Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
38.


__ADS_3

Caca mengambilnya melemparnya ke arah Arnold.


"Bagaimana kamu bisa Setega ini dengan ikan-ikan kecil itu"


"Aku tidak megenai mereka"


"Bagaimana kalo kena?"


"Kamu kenapa?"tanya Arnold yang panik melihat wanitanya sepertinya kesakitan.


"Aku tidak kenapa-kenapa"ucapnya memegang perutnya.


Arnold langsung mengangkat tubuh wanitanya membawanya ke kamar.


"Apa itu sakit?"tanya Arnold khawatir.caca megangukan kepalanya,Caca meremas tangan Arnold degan kuat melapiaskan rasa sakitnya.


Sesampainya di kamar arnold mendorong pintu kamar degan keras mengunakan kaki kanannya.arnold meletakkan tubuh Caca ke atas tempat tidur tak lupa ia juga menyelimuti tubuh dengan selimut.


"Mau ngapain?"tanya Caca kaget karena tiba-tiba Arnold langsung memeluknya.


Arnold tak menjawab dia hanya memberikan Tagannya.


"Untuk apa?"caca yang ngak ngerti sama sekali maksud Arnold.


"Kamu bisa mengigitnya siapa tau itu bakalan ngurangin rasa sakit perutmu"ucap Arnold meyakinkan.


"Jika tidak aku yang akan mengigitmu"ucapnya tersenyum nakal.


Awalnya Caca ragu bagaimana bisa pria ini menyerahkan tangannya kepadanya untuk di gigit.tapi karena saking sakit perutnya ia terpaksa melakukannya.


Arnold mendekatkan tubuhnya memeluk tubuh Caca ke dekapannya.mata Caca melotot melihat apa yang arnold lakukan tapi jujur saja ia nyaman dalam posisi ini Sekarang karena merasa nyaman Caca mendekatkan tubuhnya lalu memeluk tubuh arnold dengan erat.


Caca mendogak ke atas menatap wajah Arnold memastikan pria itu apa dia akan kesakitan.namun yang terjadi malah sebaliknya Arnold tidak merasa sakit sama sekali ia bahkan terlihat tersenyum bahagia.


"Menyebalkan"batinya mengigitnya Dengan kuat.


"Kenapa dia masih bisa tersenyum sih bukankah aku mengigitnya Dengan kuat sekali"


Caca melepaskan gigitannya dari tangan Arnold ia memeriksa Giginya dengan tangannya.


"Apa gigiku tidak tajam?"gerutunya karena penasaran Caca mengigit tangannya sendiri.


"Awww"


"Kenapa sakit sekali"ucapnya mengosok-gosok tangannya yang ia gigit.


Arnold menarik senyumnya.ia mengusap tangan Caca.


"Kenapa melukai diri sendiri?"


"Kenapa kau tidak sakit sama sekali?"tanyanya dengan serius.


"Aku tidak akan terluka dengan mudah. jika itu terjadi Bagaimana aku bisa melindungi


Banteng kecilku ini"mencubit hidung Caca yang terlihat gemess.


"Sudah berapa banyak wanita terpikat dengan bualanmu itu.mendegarnya saja aku ingin muntah"Ketusnya kembali mengigit tangan Arnold.


"Akhh"jerit Arnold kali ini sakit Caca mengeluarkan semua tenaganya.


"Gadis ini sangat kejam"gumamnya.

__ADS_1


"Sepertinya aku mendengar sesuatu?"ucapnya dengan tatapan mengintimidasi Arnold.


"Ak___aku tidak mengatakan apa-apa" tersenyum terpaksa.


"Benarkah?"ucapnya memastikan apa benar ia salah dengar.arnold megangukan kepalanya yang artinya ia.


Caca yang megantuk akhirnya terlelap tidur dengan tidak melepaskan gigitannya dari tangan Arnold juga ikut terlelap tidur.


"Sayang kau sudah pulang?"ucap intan menyambut kedatangan suaminya.


Harun tak memperdulikan keberadaan istrinya.


"Terimakasih dit sudah mau mengantar paman"


"Sama-sama.Kalo ada apa-apa Jangan sunkan untuk mintak tolong Adit siap bantu paman"


Harun mengangguk kepalanya sambil menepuk pundak Adit.


"Oh.. ya paman aku sudah meyuruh orang-orang untuk mencari keberadaan Caca"


"Bagus dengan begitu akan memudahkan kita untuk tahu di mana keberadaan Caca"tuturnya.


