
Jam menunjukkan pukul 08:15 intan mondar-mandir di ruang tamu sudah tidak terhitung berapa kali dia mondar-mandir hanya untuk menunggu Caca pulang ke rumah.
Sejujurnya dia tidak ingin melakukannya tapi dia takut dengan suaminya, karena suaminya begitu sayang terhadap Caca, karena selama ini mereka belum juga di karuniai seorang anak.
"Di mana anak itu Kenapa dia belum juga pulang"ucap intan yang khawatir karena semalam Caca belum juga pulang.
Intan sudah beberapa kali menghubungi Caca dan juga Rere namun mereka sama sekali tidak menjawab telepon intan memutuskan untuk mencari sendiri keberadaan mereka berdua.
Arnold membuka pintu kamarnya Arnold muncul dari balik pintu,melihat Caca terbaring tidur di lantai.
Arnold mengankat tubuh Caca untuk di baringkan di atas tempat tidur tidak lupa ia menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut agar tidak kedinginan Arnold membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang.
"Dia terlihat lebih manis saat ia tertidur"ucap Arnold sambil mengecup kening Caca.
Caca yang tertidur pulas mulai menunjukkan pergerakan dari kelompak mata yang perlahan terbuka,dia berharap setelah dia bangun mimpi buruknya itu akan segera berakhir tapi ternyata tidak ini bukan mimpi buruk yang dia kira ini kenyataan.
Caca kagett kenapa dia bisa tidur di atas tempat tidur seingatnya tadi malam dia tertidur di lantai.
"Perasaan aku teridur di lantai ke Napa bisa di sini apa jangan-jangan dia"ucap Caca yang menduga-duga
Aaahhhhh......
Teriaknya kencang dengan penuh tenaga.
Arnold yang kaget kenapa Caca berteriak dengan kerasnya
"Ada apa?"tanya Arnold yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya terbalut kan handuk yang menutup bagian bawah tubuhnya saja
Lekukan otot-otot dada Arnold yang kekar, otot perut yang six pack.
Caca menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kau kenapa? kenapa kau berteriak keras sekali?"tanya Arnold yang kebingungan Kenapa Caca berteriak.
"Cepat pakai pakaianmu"ujar Caca yang masih menutupi wajahnya dengan kedua tangannya
Arnold yang megerti ap yang di maksud memanfaatkanya Arnold menaikan satu alisnya,dia mulai mendekat ke arah caca.
"Berhenti di sana"teriaknya sambil menahan menggunakan tangannya
Caca mencoba menjauhkan diri dari Arnold dia takut kalo nanti Arnold akan kembali menyakiti dirinya, seperti yang dilakukan oleh Arnold kemarin padanya,bukanya berhenti Arnold malah semangkin mendekatinya.
__ADS_1
"Kau belum menjawab pertanyaan ku"ucapnya menunjukkan wajah datarnya,sambil membelai wajah Caca Dengan lembut.
Caca yang tubuhnya gemetar mendapati perlakuan Arnold menepis tangan Arnold dari wajahnya.
"Apa kau menginginkannya?"ucap Arnold sambil tersenyum.
"Aku ingin pulang"teriak caca
"Berhenti berpikir bahwa kau bisa pergi dari tempat ini, karena aku tidak akan membiarkannya.
Jangan membuatku marah dengan kau menolaknya pergi mandi sekarang,habis itu turun kebawah kita akan sarapan bersama.ucapnya dengan nada suara yang dingin
"Aku tidak akan melakukannya"teriaknya bangkit dari tempat tidur berlari ke luar kamar itu.
Arnold perlahan berdiri, berbalik ke belakang Melihat bagaimana cara Caca pergi dari tempatnya yang begitu besar yang dipenuhi dengan para penjaga yang begitu ketat.
Caca yang berhasil keluar dari kamar itu,mengira bahwa dirinya akan segera pulang ke rumah dan bertemu dengan bibik dan juga pamanya,yang pasti sedang menghawatirkan keadaannya.
Arnold dengan sigap mengambil ponselnya langsung mengirim pesan ke seseorang.
