
Caca yang baru saja menuruni tangga sambil memperhatikan kuku-kukunya berwarna-warni dengan sangat indah dan cocok di warna kulitnya.
"Lain kali aku akan mengecatnya dengan warna yang lain"Ucapnya tak henti-hentinya memperhatikan kukunya yang terlihat indah.
"Dia mempunyai banyak sekali cat kuku,tapi tak mau membaginya,dan Gelang ini sangat cocok dengan warna cat kukunya"gumamnya.
"Itu dia bik"tunjuk inem ke arah Caca.
"Kenapa menatapku seperti itu"ketus Caca yang tak suka dengan inem yang menatap tajam kearahnya.
"Tidak usah belagu begitu!"tutur inem yang tak suka dengan Caca.
"Inem Jangan bicara seperti itu tidak sopan!"
Tegur bik Ida karena inem sudah lancang.
"Dengar tu"sahut Caca.
"Aku tidak peduli, meskipun semua orang disini hormat denganmu,kau adalah pencuri"ucapnya dengan lancang.
"Apa kau mempunyai bukti?"jawab Caca yang percaya diri sambil melipatkan kedua tangannya di bawah dada.
"Tapi aku yakin kaulah yang mencurinya bocah nakal"
"Aku pernah melihatkanmu semua barang-barangku,sekarang cat kukuku hilang semua beberapa perhiasanku juga hilang setelah aku mengajakmu melihatnya kau juga ingin memintanya bukan karena tidak ku kasih kau malah mencurinya?"
"Aku pernah memintanya tapi kau tak memberikannya bukankah itu karma?" Ucapnya berusaha membela diri.
"Karma kau bilang!hey bocah nakal kau mencurinya karena kau menginginkannya bukan?"
"Setelah barang-barangmu menghilang yang tak kau berikan kau menuduhku mengambilnya?"ujarnya sambil menyelipkan rambutnya ke telinganya.
"Tunggu! Bukankah itu gelang milikku? iya benar itu juga chat kuku punyaku"
"Inem kau jangan asal bicara jika Tuan tahu kau akan dipecat nanti"bik Ida kembali mengingatkan inem tentang posisinya di rumah ini kita hanya pelayan sedangkan nona caca adalah kekasihnya Tuan.
" Bik Ida ta____tapi itu semua barang-barang milikku" ujarnya yang tak terima barang-barangnya dicuri apalagi bocah nakal itu kekasih tuanya tidak mungkin Tuannya itu tidak mampu memberikan semua barang-barang mewah untuk kekasihnya.
__ADS_1
"Aku tidak mencuri barang-barangmu Aku baru saja mendapatkannya Tuan Arnold sendiri yang memberikannya"
"Tap____tapi tidak mungkin semuanya sama dengan milikku"ucapnya tidak percaya dengan yang Caca bilang.
"Inem sudah cukup! minta maaf sekarang karena telah menuduh non Caca"ujar bik Ida.
"Aku tidak akan melakukannya" tolaknya dengan melipatkan kedua tangannya di bawah dada.
"Sudahlah aku sudah memaafkannya"
Seketika semuanya menjadi hening tidak ada perdebatan lagi diantara mereka tiba-tiba saja semuanya menjadi diam inem yang tadinya nyolot bahkan menatap caca dengan tajam kini hanya menundukkan kepalanya sembari meremas jemarinya, bik Ida juga melakukan hal yang sama dengan inem ia juga menundukkan kepalanya tidak berani untuk menatap kearahnya.
Caca nampak diam sejenak memasang wajah datarny ada senyum lebar yang tersembunyi.
"Aku tahu kau menyesalinya karena telah menuduhku, aku juga tahu kan pasti membutuhkan pekerjaan ini karena diluar sana susah untuk mencari kerja"tuturnya sembari memperhatikan jari-jemarinya yang terlihat indah.
"Ada apa ini?"ucap pria dengan dingin.
Kini nyali Caca menciut ia tersenyum kecut. ternyata semua orang bukan takut padanya tapi melainkan pria yang tengah berdiri di belakangnya.
"Apa dari kalian tidak ada yang akan menjawab"ucapnya dengan tegas.
Inem yang merasa bik ida kelamaan menjawabnya ia memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan dari Arnold.