"Baiklah kalo begitu saya permisi paman, Tante"


"Hati-hati di jalan"sahut harun.mobil Adit melaju meninggalkan kediaman Harun pun masuk ke dalam rumah ia tak memperdulikan istrinya sama sekali.


"Mas?"


"Masss?


"Massss?"teriaknya


Harun masih tidak memperdulikan apa yang di katakan intan Harun pergi ke kamar untuk istirahat.


"Mass?"pekiknya intan yang marah karena tidak terima dengan sikap suaminya yang dingin Dengannya.


Ia membuang vas bunga yang ada di atas meja membuatnya pecah berhamburan.


"Gadis nakal itu membuatku dalam masalah saja.meskipun keberadaannya tidak ada tapi ia selalu saja membuatku dalam masalah"


"Kamu kenapa sih mas lebih sayang dengan keponakanmu dari pada aku istrimu sendiri"pekiknya marah.


"Lihat saja jika aku menemukannya aku akan langsung mengulitinya hidup-hidup" geramnya.


"Tunggu! Kemana gadis itu pergi.mereka membawanya ke mana?"


"Untuk apa Aku memikirkan Gadis nakal itu Jika mereka menjualnya itu bahkan lebih baik"


"Mass?.ada apa sebenarnya apa aku berbuat salah"


"Jika ia maafkan aku"


"Ini bukan salahmu.aku yang salah tidak becus menjaga kepokanku sendiri, apa yang harus aku katakan dengan kakak dan kakak ipar"ucapnya tak berdaya.


"Sayang kau ini Kenapa?"


"Semua ini bukan salahmu.gadis nakal itu"geramnya.


"Aku harap ini tidak ada hubungannya denganmu"


"Mas kamu nudu aku gitu?"

__ADS_1


"Ngak mungkinlah aku sampai setengah itu mas, apalagi Caca itu kepokanku sendiri" sambungnya.


"Aku berharap begitu"ucapnya dingin


"kenapa kau tidak megankat telponku" gerutunya kesal meghentak-hentakkan kakinya.


"Tuan"pangil Ethan sembari melihatkan ponselnya.


"Katakan saya banyak pekerjaan"pintanya.


Ethan mengangkat telepon dari finka ia megatakan sesuai dengan perintah Arnold.


Hallo...


"Ethan.apa di sana ada Arnold?"tanyanya.


"Ya"jawab Ethan singkat tak lupa juga ia menyalakan log speaker.


"Kalo begitu berikan ponselnya aku ingin bicara dengannya"


"Maaf tapi tuan sedang ada pekerjaan"


tolaknya.


"Tidak bisakah sedikit saja"ucapnya dengan memohon.


Ethan melihat ke arah Arnold sebelum ia megatakannya, mendapat kode dari Arnold Ethan langsung mengerti.


"Tidak bisa,tuan sangat sibuk dengan pekerjaannya ia tak bisa di ganggu"


"Kau seperti robot"pekiknya.


"Aku tahu kau setia dengan tuanmu itu makannya kau melakukan apa yang Arnold minta"pekiknya kesal.


"Katakan padanya bahwa aku sangat merindukannya.aku juga ingin meminta maaf"ucapnya.


"Dan juga bilang aku mengajaknya makan malam besok aku menunggunya untuk datang ke restoran.aku akan mengirimkan lokasinya"


"Bilang aku akan menunggunya sampai ia mau datang aku tidak akan pergi dari sana sebelum ia datang"ucapnya dengan semagat lalu menutup telponnya.


"Tuan?"


"aku mendegarnya semuanya"pekiknya.


Arnold berdiri di depan ujung jembatan dermaga dengan Ethan terlihat mereka sedang melakukan pekerjaan gelapnya.


"Tuan semua sudah siap.kami akan berangkat sekarang"ucap anak buah Arnold.


"Semua barang sudah masuk semua?"


"Sudah tuan"


"Baiklah kalian hati-hati jangan sampai ada masalah,aku tidak ingin mendengarnya"


Arnold dan juga Ethan meninggalkan jembatan dermaga itu,anak buah Arnold sedang melakukan pekerjaan mengantarkan semua barang mereka ke konsumen terbesar mereka di negara luar.


Arnold sengaja tidak ikut pergi ia khwatir dengan keadaan wanitanya jika ia pergi siapa yang akan menjaga wanitanya selama dia pergi.


"Jika itu bukan kau,kenapa kalian memiliki kesamaan?"batinnya


"Kamu ke mana sebenarnya aku mencarimu,apa yang terjadi dengan keluargamu?"batinya Arnold memijit-mijit keningnya yang terasa pusing.

__ADS_1


__ADS_2