
"Tidak.Jangan sentuh ini semua barang-barang ku!"ucapnya langsung merampas cat kuku itu dari tangan Caca.
"Kenapa kau pelit sekali?"
"Jika kau menginginkannya kau harus bekerja"ketusnya yang langsung mendorong tubuh caca keluar dari kamarnya belum sempat Caca ingin berkata inem sudah membanting pintu kamarnya.
"Inem"geramnya.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?"ketus Caca yang tak suka dengan tatapan Arnold.
Arnold berjalan ke arah Caca lalu menarik tangannya dengan kasar membawanya ikut bersamanya.
"Inem kau akan membayar mahal atas perbuatanmu hari ini" tutur Ida.
"Kenapa!!apa Kerena bik Ida menyayanginya sampai bik ida membelanya?"
"Jika kau dipecat Aku tidak akan membelamu"jawab bik ida langsung pergi ke dapur melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.
"Lepaskan tanganku" teriak Caca.
Arnold langsung menghempaskan tangan Caca.
"Memalukan"ucap arnold Dingin tapi menyakiti hati.
"Jika aku memalukan kenapa tidak megusirku saja"teriaknya.
Arnold akhirnya mengerti kenapa wanitanya berprilaku seperti ini,dia ingin Arnold muak dengan Tingkah tengilnya lalu megusirnya dengan itu ia akan kembali ke rumahnya.
"Tidak semudah itu Banteng kecil"batin Arnold kini Arnold yang akan megambil ahli permainan ini.
"Kau mau apa"tanya Caca yang tidak mengerti yang di maksud arnold.
"Mana?"ucap Arnold membuka tangannya meminta gelang tangan yang di pakai Caca.
Awalnya Caca sempat menolak untuk memberikannya pasalnya ia sangat menyukai gelang itu.tapi dengan terpaksa ia melepaskannya memberikannya pada arnold karena tatapan tajam dari Arnold membuat Caca kesal.
"Ini!" Ketus Caca memberikannya kepada Arnold dan langsung membuang mukanya.
"Iya!Tuan itu milik saya" ucap inem yang tiba-tiba datang.
Arnold langsung melemparkan gelang itu ke arah ini dengan sikap ini yang melihat itu langsung berhasil menangkapnya.
"Sejujurnya Tuan bukan hanya Gelang tapi Nona juga mencuri perhiasan saya lainnya kalung dengan liontin berbentuk kelopak bunga,dan juga gelang kaki"
"Ohh...ya cat kuku juga tuan dia mencuri berbagai macam warna"dengan senyuman kemenangan tertuju kepada Caca.
Arnold tidak percaya wanitanya pandai sekali megambil barang-barang milik orang lain yang jumlah yang lumayan banyak.meskipun harganya yang menurut Arnold sangat kecil tidak seberapa,tapi kenakalan wanitanya sangat-sangat di luar nalar arnold.
"Tidak usah menatapku seperti itu"ketus Caca yang melihat arnold menatap tajam ke arahnya ia langsung pergi ke kamarnya.
__ADS_1
"Inem"batin Caca yang tidak henti-hentinya ngedumel ia mengeluarkan semua unek-uneknya yang ia simpan sedari tadi.
"Ia mengadukan semuanya, bagaimana jika dia marah besar kepadaku"ucapnya.
"Akukan sudah memintanya, kenapa dia tidak membanginya jika saja ia memberikannya
Aku tidak akan mencurinya"
"Jika saja di kamar ini aku memeliki cat kuku itu aku juga tidak akan mau mengendap-endap seperti maling yang mencuri emas batangan saja"
"Ini semua salah pria itu kenapa membawaku ke rumahnya tapi tidak memberikan apa yang aku mau"Caca tidak henti-hentinya ngedumel sendiri.
Ia membawa semua barang-barang yang ia curi meletakkannya ke dalam wadah lalu membawanya.
"Ini sudah semuanya"ucapnya dengan malas menatap inem menghempaskanya dengan keras di hadapan inem.
Inem memungutnya memasukan cat kuku itu yang keluar ia menarik senyumnya.
"Anda tidak perlu mencurinya nona,jika Anda mau kau boleh memintanya"ucapnya berpura-pura baik di depan arnold.
"Haa..."ucap Caca yang tidak percaya dengan perkataan inem bisa-bisanya ia berkata seperti itu bukannya ia sudah memintanya baik-baik tapi tidak dikasih.
