
Evan yang pergi begitu saja tanpa memperdulikan kehadiran para tamu undangannya ia pergi untuk mencari keberadaan adik kesayangannya ia tidak memperdulikan tamu undangannya bahkan ia rela kehilangan para investor yang akan membantunya untuk mendapatkan konsensi Kasino yang selama ini ia inginkan.
"apa yang terjadi"ujar para tamu yang hadir.
"Mana bisa dia pergi begitu saja!" tampak semua tamu kesal akan perlakuan Evan.
"Kalau begitu kita pulang saja"ucap salah satu tamu dan disetujui oleh para tamu yang hadir lainnya.
"Semuanya harap tenang"krit yang ingin menenangkan para tamu yang hadir untuk tenang karena ia mencoba untuk menelepon bosnya untuk kembali ke pesta namun tidak ada jawaban dari bosnya.
"Kami tidak bisa tenang bos kalian saja meninggalkan pesta ini tanpa megatakan apa-apa jika itu hal yang mendesak seharusnya ia berbicara dengan kami baik-baik"
"Iya lagian kalau dia ada sesuatu hal yang lebih penting sebaiknya tidak mengundang tamu untuk hadir malam ini kami semua punya pekerjaan yang lain"
"Iya kami bahkan rela meninggalkan pekerjaan kami demi menghadiri acara pesta ini"
"Kami semua tidak akan pernah membantunya lagi" teriak mereka disetujui oleh para tamu rekan bisnis yang lainnya.
"Bos kita kehilangan kesempatan untuk memenangkannya"batinya.
"Rasakan ini brengsek"teriaknya lalu mendorong tubuh caca.
"Awww"teriak Caca yang tersungkur ke tembok Untung saja memberi tumpuan lebih dulu menggunakan kedua tangannya jadi ia tidak kepentok ke tembok.
"Hahaha"pinka tersenyum puas melihat Caca kalah di tangannya.
"gadis kecil aku peringatkan kau sebelum melangkah lebih jauh lagi"
"Kenapa jika melangkah lebih jauh lagi?" Tanya pria yang baru saja masuk.
Pinka yang sudah familiar dengan suara yang barusan ia dengar memasang wajah sedihnya ia berpura-pura untuk berakting seolah semua ini karena wanita itu.
"Arnold"Rengek pinka.
Namun tak dihiraukan oleh Arnold ia berjalan mendekati Caca ia memapa tubuh caca tentu itu tak dilewatkan oleh caca ini memberinya kesempatan untuk membalas wanita liar itu jika ia tak bisa membalasnya dengan tangannya sendiri setidaknya pria di hadapannya tentu bisa.
"AWWW....."jerit Caca yang pura-pura sakit ketika tangan Arnold menyentuh bahunya.
__ADS_1
"Apa itu sakit?"tanya Arnold khawatir.
"Apa Aku sedang berbohong? "Caca balik bertanya kini Caca melihat dengan jelas wajah Arnold yang begitu khawatir dengan dirinya tatapan yang biasa ia berikan kepadanya berubah menjadi sayu.
Caca dapat merasakan rasa yang begitu tulus terhadap dirinya.
"Arnold aku tidak menyakitinya" ujarnya yang tak suka melihat Arnold menatap wanita itu.
"Diam kau!"pekiknya marah jika bukan wanita mungkin Arnold sudah menghabisi nyawanya sekarang mengingat mereka sudah menjadi teman Arnold tidak ingin menghianatinya karena ia juga membantu Arnold dalam memberikan beberapa informasi tentang apa yang akan Evan lakukan dalam bisnis konsensi Kasino.
"Arnold Kenapa kau marah padaku?" ucapnya tak terima Arnold lebih membela wanita lain ketimbang dirinya.
"Seharusnya kau mengusirnya dari rumahmu"teriaknya sambil menunjuk ke arah Caca.
"Aku akan melakukannya demi dirimu" ucap pinka yang langsung menarik tangan Caca membawanya keluar.
"Tunggu Aku tidak percaya akan bebas"batinnya mempercepat jalannya ia tidak percaya jika semudah ini untuk keluar Kenapa tidak dari dulu, tapi ia juga sedih kenapa Arnold tidak menghentikannya.
"Tunggu"ucap Arnold dingin.
Pinka langsung menghentikan langkahnya ia tidak terima Arnold melakukan itu demi wanita ini.
