Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
34.


__ADS_3

"Jika tidak aku mungkin tidak akan bertanya"ketusnya.


"Ethan, Kom?"panggil arnold.


"Ya tuan!!"jawab mereka serentak.


"Ikuti Caca"pintanya.


"Kenapa tuan tidak ikut denganku?"


"Aku tidak ingin membuatmu merasa tidak nyaman"Ucapnya langsung memberikan black card.


"Haa.."Caca menghela nafasnya lalu pergi meninggalkan Arnold.


"Apa tuan tidak akan mengikutinya?"tanya anak buah Arnold.


"Sepertinya nona sedang marah tuan"


"Aku tahu itu"Ucap Arnold pergi ia lebih memilih untuk menunggu di dalam mobil.


"biar saya bantu?"tawar Kom.


"Baiklah ini"ketus Caca kembali memelih pakaian.


"Saya telah memata-matai dia baru-baru ini,dia selalu kembali ke rumah utamanya"ucap krit melapor pada bosnya.


"Dia tidak lagi menginap di hotel, tetapi saya belum tahu kalo arnold memiliki kekasih seperti yang dikatakan oleh orang kita"


"Maaf boss mata-mata kita menelpon. permisi"


"Angkat teleponnya dan nyalakan speakernya"pintanya.


"Saya melihat arnold dengan wanita,yang tinggal di mension miliknya di pusat perbelanjaan di dekat taman"ucap seseorang dari seberang telepon.


"Apa kau yakin?"ucap Evan meyakinkan impormasi yang di dapat.


"Iya bos!dia sangat cantik kulitnya berwarna putih"Evan tersenyum smirk menatap gelasnya yang berisi wine ia memain-mainkannya.


"Baiklah aku akan melihatnya sendiri"ujarnya.


"Aku harus memanggilmu apa?"tanya Caca yang bingung harus memanggil Ethan atau paman soalnya ia bingung ia masih sangat muda di Banding Ethan yang umurnya tidak jauh dari Arnold.


"Nona bisa memanggil saya dengan Ethan"jawab Ethan.


"Iya kayaknya sih lebih bagus"


" Ethan Apakah Kamu tahu berapa umur tuan Arnold?"ucapnya mendekat sedikit berbisik.


"Saya pikir umurnya 27tahun"jawab Ethan dengan ragu-ragu.

__ADS_1


"Dia bahkan tidak muda lagi.bahkan sudah tua, kenapa dia mudah sekali marah dengan hal-hal kecil?"


Ethan dan juga Kom saling menatap satu sama lainnya, mendegar Caca mengatai tuannya bahwa ia sudah tua Caca mempunyai keberanian yang sangat tinggi.jika saja orang lain yang mengatakannya merek tidak akan tahu nasibnya.


"Kenapa kalian tertawa?"ketus Caca yang melihat Ethan dan juga Kom sedang cegigisan.


"Ini semua bagus"gumamnya ia segaja membeli banyak barang-barang yang harganya mahal,Caca ingin tahu apa Arnold akan membayarnya atau malah mengembalikannya lagi ia juga ingin tahu sekaya apa arnold yang akan membiarkannya belanja dengan sepuasnya menggunakan kartu kredit miliknya, atau malah marah kepadanya karena belanja dengan harga yang mahal.


Saat Caca ingin membayar semua barang-barang belanjaannya tiba-tiba saja seorang pria datang menghampirinya Caca bahkan sama sekali tidak mengenalnya.


"Hai!!"sapa pria itu.


Caca melihat kiri kanan dan belakang.


"Saya lihat belanjaan anda banyak sekali?"ucapnya.


Caca menunjukkan ke arah wajahnya sendiri apa pria itu sedang berbicara kepadanya.pria itu menganggukan kepalanya yang mengiyakannya.


"Ohh...tapi saya tidak mengenal anda?"


"Kenalkan saya"ucap pria itu mengulurkan tangannya.


Belum sempat Evan megenalkan dirinya Ethan dan juga Kom langsung menghentikan, mereka sedikit terlambat karena Caca berjalan lebih dulu.


"Kenapa?"tanya Evan yang kaget dengan Ethan dan juga Kom.


"Tunggu!!"ucap Evan mencegah langkah kaki Caca.


"Ini kartu nama saya,jika kau perlu bantuan kau bisa menghubungi saya.dan juga jika kau ingin tahu tentang pekerjaan Arnold saya bisa bantu saya tahu sedikit tentang bisnis yang di jalankannya"ucap Evan memberikan kartu namanya.