"Iya nona! jika kau memintanya maka aku akan memberikannya,tidak perlu nona mencurinya anggap saja barang saya itu juga milik nona" ucapnya merendahkan.
"Apa itu sudah semua?"tanya Arnold.
"Iya Tuan! semuanya lengkap saya yakin" ucap inem yang merasa puas dengan wajah Caca yang ketakutan saat ini ia berpikir arnold akan menghukumnya habis-habisan karena telah mencuri.
"Apa maksud Tuan"ucap inem yang pura-pura bodoh.
"Kau di pecat"tegas arnold.
Mata inem terbelalak membesar dengan ucapan Arnold ia tidak percaya semua ini Kenapa ia bisa dipecat apa alasannya.
"Tap____tapi tuan apa salah saya?"ucapnya membela diri.
Caca akhirnya tersenyum puas dengan wajah pucat inem saat ini ia merasa menang dari inem.
"Apa kau pikir saya tidak tahu? kau mencuri barang-barang di rumah ini lalu kau menjualnya kepada orang lain dan menukarnya dengan perhiasan"
"Tidak itu semua tidak benar Tuan bagaimana saya bisa melakukannya"
"Tolong jangan pecat saya tuan"ucapnya memohon.
"Ethan"panggil arnold.
"Ya tuan!"jawab ethan yang tiba-tiba saja muncul ketika namanya dipanggil, Caca sampai kaget dengan kehadiran ethan.
"Bawa dia pergi"pintanya.
__ADS_1
"Baik tuan!"jawab Ethan seraya menundukkan kepalanya.
"Ayokk"pekik Ethan menarik paksa tangan inem.
"Tunggu! jangan usir saya, tidak punya pekerjaan lain selain ini.nanti adik dan ibu saya mau makan apa kalau saya di pecat"ucapnya memohon agar di kasihani.
Ethan tak menghiraukannya ia terus saja meyeret inem menariknya keluar,bagi Ethan perintah tuanya adalah hal terpenting.
Ethan mendorong tubuh inem sampai membuatnya tersungkur ke lantai.
"Tolong jangan usir saya" ucapnya sembari Menagis.
Bik Ida membawakan tas yang berisikan barang-barang milik inem ia sudah mengemasnya.
"Bik Ida tolong katakan pada mereka untuk tidak megusirku"ucapnya memohon agar bik Ida dapat menolongya bicara dengan tuan Arnold, karena bik Ida dekat dengan arnold.
Inem memohon sujud di kaki bik Ida agar ia bicara dengan tuan Arnold agar tidak memecatnya.
"Maaf tapi saya tidak bisa melakukannya"ucap bik Ida yang segera pergi masuk ke dalam.sejujurnya bik Ida tidak tega melihat inem seperti itu,tapi apa yang sudah inem lakukan sudah keterlaluan.
Ia sudah berkali-kali mencoba menasahati inem untuk berhenti mencuri barang-barang yang ada di rumah ini namun inem tak mendengarkan perkataannya.
"Bik Ida"teriaknya.
"Apa tuan benar-benar megusirnya"tanya Caca yang masih tidak percaya dengan perubahan yang terjadi ternyata inem juga mencuri barang-barang di rumah ini, selama ini kenapa ia tidak tahu.
"Tentu saja"ucap Arnold dingin.
"Bersiaplah kita akan ke mall"bisik arnold di telinga Caca.
"Ngapain"ucap Caca kagett.
"Kita akan membeli barang-barang yang lebih bagus dari itu"
"Benarkah"ucapnya tak percaya.
"Kau sudah berjanji Tuan akan membawaku pergi ke mall dan berbelanja. Kau tidak akan menipuku kan?"ucapnya memastikan.
"Apa wajahku nampak seperti penipu?" sejujurnya arnold tidak suka dipanggil Tuan oleh wanitanya tapi melihat senyuman manis dari bibir wanitanya ia tidak akan merusaknya dengan perdebatan kecil.
"Mengapa banyak sekali pengawal yang mengikuti kita.apa Tuan tidak khawatir jika seseorang tahu bahwa Tuan adalah seorang mafia?"
"Ini untuk keamananmu. kau akan terbiasa nanti" tegasnya.
"Apa kau mempunyai banyak sekali musuh?" tanyanya dengan serius.
"Aku tidak tahu siapa saja yang tidak suka dengan pekerjaanku?"
"Sebaiknya kita tidak usah bahas ini sekarang"
__ADS_1
"Kenapa aku ingin tahu pekerjaan apa yang tuan jalani? Karena aku tinggal dengan tuan"