Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
45.


__ADS_3

Finka sedari tadi tak henti-hentinya tersenyum suasana hatinnya sedang baik.yang saat ini tengah berkendara di jalan tiba-tiba saja sebuah selebaran kertas menempel di kaca depan mobilnya.


"Ini siapa sih yang membuang brosur ngak jelas di tengah jalan,nganggu tau ngak" umpatnya kesal.


Finka turun dari mobilnya untuk menyingkirkan brosur yang menghalangi pandangannya melihat ke arah jalan.


"****"ucapnya dengan jijik megambil brosur itu dari kaca depan mobilnya.


"Orang hilang ngvain dicari ngak penting bangett"ucapnya membaca artikel brosur tersebut.


Tiba-tiba saja kedua fupil mata finka menjadi terbelalak melihat gambar seseorang dari brosur tersebut,karena tidak terlalu jelas Finka melepaskan kaca matanya.


Yang benar saja seolah ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya finka mengosok-gosok matanya yang ternyata penglihatannya tidak salah ia tak salah lihat dengan gambar itu.


"Inikan gambar bocah nakal itu?"tuturnya.


"Ternyata Arnold menculiknya, lihat saja apa yang akan aku lakukan dengan bocah itu akan aku Pastikan kau akan kehilangan bocah itu"ucapnya percaya diri


Finka yang mempunyai rencana ia megambil senyumnya memasang kembali kaca matanya lalu masuk kedalam mobil Finka pun meninggalkan tempat itu.


Sepanjang perjalanan Finka tak henti-hentinya melihat kearah gambar brosur orang hilang yang membuatnya semangkin kesal dengan gambar Caca yang lebih cantik darinya.


"Kenapa kau tersenyum begitu ha?"pekiknya marah.


"Lihat saja bagaimana aku akan menghancurkan semyummu itu! sehingga kau tidak bisa lagi untuk senyum"


"Kau pikir kau itu siapa,beraninya ingin mengambil Arnold dariku"umpatnya kesal meremukkan gambar Poto Caca.


Finka meluapkan emosinya selama ini yang disimpannya ternyata Arnold tidak bisa dihubungi mengatakan sibuk dengan pekerjaannya.


"hanya karena bocah sialan ini"pekiknya.


"Hallo"


"Iya"jawab pria yang menerima telpon dari Finka.


"Lihat saja apa yang akan terjadi"batinya.


"Maaf ini siapa ya"Tanya Pria itu.


"Saya menemukan brosur orang hilang tertera Nomor telpon ini?"ucap Finka.


"Iya benar!apa kamu melihatnya,dimana keponakanku sekarang"ucap Harun bersemangat.


"Apa kau pamannya?"


"Iya benar aku pamanya dimana dia sekarang?"


"Sialan!tidak sabaran"batinya.


"Hallo"ucap Harun yang tidak mendegar jawaban dari penelponya.


"Sebenarnya keponakanmu itu tidak bersama saya,tapi saya tau dia sekarang ada dimana"tuturnya.


"Dimana dia sekaran?"


"Aku punya syarat jika kau ingin menjemput keponakanmu itu jangan membawa polisi bersamamu,aku takut akan terjadi sesuatu pada keponakanmu itu"

__ADS_1


"kau sedang tidak berbohong kan?"tanya Harun memastikan.


"Aku akan mengirimkan fotonya nanti +lokasinya kau tunggu saja kabar dariku"Finka langsung menutup telponnya.


"Hallo"


"Hallo"


"Aku harus mengabari Adit sekarang"ucap Harun yang langsung menelepon Adit.


"Iya Paman"jawab Adit dari sebrang telpon.


"Barusan seseorang wanita menelpon katanya dia tahu dimana Caca berada"


"Caca dimana sekarang"ucap Adit.


"Kita harus menunggu sampai dia mengabari untuk mengirimkan lokasinya"


"Aku akan kesana sekarang"tuturnya.


"Aku tidak akan memaafkan orang-orang yang sudah berani menculik Caca"ucapnya dengan geram megepalkan kedua tangannya.


"Lihat kakak dan juga kakak ipar Putri kalian sudah ditemukan,aku akan menjaganya dengan baik,aku tidak akan mengecewakan kalian untuk yang kedua kalinya"ucapnya menatap kearah langit.


Tidak lama kemudian Adit tiba dirumahnya Harun yang kala itu Tengah melihat ke arah langit yang cerah.