"Jangan sampai dia meninggalkan tempat ini"isi pesan dari Arnold.
"Astaga banyak sekali penjaga di rumah ini,kalo mereka melihatku disini pasti mereka akan langsung menembak kepala ku dan aku pasti akan mati sia-sia di tempat ini".
Caca berbalik kembali ke dalam untuk mencari jalan lain untuk kabur,lagi lagi langkahnya terhenti melihat Arnold dan juga Ethan yang tengah membawa pistol yang di arahkan ke kepala wanita itu tidak lain adalah Rere.
"Berhenti di sana atau wanita ini akan mati"ancam Arnold denganĀ sorot mata yang tajam.
"Apa ya____yang kau lakukan"
"Caca tolong Selamatkan aku tidak mau mati"ujar Rere
"Kak Rere"
"kau memang pria kejam kenapa kau ingin membunuhnya Kenapa tidak aku saja yang kau habisi"ucap Caca yang tidak terima dengan perlakuan Arnold pada Rere.
"Masuk ke dalam kamar sekarang"pekik Arnold dengan wajah datarnya.
"Tembak dia"pinta Arnold
"Caca selamatkan aku"ucap Rere sambil menagis.
__ADS_1
Hikksss....
Ethan yang sudah siap menarik pelatuknya karena mendapat perintah dari tuanya.
"Tunggu, jangan tembak dia aku akan menuruti perintahmu".Caca terpaksa harus mengikuti kemauan Arnold kalau tidak pria ini akan menebak Rere.
Mungkin Lain kali dia pasti akan berhasil melarikan diri.
"Ayok cepat masuk ke kamar"pinta Arnold atau aku sendiri yang akan menebak nya Arnold megambil ahli dia megambil pistol yang di pegang oleh Ethan.
Caca langsung berjalan menghampiri Rere yang tengah berjongkok sebelum menunju ke kamarnya.
"Caca terimakasih banyak,telah menuruti perintahnya"ucap Rere
"Aku tidak akan membiarkan mereka meyakitimu kak"ucap Caca sambil mengelap air mata rere.
"Jaga dirimu baik-baik"ucap Rere pada Caca
"Kakak juga harus jaga diri baik-baik"jawab Caca sambil berjalan pergi menuju ke kamarnya.
Kemana sebenarnya mereka berdua kenapa tidak seorang pun yang melihat mereka pergi,intan telah mendatangi bar milik suaminya namun tidak menemukan mereka intan berfikir mereka tertidur di sana namun nyatanya mereka tidak ada di sana bahkan intan sudah bertanya kepada setiap pegujung yang berada di bar saat malam itu namun mereka menjawab tidak melihatnya,intan juga sudah memeriksa cctv tidak di temukan bahwa Rere,dan juga Caca pergi meninggalkan bar itu.intan juga baru saja pulang dari rumah rere untuk mencari mereka berdua namun mereka berdu tidak ada di sana bahkan tetangga mereka mengatakan bahwa Rere tidak pulang kerumah sedari semalam.
Intan yang panik karena suaminya itu tiba-tiba menelpon.
"Angkat ngak ya?"
Tapi kalo di angkat dia pasti akan menayakan keberadaan anak nakal itu,kalo tidak di angkat dia juga pasti akan tetap menelpon ku dan menayakan keberadaan anak nakal itu.
"Awas aja kalo anak nakal itu pulang aku tidak akan segan-segan untuk mengurungnya seharian di kamar tanpa makan dan juga minum lihat saja nanti".
"Hallo mas"ucap intan
"Oh iya aku mau ngasih tau kalo lusa aku akan pulang"
"Lo kok lusa mas bukannya kamu pulang itu hari Minggu"
"Emangnya kenapa kamu keberatan kalo aku pulangnya lusa"
"Bukan gitu mas kamu kok cepat bangett pulangnya tumben biasanya kamu itu pulang pasti lama".
"Mati kalo mas harun tau kalo aku memperkejakan anak nakal itu di bar dia pasti akan langsung menceraikanku"batinya.
__ADS_1