Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
7.sikap lembut Arnold


__ADS_3

"pertemuannya di majukan besok,jadi lusa sudah bisa pulang!Emangnya kamu ngak kangen apa sama suami mu ini?"goda pak Harun pada istrinya.


"Iih mas gombal deh"ucap intan yang tersipu malu


"Ahh ngak papa kan gombal kamu kan istri aku"


"Alah palingan cuman boong kamu bohong kan mas"


"Aku ngak bohong sayang aku beneran kangen kamu dan juga Caca"


"Anak nakal itu"ucap intan dengan kesal tanpa sengaja.


"Siapa yang nakal"ucap pak Harun yang tak segaja mendegar perkataan intan.


"Aduhh aku lupa kalo suamiku itu pamannya anak nakal itu"batinnya


"Itu Lo mas tadi ada anak-anak kecil lewat selalu saja main di tengah jalan kalo ketabrak mobilkan bahaya mas"ucap intan yang berusaha meyakinkan suaminya.


"Emangnya kamu lagi di mana sekarang?"


"Ini sayang aku lagi di rest___"


"Sama Caca juga kan di mana cacanya aku mau ngomong sama dia"


belum sempat intan menyelesaikan kalimatnya suaminya sudah memotong pembicaraan.


"Gimana ini Caca kan belum pulang dari semalam kenapa sih harus nyariin itu anak biarkan saja dia ngak pulang sekalian aja mati".batin intan


"Ini sayang Caca baru aja pergi ke toilet, Emangnya kamu mau ngomong apa nanti aku sampaikan"lagi-lagi intan berbohong.


"Ngak juga penting sih tapi aku mau ngomong langsung sama Caca".


Hallo.......


Hallo,,,, hallo mas


Hallo,,,,, sayang


Hallo...


Tiba-tiba telponnya mati


"Kenapa sih harus nanyai anak itu terus, sebenarnya yang istrinya kamu itu aku atau Caca sih kenapa harus nanyai dia Mulu"ucap intan dengan kesal.

__ADS_1


"Aku harus segera menemukan anak nakal itu jika saja mas harun pulang dia tidak melihat batang hidung anak nakal itu bisa di pastikan pernikahanku akan segera dalam masalah" intan yang berbicara sendiri.


Caca yang di suruh untuk ke kamar lebih tepatnya di ancam untuk pergi ke kamar,Caca masuk kedalam kamar menguncinya pintu kamarnya dan duduk di pinggir tempat tidur.


Ayah....


"Apa kau tidak melihat anakmu ini dalam masalah yallah tolong selamatkan Caca dari pria kejam yang tidak punya perasaan sepertinya,caca berjanji Caca tidak akan pernah membantah perkataan bibik Caca janji apapun yang bibik suruh Caca akan lakukan sekalipun jadi pelayan di bar Caca akan lakukan, tapi tolong bebaskan Caca dari sini Caca ingin pulang yallah Caca tidak ingin disini"


"Buka pintunya"ucap Arnold sambil mengetuk pintu


"Tidak"


"Akan ku dobrak"


"Tamatlah riwayat hidup ku dia akan marah menatapku dengan tatapan yang tajam seperti yang biasa ia lakukan yang begitu menakutkan,dan dia akan langsung menembak kepala ku"batinya,sambil membuka pintu.


"aku mintak maaf"ucapnya dengan lembut menunjukkan raut wajah khawatir merasa bersalah.


Sontak perkataan Arnold membuat caca terkejutt Arnold bisa berbicara dengan lembut dari yang biasanya kasar penuh penekanan tatapan mata tajamnya Arnold seketika hilang wajah datarnya juga tidak kelihatan.


Caca menatap lekat mata Arnold masih tidak percaya dengan perubahan sikap Arnold yang berubah begitu cepat.


Selama ini Arnold tidak pernah menunjukkan sisi lembutnya kepada siapapun itu,ini pertama kalinya seorang Arnold meminta maaf kepada seorang wanita.


Yang di lihat oleh Caca itu bukanlah sikap yang menunjukkan itu benar-benar Arnold, karena jika dia, melihat seorang benar-benar Arnold mungkin Caca akan berpikir dua kali untuk menjaga ucapannya dan juga sikapnya,serta menghilangkan niatnya untuk kabur.


