut untuk memastikan keselamata wanitanya.karena diluar sana arnold tidak tahu seberapa banyak jumlah musuh yang ia miliki.orang seperti Arnold pasti mempunyai banyak musuh tentu Arnold sudah tahu konsekuensi dari wanita yang bersamanya.


"Apa yang ingin kamu ketahui tentang kehidupanku?"


"Tapi saya!apa yang kau inginkan dariku?"tanya serius Caca.


"Kita bicarakan sambil makan"ucapnya dingin.


"Itu hanya kebetulan lupakan aku,dan aku akan melupakanmu aku,juga akan berterima kasih kau telah menolongku"ucapnya sedikit mendekat.


"Kita bicarakan ini lagi nanti sekarang makan makananmu"pintanya.


"Tidak!"bentaknya.


"Kau tidak ingin?"

__ADS_1


Selanya ia tahu apa yang di maksud dari perkataan Arnold"Kau tidak perlu megancamku seperti itu"


"Jika bukan malam itu aku tidak ingin mengenalmu,lagian kita juga tidak saling mengenal satu sama lainnya."


"Tapi aku memberimu kesempatan untuk mengenalku"


"Siapa yang ingin mengenal pria sepertimu?"


"Anda memiliki orang-orang yang memagil anda bos"Ucapnya sambil melirik seluruh anak buah arnold yang tengah berdiri tidak jauh dari tempat mereka duduk.


"Apa kau tertarik dengan pekerjaanku?"


"Aku tidak ingin tahu tentang itu"


"Saya hanya pembisnis"


"Anda seorang mafia.bukan?"tanyanya dengan serius.


"Apa yang kau ketahui tentang mafia?"Arnold malah balik bertanya.


"Saya yakin dengan apa yang saya lihat"


"Saya bisa menjadi mafia jika kamu megigikannya.jika kamu mau saya menjadi pembisnis saya juga bisa.saya bisa menjadi apapun yang kamu inginkan."


"Apa aku begitu penting bagimu?"yahh...aku ingin tahu kenapa harus aku.


"Karena aku mencintaimu"jawab jujur arnold.juga berharap suatu hari nanti wanitanya juga memiliki perasaan yang sama dengannya.


"Bulshitt.pria sepertimu pandai sekali membual, sayangnya kau salah orang"Ketusnya.


"Aku akan membuktikannya"


"Apa kau sungguh?aku rasa tidak kau hanya berpura-pura"


"Apa yang kamu inginkan,aku akan memberikannya?"


"Aku tidak yakin kau bisa melakukannya?"tatapan meremekan.


"Apa kamu meragukanku?"


"Kalo begitu bebaskan kak Rere?"melihat arnold hanya diam ia tahu jawabannya. bahwa Arnold tidak akan melakukannya.


"Baiklah"Arnold menyetujuinya.Baginya tidak masalah ia akan mencari cara lain untuk membuat wanitanya tetap dalam kendalinya.


"Apa kau sungguh?"Ucapnya dengan semangat.senyum yang tak lepas dari bibirnya.


"Iya!,tapi ada syaratnya?"


"Apa?"Caca bingung dengan syarat yang di ajukan oleh arnold.ia terus menduga-duga kira-kira apa syarat yang Arnold minta.


"Kau harus menghabiskan makanannya"


"Hanya itu!,sangat mudah sekali"Ucapnya dengan senyuman manis dibibirnya.

__ADS_1


__ADS_2