Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
27.


__ADS_3

"Aku hanya ingin bertanya"ucapnya dingin


Mobil Arnold tiba di Mension miliknya tapi Arnold tidak turun dari mobil.ethan membukakan pintu mobil untuk Caca,Ethan kembali masuk ke dalam mobil mengemudikan mobilnya meninggalkan Mension miliknya.


"Yaa dia seperti itu lagi"ucapnya kesal melihat mobil Arnold yang sudah jauh dan tak terlihat lagi Caca pun masuk ke dalam rumah.


Mereka tidak tahu bahwa sedari tadi ada seseorang tengah memata-matai mereka.


"Non"pangil sopir taxi yang aneh melihat perempuan itu bersembunyi dibalik mobilnya.


Finka merasa kesal dengan suara supir taxi itu yang mengganggunya.


"Baiklah ini pak"pekiknya sambil menyodorkan uang bayarannya.


"Terimakasih non,ini kembaliannya"


"Ngak usah!ambil saja sedekah"ketusnya segera pergi.


Sebelum memulai meetingnnya Dengan client Australia Ethan megasihkan undangan dari Evan.


"Apa tuan akan menghadirinya?"


"Saya tidak punya waktu untuk itu"jawabnya tanpa menatap Ethan.


"Saya memiliki daftar tamu undangan nampaknya mereka semua orang penting"ucap Ethan Sambil memberikan tab pada arnold.


"Sepertinya tuan harus hadir.sebagian tamunya adalah investor dan menteri"Ethan menyarankan tuanya untuk hadir melihat rencana apa yang akan Evan lakukan demi konsensi Kasino.


"Baiklah saya mau lihat bagaimana dia merayu mereka semua agar berada di pihaknya"


"Let's no be disappointed"client Arnold dari Australia jadi mereka menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi.


"Because in Australia,make frofits not les than 350 million dollars"


"We won't let you down,I must learn a lot from you and I really want to invite you to invest together"


"You're welcome.we trust Arnold like we trust bagas"


"Thanks you trusting us"


"Your welcome see you later."


"See you"sambil berjabat tangan.


"Thanks you very much"


" to meet you.see you"


"Ethan?"panggil arnold


"Ya tuan"


"See mr arison.off"


"Setelah ini mungkin dia tidak akan berani melawan kita lagi"


"Malam ini semua rencana saya harus berhasil"Ucapnya megigatkan anak buahnya untuk melakukan pekerjaan mereka dengan benar.

__ADS_1


"Lihat saja Arnold aku akan mengalahkanmu"ucapnya dengan geram.


"Pasti tuan kita akan menang melawan Arnold"sela krit.


"Lakukan sesuai dengan perintah"


"Baik bos"


"Terimakasih banyak telah hadir malam ini"ucap Evan. Menyambut kedatangan para tamu undangan dengan mengajak mereka cheers.


"Saya senang berada di sini"jawab salah satu tamu.


"Terimakasih pak"ucap Evan.


"Jika anda membutuhkan yang lain beri tahu saya"


"Tentu!"


"Kalo begitu saya permisi"ucapnya lalu pergi menghampiri para tamu yang lain.


"Terimakasih telah menyempatkan waktu anda untuk hadir di acara ini"sapa Evan dengan para tamu yang lain tak lupa juga ia mengajak para tamu untuk cheers.


"Hallo"sapa salah satu tamu yang melihat kedatangan Arnold dan anak buahnya di acara itu.


"Hai"balas Arnold dengan menundukkan kepalanya sebagai rasa hormatnya.


"Apa kabar tuan Arnold"


"Aku baik-baik saja"


"Seperti yang anda lihat"


"Saya harap kita bisa bekerja sama lagi"


"Tentu!"jawab Arnold sambil berjabat tangan.


"Lanjutkan sesuai rencana"perintahnya kepada bawahannya.iapun pergi menghampiri Arnold yang tengah bersama Ethan Arnold juga membawa anak buahnya yang lain untuk berjaga di luar.


"Saya tidak yakin orang seperti anda dapat meluangkan waktu untuk hadir di pesta sekecil ini"ucapnya merendah.


"Anda yang mengundang saya.tentu saya akan hadir, bagaimana saya bisa menolaknya"


"Acaranya sesuai dengan apa yang anda katakan.cukup kecil tapi terlihat mewah saya menyukainya"ucapnya dengan nada meremehkan.


"Sialan"batinnya.


"Anda sudah datang jauh-jauh kemari.kami juga sudah menyiapkan tempat untuk Anda"


Seorang pelayan wanita membawa nampan yang berisi minuman,ia memberikannya kepada Arnold.arnold menerimanya.