"Aku mintak maaf"Ucapnya berjalan mendekat.


"Aku akan memaafkanmu tapi kau harus menjawab pertanyaanku Kenapa kau menculikku, bukankah kau yang telah menyelamatkanku kenapa kau menculikku?aku kira kau orang yang baik"ucap Caca yang menayakan apa alasan pria ini menculik dirinya.


Caca memberikan tatapan sinis, mempertanyakan pertanyaan yang selalu menjadi pertanyaan dalam dirinya.


"Apa aku pernah melakukan kesalahan kepada dirimu?"Dengan wajah yang begitu serius dan juga mata yang tajam menatap wajah Arnold kali ini Caca mulai memberanikan dirinya meskipun ada ketakutan yang tersembunyi tapi dia menepisnya karena dia ingin tahu apa alasan pria ini menculik dirinya.


Arnold tidak menjawab satu pertanyaan pun yang ditanyakan oleh Caca.


Arnold mendekatkan wajahnya Caca yang memalingkan wajahnya tidak mau melihat Arnold.


Arnold memalingkan wajah caca untuk melihat ke arahnya.arnold Perlahan-lahan menurunkan wajahnya ingin mencium bibir pink caca.


Caca yang melihat itu dia ingin sekali manapar wajah Arnold tapi dia tidak mempunyai kemampuan untuk melakukanya.


Tiba-tiba seorang pelayan datang Mengetuk pintu

__ADS_1


"Tuan sarapan sudah siap"ucap pelayan


Seketika Arnold harus menundanya


Akh....


"Baiklah"jawab Arnold dari dalam kamar


Caca yang melihat Arnold mengurungkan niatnya merasa lega akhirnya dia selamat


Kruyuk......


Kruyuk.....


Kruyuk.....


Suara dan getaran perut laparnya tidak bisa berbohong kalau Caca butuh makanan, karena 2 hari terakhir ini Caca sama sekali tidak makan dia hanya minum air putih dan juga hanya makan roti tawar mana kenyang, bibiknya sama sekali tidak mengizinkannya untuk makan nasi dia hanya di kasih roti dan air putih, semenjak pamanya pergi ke luar kota bibiknya tidak pernah masak di rumah dia selalu makan di luar Caca inginasak sendiri tapi tidak ada bahan makanan yang mau di masak bibiknya sama sekali tidak belanja.


Caca ingin makan di luar tapi tidak punya uang apalagi bibiknya tidak pernah mengajaknya makan diluar,malam itu dia kira bibiknya akan benar-benar megajaknya makan ternyata tidak di malah di suruh bekerja jadi pelayan di sebuah bar milik paman dan juga bibiknya.


"Kita turun sekarang"jangan membuatku marah


"Aku tidak akan turun sebelum kau memberikan jawabanmu"Ucapnya tegas membuang muka tidak mau melihat ke arah Arnold.


"Baiklah"


"Aku akan menjawab pertanyaanmu setelah kau mau turun kita sarapan bersama"jelas Arnold yang pastinya tidak akan bisa di tawar lagi.


"Kelamaan"


Arnold langsung mengakat tubuh Caca ke atas bahunya membawanya ke luar dari kamar itu.


"Turunkan aku kau selalu saja membawaku Seperti ini,aku bisa jalan sendiri".


"Turunkan aku!" teriaknya memberontak sambil memukul punggung Arnold dengan kedua tangannya.


Aww......


Arnold merasakan Nyeri di punggungnya, karena semalam Arnold berkelahi dengan seseorang yang begitu misterius dia mendapat luka di punggungnya akibat sebetan pisau yang di gunakan musuhnya, seseorang seperti Arnold meliki banyak sekali musuh.


Untung ada Ethan yang langsung buru-buru membawa Arnold ke rumah sakit agar tuannya itu tidak kehilangan banyak darah.


Caca terus memberontak meminta supaya Arnold menurunkannya,tapi Arnold seperti biasa tidak menghiraukan perkataannya.

__ADS_1


__ADS_2