Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
62.


__ADS_3

Mengangkat dagu Caca agar menatapnya.


"Tidak apa-apa,aku akan memberikan apapun untuk membuatmu bahagia"ucapnya.


"Apapun?"ucapnya antusias.


"iya...... jangan sedih lagi ya"Ucapnya lalu tersenyum.


Caca yang kala itu bahagia ia hanya mengangguk-angguk kepalanya tersenyum seperti Arnold.


Setelah mendepatkan ikan yang diinginkannya Caca pulang dan Arnold megatar Caca sampai kerumahnya.


"Kamu masuk ya,besok kita main lagi"ucapnya.


Caca yang tadi bahagia seketika senyumnya memudar Arnold kecil yang melihat itu jadi bingung kenapa ekfresi nya bisa berubah tadi baik-baik aja sekarang kenapa jadi sedih.


Caca tidak menjawab ataupun berjalan masuk kedalam rumah ia malah menundukkan kepalanya dan memasang raut wajah sedihnya.


"Kamu kenapa lagi?"memegang pundak Caca.


"Aku sedih aku megigikan ikan ini"


"Kamu sedih cuman karena ikan ini?"ucapnya,dan Caca megangguk sebagai jawabannya.


"Ikan ini kan punyamu,aku memberikannya khusus untukmu maka kau rawat dan jagalah dia sepenuh hatimu"


"Jadi kau serius memberikannya padaku secara cuma-cuma?"Ucapnya memastikan bahwa tidak ada maksud lain.


Caca berpikir Arnold memberikan itu Secara gratis atau tidak karena jika tidak mana mungkin Caca bisa membayar hutangnya harga ikan itu juga mahal darimana anak kecil perempuan itu bisa mendapatkan uang sebanyak itu.


"Jadi kau sedih karena itu aku tidak akan meminta ganti uangku"ucapnya.


"Yeyey, terimakasih"ucapnya tersenyum bahagia.


"Kalo begitu kau masuklah"ucap Arnold kecil.


"Dadah aku masuk duluan ya"ucap Caca berjalan masuk kedalam rumahnya.


Sebelum Arnold benar-benar pergi Caca tidak akan menutup pintunya.


Arnold kecil melambaikan tangannya lalu berjalan pergi meninggalkan rumah Caca kecil.


Flashback off:

__ADS_1


"Maafkan aku ak__aku melupakan mereka"ucapnya sedih.


Caca merasa kecewa kepada dirinya sendiri selama ini dia tidak menyadari bahwa ikan itu adalah ikanya sendiri.


"Jangan mintak maaf padaku,mintak maaf lah pada mereka"ucap Arnold melihat ke arah kolam.


Caca yang paham akan hal itu ia menghampiri kolam ikan itu terlihat dari kedua ikan itu kini sudah tumbuh besar warna mereka juga sangat cantik.


Caca terlihat berjongkok disisi pinggir kolam sembari tangannya di masukan kedalam air dan membuat percikan-percikan kecil oleh tangannya ia memainkan air kolamnya.


Air di kolam itu jernih karena satu Minggu sekali diganti Arnold meyuruh pelayanya untuk meganti air kolam yang pastinya karena jernih ikan disana pasti terlihat dan juga kolamnya tidak terlalu dalam.


"Aku sebenarnya malu mengatakannya,aku juga sadar selama ini aku berdosa sama kalian"


"Apa kalian ingin mendengar permintaan maaf dari orang yang telah mencampakkan kalian?"


"Apa aku pantas untuk dimaafkan oleh kalian?"


"Sebenarnya aku tidak yakin kalian masih hidup,karena aku meninggalkan kalian begitu saja"


"Hikssss.......hiksss... Maafkan Aku"air mata Caca kembali jatuh megenai pipi chubbynya.


Seseorang menghapus air mata itu dari pipi chubbynya pria itu lalu tersenyum.


"Tapi nyatanya aku memang jahat, bahkan aku tega meninggalkan mereka berdua sendirian"


"Maka cobalah cara ini"memberikan makanan ikan.


"Apa mereka mau memakannya?"tidak percaya kalo ikannya akan memakan makanan pemberiannya.


"Untuk itu kamu harus mencobanya"berusaha meyakinkan.


Arnold lebih dulu memberikan makanannya namun ikan itu seolah tidak melihat adanya makanan mereka sibuk dengan bermain-main mulai dari muncul ke permukaan air lalu berenang-renang bolak-balik yang di lakukan keduanya.


Arnold sudah biasa melihat Karena semenjak Caca pergi dari mensionnya mereka berdua menjadi mogok makan.


Caca khawatir jika mereka terus-menerus tidak makan maka mereka akan mati.caca memejamkan matanya menghela nafasnya dan berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia bisa melakukannya.


"Aku akan mencobanya"batinya.


Caca megambil kantung makanan itu dari tangan Arnold ia megabil sedikit karena ia tidak yakin mereka akan memakannya seperti yang dilihatnya Barusan.


Ia mencelupkan tangannya di air dan membuka tangannya sembari menutup matanya ia tidak sanggup melihatnya sendiri.

__ADS_1


Tapi seketika Caca merasakan ada sesuatu yang mengigit kecil tangannya dan sesuatu benda mengenai tangannya beberapa kali.


Arnold tersenyum melihat itu.


"Aku tidak salah memilihmu,kamu orang yang baik"ucapnya.


"Apa kau tidak mau melihatnya?"ujarnya.


Caca memberanikan diri untuk membuka matanya,setelah melihat apa yang barusan dilihatnya terulas senyum di bibir itu.


"Terimakasih"ucapnya.


"Apa itu tandanya kalian memaafkanku?"


"Aku tau kalian ikan yang baik"mata itu kembali menitikan air mata.


"Jangan Menagis mereka juga sudah memaafkanmu"ujarnya Kembali menghapus air mata Caca.


"Ini air mata bahagia tau"ucapnya karena merasa malu.


"Kalo mereka bisa ngomong pasti mereka bilang gini,wanita manis ini sangat cenggeng"godanya.


"Apa iya mereka bilang gitu"jawabnya polos.


Arnold terkekeh mendegar perkataan Caca pasalnya wanita ini sangat polos mana mungkin ikan bisa ngomong.


All ikan:segini doang ni makanan,mana pada bucin lagi ngak tahu tempat.


"Kamu kemana aja selama ini,dan Kenapa bulan sama bintang bisa ada di kamu?"


"Waktu itu papa ditugaskan keluar negri karena kerjaan papa banyak disana dan lama papa memutuskan untuk mengajak kami ikut bersamanya"arnold menceritakan semuanya.


"Malam itu tepat kejadian kecelakaan"


Degg.......


Seketika hati Caca terasa sakit Kala mengingat kejadian kecelakaan 5 tahun yang lalu yang merenggut ibunya darinya.


Caca juga sudah mulai ingin melupakan kejadian itu tapi dia sudah berusaha untuk tidak megigatnya namun ia tidak bisa.


"Aku sama sekali tidak tahu bahwa papa mengalami kecelakaan malam itu, karena papa tidak bilang mama juga sudah bertanya pada papa waktu ditelpon karena mama mendegar teriakan papa"


"Tapi papa bersikeras untuk tidak jujur dan dia berbohong ia mengatakan bahwa dia melihat seekor monyet liar yang tiba-tiba menyebrang jalan"

__ADS_1


"Mama percaya aja apa yang diomongkan oleh papa dan kami pun berangkat ke bandara sebelum itu aku mencarimu kerumahmu tapi aku melihat tidak ada orang sama sekali dirumah"


__ADS_2