
Tatapan mata Caca kosong intan sudah berusaha membangunkan tubuh Caca berdiri ia tidak tega melihat kondisi Caca yang seperti ini.
air matanya tidak pernah berhenti mengalir membasahi pipi chubby nya.
"CK! pria brengsek"ucap pria yang sedari tadi memperhatikan Caca dari kejauhan.
intan dan Harun saling menatap satu sama lainnya, mereka sama sekali tidak tahu Sekarang harus berbuat apa sekarang yang dipikirkan oleh Harun adalah keponakannya itu harus menanggung malu.
entah apa yang akan orang2 pikirkan tentang putrinya itu yang batal menikah.
"semua ini salahku.aku terlalu percaya kepada anak brengsek itu"ucapnya merasa bersalah.
"jika saja aku tidak menyetujuinya dari awal mungkin semua ini tidak terjadi"pekiknya.
"mas?kamu ngak boleh nyalahin diri kamu sendiri"berusaha menenangkan suaminya.
"aku Paman yang bodoh"Ucapnya memukul2 kepalanya.
"aku mohon Paman jangan menyalakan dirimu sendiri"
hikssss.......
hikssss......
"kenapa nasibku tidak seberuntung wanita lain"
"dan karena aku kalian juga akan menanggung malu karena pernikahan ini batal"
hikss.....
hiksss...
mengelus punggung Caca
"kenapa Paman dan bibik akan merasa malu.justru ini sangat beruntung"
sontak mendegar perkataan intan Caca mendoggak menatap wajah intan.
"beruntung?"tanyanya Kenapa bibiknya bilang beruntung bukankah itu aib banginya.
"iya beruntung,karena kejadian ini kita akhirnya tahu bahwa pria itu tidak sebaik yang kita kira"
"Tuhan menyayangi putri kita"menatap suaminya.
pandangannya pokus kedepan Caca megupulkan nekatnya dan berlari pergi meninggalkan altar.
"Caca kau mau pergi kemana sayang?"pangil intan.
hikssss......
hikssss.....
"mas Caca mau pergi kemana"Ucapnya sambil menunjuk ke arah Caca pergi.
harun berusaha menenangkan istrinya.
"sudah.sudah sayang mungkin Caca ingin menekankan dirinya"memeluk tubuh istrinya.
"tapi dia hiksss...."mengelus punggung istrinya berusaha meyakinkan.
Caca tengah berlari ia terus saja berlari tanpa menghiraukan sekelilingnya,dengan wajah yang penuh Dengan air mata sesekali ia mengusapnya.
Sampai akhirnya ia sampai di tempat yang. Biasa menjadi tempat megadunya.
"Ayah Kenapa semua orang sangat jahat padakau"
"Lihat aku tidak tangguh yang seperti ayah bilang"
"Aku wanita yang lemah ayah aku ingin mati saja aku ingin menjadi putri ayah yang manja dan hanya bisa menyusahkan ayah"
__ADS_1
"Aku tidak ingin didunia ini ayah aku kesepian aku sendirian disini.apa kalian tega meninggalkanku disini"
Caca terus menerus Menagis di batu nisan ayahnya ia mencurahkan isi hatinya,meski Dengan megenakan gaun pengantin.
"Kepalaku kenapa tiba-tiba Pusing"ucapnya pandangannya mulai buram dan akhirnya Caca pingsan.
Seseorang datang menghampiri Caca dan langsung menggendongnya.
"Aku tidak akan membiarkanmu sendiri.karena kau punya aku"
"Tidak ada satupun orang yang pantas untuk memilikimu kecuali aku"pandangannya pokus kedepan sesekali melihat wajah Caca yang membuatnya tenang saat tertidur.
Prangg......
Prangg.....
"Semua kacau"pekiknya melempar semua barang yang ada di kamarnya.
Kamar yang tadinya rapi penuh dengan hiasan serta bunga mawar merah yang telah di tata di atas tempat tidur berbentuk love semua itu hancur,bunga itu menjadi belamburan tidak karuan.
"Sayang buka pintunya"ucap ibunya yang khwatir dengan kondisi anaknya.
"Sebaiknya ibu pergi saja"teriaknya dari dalam.
"Apa yang kau katakan nak,ibu sayang padamu,hikss..."
Mamanya tidak tahu lagi harus berbuat apa.
"Sudah biarkan saja ma anak itu udah bikin malu keluarga kita"
"Tapi pa"
Adit yang mendengar ucapan papanya.
"Papa benar ma aku udah bikin malu keluarga kita"
"Caca?"teriaknya.
