Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
46.


__ADS_3

"lihatlah dia menyogok dengan makanan"gumam Caca.


"Heii bocah!! aku mendengarnya"ucapnya dengan nyolot.


"Memangnya aku bilang apa haaa!!?"balas Caca.


"Ngak usah nyolot ya jadi orang"


"Lo duluan yang nyolot"balas Caca membuang mukanya.


"Sudah-sudah"galine kembali melerai pertengkaran mereka berdua.


Galine tak habisfikir dengan mereka berdua Kenapa selalu ribut untuk hal-hal kecil.


"Ini Tante"ucap galine memberikan paper bag pada galine.


"Terimakasih.jadi ngerepotin"ucap galine sembari menerima paperbeg yang isinya cake.


"Tante Arnold nya ada?"tanya Finka dengan senyuman.


"Arnold lagi di kamarnya kayaknya sih lagi tidur"ucap galine menatap ke arah Caca.


"Owh pantesan Finka ngak liat, akhir-akhir ini Finka rasa Arnold lagi banyak pekerjaan" ucap Finka yang bersikap seperti sangat dekat dengan galine.


"Yaa dia orangnya selalu sibuk tidak punya waktu"jawab galine.


"Sayang bawa masuk cake nya simpan didalam"pinta galine sembari memberikan paper bag.


"Sayang?"batin finka yang takterima dengan cara galine memanggil Caca.


"Aku masuk dulu ya mah"ucap Caca yang megambil paperbeg itu membawanya masuk ke dalam.


"Gayanya sok sekali, tapi kalo dilihat-lihat dia cantik juga pasti punya wawasan yang luas, sedangkan aku"ucap Caca sedih ia membandingkan dirinya sendiri yang tidak ada apa-apanya dibandingkan finka.


"It's oke ngak masalah"Jawab Caca kembali menguatkan dirinya.


"Itu apa non?"tanya bik Ida yang melihat barang bawaan Caca.


"Cake dari wanita caper"ketus Caca bik Ida sendiri binggung siapa wanita caper yang dimaksud Caca.


"Caper teh saha non?"tanya bik Ida polos.


"Bibik ngak tau"tanya Caca serius.


"Caper tuh nama orang ya non?"


"Serius bibik ngak tau?"tanya Caca sambil ketawa.


"Beneran non caper teh saha bibik ngak tau"


"Hahah"tawa Caca.


"Baiklah-baiklah caper itutuh bukan nama orang bik tapi itu bahasa gaul singkatan" ucap Caca yang menahani perutnya yang sakit karena tak henti-hentinya tertawa.


"cari perhatian di singkat caper bik"ujar Caca sambil memainkan tangannya seperti menulis huruf itu.


"Ohh kirain bibik nama orang"ujar bik Ida sembari meganguk-anggukan kepalanya.


"Sekarang bibik tau kan"tanya Caca memastikan.

__ADS_1


"Iya non"jawab bik Ida.


"Jangan lupa di simpan bik.entar dimarahin mama"ucap Caca berjalan pergi meninggalkan bik Ida di dapur.


"Caper?cari perhatian,caper cari perhatian"gumam bik Ida.


"Caper?cari perhatian,caper?tuh kan bibik jadi lupa non Caca tadi bilang apa ya"bik Ida sendiri tadi berbicara sendiri di dapur.


Caca yang kini mengendap-endap Berusaha berjalan masuk ke kamar Tanpa menimbulkan suara.


Caca yang berhasil masuk ke dalam ia melihat kearah Arnold yang sedang tidur pulas.saat Caca ingin megambil kunci pintu kamar,arnold terbagun dari tidurnya.


"Sedang apa?"Ucapnya dingin.


"Hehe"Caca tersenyum.


"Kenapa cegigisan begitu?"tanyanya yang merasa aneh dengan tingkah wanitanya.


"Udah bangun?"ketus Caca yang tiba-tiba marah.


"Iya, kamu kemana aja pas ku tidur?"tanya Arnold yang tidak melihat wanitanya tidur disebelahnya.


"Kenapa bangunnya sekarang pas bangett lagi sama wanita kasarr"ucapnya malas.


"Wanita kasarr?"ucap Arnold mendegar perkataan Caca.


"Moodku jadi berantakan karenanya"ucapnya cemberut.


Arnold yang menembak yang di maksud Caca adalah finka.


Caca buru-buru kabur dari kamar ia berhasil keluar dan Langsung menutup pintu kamar lalu menguncinya.


"Chagiya?"pangil Arnold dari balik pintu.


"Buka pintunya"ucap arnold Dingin.