"Arnold"ucap pinka yang tidak percaya dengan sikap Arnold.
"Kenapa!Arnold apa dia lebih baik dariku"ujarnya membandingkan dirinya dengan caca.
"Apa kau mencintainya Arnold?"tanya pinka menatap tajam ke arah Arnold dan memberi ulas terhadap Caca,karena ia yakin Arnold tidak akan menjawab pertanyaannya.
melihat Arnold hanya diam,itu memberi jawaban dari pertanyaan pinka mendapatkan senyum di bibirnya seolah ingin menunjukkan bahwa arnold hanya miliknya seorang, jujur saja caca sedih karena Arnold tidak menjawab pertanyaan finka padahal Arnold sendiri yang mengatakan bahwa ia mencintainya.
"Aku sangat mencintainya" ucap Arnold tanpa ragu mempererat genggaman tangannya,seolah ingin menunjukkan bahwa ia sangat mencintainya dan hanya miliknya.
"Apa! Aku tidak salah dengar?"ujar pinka tidak terima dengan ucapan Arnold bahwa ia mencintai gadis kecil itu.
"Arnold gadis ini begitu licik, iya tidak pantas denganmu"teriaknya tidak terima ia melihat ada vas bunga berniat mengambilnya dan melemparnya ke wajah Caca, yang begitu ia benci membiarkan wajahnya rusak dengan sigap Arnold membalik tubuh Caca melindunginya dengan tubuhnya.
Praank....
__ADS_1
Suara benda itu jatuh berkeping-keping darah segar bercucuran jatuh ke lantai.
Finka tidak percaya dengan yang dilakukan arnold rela melindungi wanita itu membuat tubuhnya terluka.
Caca yang melihat Arnold menahan rasa sakitnya ada rasa ibah di dalam hatinya. melihat pria itu menahan rasa sakitnya demi melindungi dirimu.
"Arnold aku tidak sengaja! Kenapa kau melindunginya Aku ingin merusak wajah wanita itu yang berani merebutmu dariku" ucapnya membela dirinya.
Ethan yang telah selesai melakukan tugasnya buru-buru masuk melihat apa yang terjadi karena terdengar suara keributan.
"Kakak lihatlah" ujar bagus melihat ke arah belakang tubuh Arnold yang penuh dengan darah.
"Tuan apa yang terjadi?" ujar ethan yang melihat kondisi tuannya itu.
"Bawa dia keluar" pinta Arnold.
Ethan langsung mengerti dengan ucapan Tuhan yang langsung menarik tangan tinta membawanya keluar.
"Tunggu!! kau salah mengusirku seharusnya wanita itu kau usir"perginya tidak terima dengan perlakuan ethan begitu kasar terhadap dirinya.
"Arnold" teriaknya berharap Arnold meyuruh Ethan untuk menghentikan namun ia salah kenyataannya Arnold tidak peduli sama sekali dengan dirinya.
"Maaf nona"ucap Ethan megusir finka dan menyerahkan kepada anak buah Arnold yang lainya.
"Lepaskan tanganku sakit"ujar finka merasa sakit di pergelangan tangannya karena Ethan menarik tangannya begitu keras.
Namun tak dihiraukan oleh anak buah Arnold mereka mendorong tubuh finka dengan kuat,membuat tubuh finka tersungkur ke jalan.dengan segera mereka mengunci pintu pagar dengan rantai dan juga gembok lalu pergi meninggalkan finka begitu saja.
"Hei!! tunggu kalian tidak bisa membiarkan wanita itu tinggal bersama Arnold"teriaknya,sambil berusaha berdiri.
Ia kembali berteriak-teriak sambil berusaha membuka gembok besar itu dengan megoyang-goyangkanya.
"Lihat saja wanita ****** aku akan membalas semua perbuatanmu ini"
"Arnold wanita itu licik,dia ingin merebutmu dariku ia tidak sepolos yang kamu kira"teriaknya dengan keras.
Setelah lama berdiri ia merasa capek,finka memutuskan untuk kembali ke rumah dengan berjalan kaki karena tidak ada taxi yang lewat ia berjalan sambil menahan tangisnya.
__ADS_1
Sedangkan di kamarnya Arnold.Caca telah mempersiapkan kotak p3k untuk mengobati luka Arnold terluka karenanya,ia merasa bersalah.