"Mari non"ujar Ethan menjauhkan tangan Evan dari tangan Caca agar tidak menerima kartu nama itu dari Evan.


Caca yang penasaran dengan perkataan pria di hadapannya ia megambil kartu nama itu,ia berfikir itu akan berguna suatu hari nanti.


"Kita lihat saja nanti arnold"geramnya.


"Wanitamu ini akan saya gunakan sebagai kelemahamu"


Caca yang baru saja keluar dari mall di ikuti oleh Ethan dan juga Kom yang baru saja menyelesaikan pembayarannya total semua belanjaannya 500jt.


"Itu bukan jumlah yang sedikit"gerutunya yang tidak terima dengan kasirnya, sejujurnya bukan ini yang ia inginkan ini malah berlebihan menurutnya.


"Tidak pasti mereka salah menghitungnya"ujarnya yang ingin kembali masuk untuk mengembalikan semua barang-barangnya karena tidak jadi dibeli.


"Caca"panggil Pria yang melambaikan tangan ke arahnya.


Caca yang menyadari seseorang memanggil namanya tapi entah dari mana asalnya pada akhirnya Caca melihatnya pria itu berjalan ke arahnya.


"Adit"sapa Caca sepertinya ia mengenal pria di hadapannya.

__ADS_1


"Ca kamu kemana saja?"tanya pria itu sepertinya mereka berdua sangat akrab.


"Ini aku ada disini"jawab Caca polos pasalnya ia ngak nyaka banget bisa bertemu dengan Adit ketua OSIS di SMA nya yang sangat populer di sekolahnya ia juga sempat naksir Dengannya.


"Bukan itu maksudku Kamu kemana aja selama ini kok ngak ada kabar?"tanyanya.


"Ohh.....ak___aku"Caca ragu untuk megatakanya ia tidak mungkin bilang kalau dia sekarang di culik.


"Anda Siapa?"tanya Ethan seperti mengintimidasi pria itu ia juga memberikan tatapan tajam kearahnya.


Ia tidak akan membiarkan siapapun mendekati wanita tuannya, karena itu tugasnya untuk selalu menjaganya.


"Ethan berhenti deh!aku mengenalnya"ucap Caca dengan malas menatap Ethan.


Ia kesal dengan sikap Arnold yang meyuruh semua orang untuk mengawasinya, bahkan membatasinya untuk berinteraksi dengan semua orang.


"Tapi non!!"ucap Kom


"Jika kalian seperti ini aku tidak akan pulang"ancamannya.


"Mereka Siapa?"tanya Adit yang merasa asing dengan pria tengah bersama Caca.


"Mereka"ucap Caca tersenyum kali ini ia juga bingung harus jawab apa tidak mungkin ia megatakan mereka adalah anak buah Arnold untuk menjaganya.


"Mereka.eeeee"ucapnya lama berfikir ia berusaha mencari alasan.


"Pasti Pamanmu meyuruh mereka untuk menjagamu ya?"ucap Adit.


"Iya.haha"ucap Caca yang terpaksa berbohong.


"Pasti kamu sekarang sibuk ya ngurusin bisnis pamanmu?"


"Bisnis?"ucap Caca yang benar-benar tidak tahu.


"Iya Paman kamu sekarang barnya di mana-mana,bahkan rame banget pengunjung yang kesana"jelasnya ia juga merasa aneh kenapa Caca tidak tahu kalo bisnis pamannya semangkin meningkat bahkan memiliki banyak cabang bar sekarang.


"Ohh...it____itu"ucap Caca tersenyum Pura-pura tahu sebenarnya tidak.ia juga baru tau sekarang kalo bukan Adit yang bilang.


Andai saja anak buah Arnold tidak ada disini Caca ingin sekali memberi tahu yang sebenarnya bahwa ia sekarang diculik.


"Kita harus pergi sekarang tuan sudah menunggu kita"ucap Ethan kembali megigatkan Caca.


"Dit aku pergi duluan ya"ucap Caca berjalan pergi dan diikuti oleh Ethan dan juga Kom sesekali Caca menoleh ke belakang Melihat ke arah Adit.


"Rasanya seperti ada yang aneh?"batinnya


"Aku harus mencari tahunya, sendiri"


"Arnold"batinnya bisa-bisanya Pria itu tidak megizikannya untuk berbicara dengan seseorang yang ia kenal.bahkan menepatkan mereka berdua untuk mengikutinya.

__ADS_1


__ADS_2