"Benar-benar licik"batinnya.


Seorang wanita yang terlihat cantik dan juga seksi mengenakan pakaian atasan kemeja putih dengan bawahan rok mini warna hitam dan juga jas warna hitam yang senada dengan dengan bawahan tengah berada di atas panggung nampaknya pembawa acara.


"Acara apresiasi teman dan juga sponsor tidak akan terjadi jika kita tidak memiliki prisiden kita"ucap pembawa acara.


"Mari kita sambut pak Evan"semua orang meyambut kedatangan pak Evan dengan tepuk tangan.terdegar Keras suara tepuk tangan semua orang yang begitu ramai.

__ADS_1


Evan pun berjalan dengan gaya yang menurutnya cool yang biasa ia lakukan naik ke atas panggung.


"Terimakasih banyak semuanya"ucapnya.


"Saya menyelenggarakan acara ini untuk berterima kasih kepada kalian semua.karena kalian semua telah mendukung perusahaan saya selama ini"


"Saya menghargai bantuan kalian semua.dan semua orang yang berada di perusahaan saya"


"Arnold"teriaknya


"Aku tau kau pasti ada di dalam kan?"teriaknya sambil mencari-cari keberadaan Arnold.


"Lepaskan tanganku aku mau menemui Arnold sebentar saja"ucapnya sambil memberontak ketika tangannya di pegang dengan kuat oleh anak buah Arnold.


"Lihat saja Arnold akan marah jika dia tau kalian memperlakukanku seperti ini"memekik anak buah Arnold.


"Tidak akan ada yang akan memarahi mereka, mereka semua melakukan tugas mereka sesuai dengan perintah"


Finka yang mendegar suara perempuan mencari-cari asal dari suara itu.


"Aku disini"ketusnya karena perempuan itu tak kunjung menemukannya.


Mata finka melihat seorang gadis kecil yang tengah berdiri di atas tangga dengan menaikkan jari-jarinya melihat-lihat kukunya yang baru saja di cat olehnya,Jangan tanya dari mana ia mendapatkanya pastinya ia mencuri dari salah satu pelayan Arnold.


"Kamu siapa"tanya finka menatap tajam ke arah Caca.


"Aku yakin perempuan liar ini adalah kekasihnya tuan Arnold.aku akan membuatnya kesal lalu perempuan ini meminta tuan Arnold mengusirku dari rumah ini,dia tidak bisa menolaknya jika kekasihnya sendiri yang memintanya"batinnya sambil tersenyum kecil.


"Apa kau tidak waras bukannya menjawab nkau malah senyum-senyum sendiri"karena setau finka Arnold tidak mempunyai adik perempuan jadi ia berani.


"Apa hubunganmu dengan tuan Arnold?"tanyanya sambil menuruni tangga.membalas tatapan tajam dari finka.


"Harusnya aku yang menayangkan itu?"ucapnya melipatkan kedua tangannya di bawah dada sambil menaikan satu alisnya.


"Aku tidak akan menjawabnya.kau tanyakan saja kepada bagus...?"


"Bagus katakan siapa dia?"pekiknya.


"Aaaaa... Itu___itu___itu"jawab bagus yang gemetaran, sungguh Sifatnya akan berubah jika ia di hadapkan dalam situasi yang genting dia tidak akan seperti yang sekarang ini.


"Itu-itu apa.dasar idiot"pekiknya marah


"Nona ini adalah nona finka dia adalah teman tuan sekaligus rekan kerjanya. Dan ini adalah non be__be"bukannya menjawab pertanyaan finka lebih dulu ia menjawab untuk Caca.


"Bellanca"ucapnya memperjelas.


"Nah iya ini adalah nona bellanca kekasihnya tuan Arnold"jelas bagus.


"Apa dia hanya teman?"gumamnya tak sadar finka Mendegarnya ,ia merasa bingung harus bagaimana sekarang Jika Arnold tahu apa yang sedang di perbuatnya dengan temannya.sepertinya ia salah orang untuk di ajak bermain-main Caca tersenyum kecut. Mengetahui hal itu, meratapi nasibnya yang tak akan pernah bisa keluar dari dari kehidupan Arnold.


"Kekasih?"bahkan ia lebih mirip wanita panggilan, salah maksud saya anak panggilan yang siap melayani siapapun yang membayarnya dengan harga tinggi"


"Aku tahu orang sepertimu pasti megejar pria kaya untuk hidup enak kan?"


"Lebih baik kau pergi dari sini! sekarang juga"


"Gadis kecil ini berani menginjak kaki di rumah ini"

__ADS_1


__ADS_2