"Paman?"pangil Adit dari kejauhan Harun yang melihat itu melambaikan tangannya Adit buru-buru menghampiri Harun.


"Apa yang wanita itu katakan?"tanyanya.


"Apa wanita itu bisa dipercaya paman?"tanya Adit yang ragu dengan apa yang bdi katakan wanita itu.


"Kita tunggu sampai dia mengirimkan lokasinya"tutur Harun sejujurnya dia juga memikirkan hal yang sama dengan Adit.


Saat ini Caca sedang bersama galine, awalnya Caca susah untuk keluar kamar tapi ia berhasil membenarkan posisi Arnold tidur dengan benar saking pulasnya arnold tidur sampai tidak terbagun sama sekali.


Saat ini mereka sedang berkebun di halaman depan rumah.


"Yang ini mau ditanam di mana ma?"tanya Caca sembari melihatkan bunganya.


"Disini saja"ucap galine.


"Baik ma"jawab Caca.


Saat ini Caca sedang megali tanah untuk menanam bunganya,yang membuat Caca bingung Kenapa mamanya memilih bunga-bunga yang ada di makam ia menjumpai bunga-bunga itu tidak asing ia sering melihatnya di makam bahkan dimakam ayah dan ibunya juga ada.


Mobil Finka berhenti di sebuah mension milik Arnold.


"Berhenti"ucap penjaga gerbang.


"Apasih!bukain pak saya mau masuk"ucap galine malas.


"Maaf orang asing tidak di perbolehkan untuk masuk"tegasnya.


"Bapak saya ini calon istrinya Arnold!bukain sekarang ngak kalo ngak mau saya akan mintak Arnold untuk pecat bapak"


"Mau dipecat?"ancamannya.

__ADS_1


"Tetap tidak boleh"


Finka yang kesal dengan penjaga gerbang itu untuk meluapkan emosinya iapun turun dari mobilnya.


"Sepertinya bapak baru bekerja disini.jika saja calon suami saya Arnold melihat bapak memperlakukan saya seperti ini pasti bapak akan langsung dipecat"pekiknya marah.


Arnold baru saja mengaggati penjaga gerbang karena Arnold tahu ia akan membukakan pintu gerbangnya untuk Finka masuk ke dalam.


Ia akan percaya dengan apa yang dikatakan oleh Finka bahwa ia adalah calon istrinya, dengan ancaman akan dipecat.


"Bapak tidak degar apa"pekik Finka yang tidak mendapatkan jawaban dari pria dihadapannya.


Finka yang melihat mamanya Arnold Tengah berada di dalam.


"Tante?"


"Tan?"pangil Finka dengan keras berusaha didegar oleh galine.


"Tante galine?"pangilnya dengan keras.


Galine yang mendegar seseorang memanggil namanya ia mencari sumber suara itu berasal.melihat reaksi galine yang mendegar panggilannya finka pun langsung melambaikan tangannya.


"Tante aku di sini?"teriaknya.


"Wanita itu lagi"batin Caca yang melihat Finka.


"Ma!ini gimana"ucap Caca yang tidak dipedulikan oleh galine.


"Sialan! kenapa juga harus dateng kesini"umpatnya kesal.


"Tante lihat dia tidak mempersilakanku masuk"ucapnya manja.


"Mulai nih Cepu"batin Caca yang berada di antara mereka.


"Maaf nyonya saya hanya menjalankan tugas"jawab penjaga itu memberi hormat menundukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa,bukain sekarang"pintah galine.


"Tapi nyoya"ucap penjaga bitu ragu-ragu.


"Apa kau tuli haa"pekik Finka kesal.


Dengan ragu pegawal itu membukakan gerbang untuk Finka.


"Oh ya ini tolong parkirkan"ucap Finka yang langsung meleparkan kunci mobilnya.


"Sombong sekali"batin Caca.


"Tante sedang apa tadi aku lihat Tante sedang sibuk sendiri?"ucapnya yang sepertinya tidak melihat keberadaan Caca sama sekali.


"Apa kau tidak lihat ada aku"ucap Caca dengan malas.


"Aku tidak melihatnya"ketus Finka.


"Sudah-sudah"ucap galine yang coba melerai mereka berdua.


"ohh ya... Tante Finka bawain Cake untuk untuk Tante"ucap Finka sembari meninggikan faperbagnya.

__ADS_1


__ADS_2