"Non Caca, mencuri barang-barang milik
saya juga perhiasan saya ia bahkan tidak mengakuinya lihatlah Tuan cat warna kukunya itu semua cat kuku punya saya, iya bahkan memakai gelang tangan milik saya tapi ia berbohong katanya Tuan yang memberikannya" tuturnya.
"Wanita ini mengadukan semuanya"batinnya,
Sekarang menyembunyikan kedua tangan ke belakang ia bahkan berusaha untuk melepaskan gelang itu yang terpasang dengan indah di tangannya terlihat sangat cocok ia terpaksa melepaskannya karena Arnold menatap tajam ke arahnya ia tahu mata Arnold melihat ke arah tangannya.
Flashback:
Siang itu Caca merasa bosan karena tidak ada yang dilakukannya ia pergi ke halaman mension milik Arnold semua halaman itu sama sekali tidak ada yang menarik untuk dilakukannya tidak ada bunga yang tumbuh hanya batang-batang pohon yang tidak lebat dengan daun, ia bahkan tidak dapat menghirup udara segar.
Karena anak buah Arnold selalu saja mengikutinya kemanapun Caca pergi, Caca yang ingin memetik daun pohon mereka akan langsung megambilkan untuknya untuk dapur pun semua pelayanpun tidak mengizinkannya
__ADS_1
Mereka selalu berkata ini tugas saya non.
Caca yang merasa pasrah dengan nasibnya tidak sengaja lewat di depan kamarnya inem tengah melihat-lihat semua perhiasan miliknya Caca yang tertarik langsung masuk ke dalam kamar inem.
"Non Caca" pangil inem yang terkejut dengan kedatangan Caca tiba-tiba yang entah datang dari mana ia bahkan memeriksa keadaan di luar melihat apakah para anak buah arnold yang menjaga non Caca ada di luar.
"Kau kenapa?tanya Caca yang aneh melihat tingkah inem.
"Di mana para anak buah tuan arnold yang menjaga nona?" tanya inem dengan serius.
"Mereka Semua tengah berjaga di tempat lain"tutur Caca.
"Apa!kok bisa?"pekiknya tidak percaya.
"Iya!aku meyuruh mereka untuk tidak mengikutiku lagi, jika tidak aku akan melaporkannya pada Tuan Arnold karena membuatku marah"ancam Caca.
"Kau megancam mereka?"ucapnya tidak percaya dengan ucapan saja bisa-bisanya ia berani mengancam anak buah arnold dengan mengatasnamakan Arnold.
Dan ia juga tidak habis pikir mereka semua mendengarkan perkataan bocah nakal ini.
"Sudah.sudah kau tak perlu bertanya, sekarang aku yang ingin bertanya kenapa kamarmu penuh dengan barang-barang bagus dan juga aku lihat kau mempunyai banyak sekali perhiasan"tanya Caca seperti mengintimidasi inem.
"Apa kau berpikir aku mencurinya?"
"Aku tidak bilang begitu"
"Karena aku menyukainya"jawabnya sembari memasukkan semuanya kembali pada tempatnya karena merasa tidak aman jika seseorang mengetahuinya.
"Tunggu!!tunggu, Aku hanya ingin melihatnya "ujar Caca sambil memperhatikan salah satu gelang yang terlihat sangat indah ia berfikir gelang itu cocok ditangannya.
Melihat itu.inem langsung mengambil dari tangan Caca dan hendak memasukkannya kembali ditempatnya.
"Aku ingin memilikinya bolehkah aku memintanya?"ucap Caca seolah memohon agar inem dapat memberikan gelang itu kepadanya.
Iya berpikir bahwa inem sukarela akan memberikan gelang miliknya kepadanya.
"Tidak!! jangan itu sangat berharga bagiku" tolaknya dan langsung menyimpan semuanya di dalam lemari menutup pintu lemari dengan rapat-rapat lalu mengunci kembali.
__ADS_1
"Pelit"batin Caca,iya juga melihat di meja rias milik inem. terdapat banyak sekali cat warna ia juga menyukai warna-warna cat kuku itu ia juga berinisiatif untuk memiliki salah satunya.
"Apa! aku boleh meminta satu saja chat kuku itu kau memilikinya banyak sekali tidak baik menyimpannya terlalu lama"ujarnya yang memohon agar diberikan salah satu cat kuku sambil memegang salah satunya berwarna hijau army terlihat ia sangat ingin memilikinya karena matanya memperhatikan cat kuku itu berekspresi yang berlebihan.