"Ngak mau aku nggak akan pernah bukain pintunya, sebelum wanita itu pulang"jawabnya.


"Apa masalahnya?"


"Aku ngak akan biarin kamu ketemu dengannya?"


"Apa kamu cemburu?"tanya Arnold serius.


"Aku ngak cemburu"


"Siapa juga yang cemburu,aku ngak suka aja perempuan kasar itu Deket-deket kamu"sambungnya.


"Chagiya buka pintunya"ucap arnold.


"Aku tidak mau"jawab Caca sedikit ragu menurutnya ini terlalu berlebihan,tapi ia tidak akan membiarkan wanita kasar itu mendapat kan kesempatannya untuk menemui Arnold.


"Aku akan kembali nanti,aku akan marah jika kau meminta anak buahmu untuk membukakan pintunya"Ucapnya langsung pergi.


"Terselamatkan"ucap Caca tersenyum meleparkan kunci kamar ke udara lalu menangkapnya memainkannya menggunakan jari-jarinya.


Saat Caca hendak pergi ke luar tiba-tiba bik Ida memanggilnya.


"Non caca?"pangilnya.

__ADS_1


"Ada apa bik?"jawab Caca menoleh ke belakang.


"Bibik lupa caper teh apa?"tanya bik Ida yang bergegas menghampiri Caca.


"Astaga bik"ucap Caca kesal.


"Maaf non"ucap bik Ida.


"Cari perhatian"jawab Caca hendak pergi.


"Cari per___?"


"Perhatian bik"ucap Caca


"Udah sekarang?"tanya Caca memastikan.


"Udah non bibik ingat sekarang"tuturnya.


"Caca pergi dulu bik"ucap Caca yang melangkah pergi.


"Sayang udah naroknya"panggil galine yang melihat Caca.finka yang melihat momen pas untuk memotret Caca yang ditunggu-tunggunya sedari tadi buru-buru mengambil ponsel miliknya.


"Akhirnya dapat juga"batinya ia langsung mengirimkan ketiga Poto Caca kepada seseorang tak lupa juga ia mengirimkan lokasinya saat ini.


Tingg.....


Pesan masuk dari seseorang.harun buru-buru mengecek ponselnya yang membuatnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya gadis yang begitu manis dan sangat cantik megenakan dress yang cocok dengan tubuhnya.


"Lihat"ujar Harun melihatkan ponselnya.


Adit juga terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh Caca apalagi saat Caca tersenyum manis.


"Sepertinya dia sangat bahagia"ujar Harun yang berfikir melihat wajah Caca tersenyum bahagia ia tidak ingin mengambil senyum itu dari keponakannya.ia tahu selama ini Caca mendapatkan perlakuan buruk dari istrinya bibik nya sendiri.


"Apa paman ragu untuk menjemputnya pulang?"tanya Adit.


"Tidak aku takut tak bisa memberikan kebahagiaan yang dimilikinya saat ini"Harun takut ia tidak akan pernah melihat keponakanya tersenyum lebar saat bersamanya,Caca pasti akan sangat tertekan dan berusaha tersenyum untuk Pamannya senyum palsu yang diberikan oleh Caca.


"Paman jangan berfikir begitu bisa jadi jika seseorang sedang memaksanya untuk tersenyum lalu megambil gambarnya"


"Aku yakin paman bisa menjaganya dan memberikan kasih sayang yang lebih untuknya Caca juga pasti sangat menyayangi paman seperti ayahnya sendiri"Adit berusaha meyakinkan paman Harun.


Air mata harun seketika menetes jatuh.


"Paman pun berfikir begitu,apa kau yakin?"


"Aku sangat yakin,aku juga berjanji akan melakukan apapun untuk membuat Caca bahagia"tutur Adit.


"Yaa,paman percayakan semuanya padamu"ucap Harun memegang punggung Adit.


"Ohh jadi anak sialan itu udah ketemu, mereka mau menjeputnya sekarang lihat saja nanti ketika anak sialan itu pulang,aku tidak akan membiarkan hidupnya tenang"


"Gara-gara anak sialan itu mas harun jadi diemin aku"umpatnya kesal.


"Mas?"pangil intan


Harun yang saat ini sedang bersama Adit tengah menyiapkan rencana mereka ia tidak tahu dengan siapa dia berhadapan saat ini.


"Mass?"pangil intan sekali lagi yang tidak didengarkan oleh Harun.

__ADS_1


"Aku dengar Caca sudah ketemu ya mas? kenapa kamu belum mejeputnya?"ucap intan.


"Jemput dia sekarang juga mas,akut takut terjadi apa-apa dengannya"sambungnya.


__ADS_2