"Aku bodoh.kenapa aku bisa melakukan itu yang seharusnya tidak aku lakukan"
"Bodoh.......bodoh"memukul-mukul kepalanya sendiri.
"Aku mencintaimu,Adit kau telah melukai hatinya"Adit terduduk lemas dilantai meratapi nasibnya.
"Sayang mama tahu kamu sangat mencintainya,tapi bukan begini caranya"mengetuk-ngetuk pintu kamar Adit.
"Mama akan Carikan kamu wanita yang lebih baik dari Caca"
"Lagian tidak ada yang bisa dibanggakan dari anak itu"
"Dan Beraninya Pamannya yang sok itu membatalkan acara pernikahannya begitu saja"mamanya Adit sudah mulai tersulut emosi melihat kondisi anaknya yang sekarang ini.
"Ma disini Adit yang salah"
"Kau itu dibutakan oleh cintanya sehingga tidak bisa melihat.bahwa dia tidak mencintaimu"ucap Mamanya dari luar.
Deg....
Mendegar itu Entah kenapa Adit merasa dadanya sepertinya sesak.
"Dengar besok mama akan menjodohkanmu dengan anak teman mama,kamu tidak boleh menolaknya"tegasnya lalu pergi.
Didalam rumah yang terlihat sederhana, seorang wanita menangis.
Hiks.....
Hikss.....
"Maafkan aku tidak berniat untuk merusak kebahagiaanmu,tapi aku harus megatakan yang sejujurnya"
__ADS_1
"Lagi pula Arnold sangat mencintaimu dibandingkan pria brengsek itu"
"Aku wanita yang kotor,seharusnya aku harus tahu diri jika wanita sepertiku tidak layak berteman dengan wanita yang berhati seperti malaikat"
"Wanita penghibur sepertiku, pasti akan merusak kebahagiaan wanita lainya"
"Mana mungkin wanita ****** akan berteman baik dengan wanita baik2,ia pasti akan merusak kebahagiaan orang itu sekalipun yang ia anggap teman atau seorang saudara sekalipun"
Hikss......
Hikss......
"Maafkan aku"
"Aku juga terpaksa melakukannya karena Arnold benar-benar mencintaimu aku yakin kau akan bahagia jika bersamannya"
"Mas!cepat cari dimana Caca sekarang"
"Kamu dimana sayang"ucapnya cemas.
Harun memperhatikan istrinya Sangat terlihat jelas wajah khwatir istrinya.harun merasa bersyukur karena istrinya itu sudah benar-benar berubah.
"Jangan berfikir yang tidak-tidak, putri kita akan baik-baik saja"berusaha menenangkan istrinya.
"Bagaimana aku bisa tenang mas kalo Caca saja belum pulang bahkan kita tidak tahu dia lagidimana sekarang"ucapnya frustasi.
Tiba-tiba saja ponsel Harun berbunyi ia langsung megankatnya meskipun dari Nomor yang tidak dikenal.
"Hallo"
"Aku hanya ingin memberi tahu bahwa Caca sekarang ada bersama saya"ucap dari sebrang telpon.
"Kamu Dimana sekarang?,saya akan kesana menjemput putri saya"
Orang itu meyembutkan alamat rumahnya, sontak mata Harun menjadi terbelalak.
"Apakah kamu pria yang waktu itu menculik putri saya"
Intan yang mendegar itu ia juga kagett.
"Mas ada apa dengan Caca?"
Intan dibuat khawatir ia terus saja bertanya-tanya Tanpa ada jawaban dari suaminya.
"Jangan coba-coba untuk meyakitinya!! karena saya akan beri perhitungan sama kamu"
"Jika saja putri saya sampai lecet akan kepastikan kamu akan mati ditangan saya"menekan kata-katanya.
"Aku tidak mungkin melakukannya karena aku mencintainya"ucapnya langsung mematikan telponya Secara sepihak.
"Hallo!!.."
"Hallo!?"
"Sial"umpatnya kesal
"Mas Caca Kenapa?"tanyanya penasaran.
"Tidak apa-apa sayang.tidak terjadi apa-apa"menghapus air mata istrinya.
"Aku akan menjemput putri kita sekarang.caca bersama dengan pria yang waktu itu menculiknya"
"Tapi mas pria Sangat berbahaya"
"Mas akan melawannya,mas yakin tidak akan terjadi apa-apa karena dia sendiri yang mengatakan bahwa Caca bersamanya"
"Tap__tapi mas"
"Sudah menagisnya.lagian tadi dia juga bilang kalo dia mencintai Caca mas yakin pria itu tidak akan melukainya"harun berusaha menenangkan istrinya sebelum ia pergi.
__ADS_1