
"Hei! jaga ucapanmu itu aku bukan wanita panggilan seperti yang kau tuduhkan"ujarnya yang tak terima dengan tuduhan memalingkan wajahnya.
"Sepertinya kaulah yang meminta panggilan?"menatap tajam ke arah finka.
"Enak saja,kau benarani dengan ku?"
"Aku tidak pernah bilang aku takut padamu"ujarnya sambil menaikan bahunya.
"Bagus! Tangkap dia usir dia sekarang juga"pekiknya.melihat bagus yang sama sekali tidak bergerak ia mulai marah memutuskan untuk bertindak sendiri.
Finka menghampiri Caca ia langsung menjambak rambut Caca mengumpulkannya lalu menariknya dengan kuat.caca yang tidak terima dengan perlakuan finka ia pun membalas ia menarik rambut wanita itu, menariknya mengumpulkan Dengan jumlah sedikit di banding finka menurut Caca menarik sedikit itu lebih sakit rasanya 2 kali lipat di banding menarik banyak,jambakan Caca membuat finka mendogak ke atas rasanya sakit sekali.
"Lepaskan tanganmu dari kepalaku wanita ******"pekiknya.
"Enak saja, jika aku melepaskannya kau akan menarik lebih banyak lagi"
"Apa yang kau bilang tadi kau memagilku
wanita ******"kini Caca mempergunakan kedua tangannya untuk menjambak rambut yang di sebutnya wanita liar.
"Aku akan megusirmu dari rumahnya Arnold"
"Lakukan saja baku menunggu hari itu"jawab Caca Tanpa berhenti menarik rambut finka.
"AKhhh"kini finka menarik rambut Caca dengan kuat membuat Caca mendogak ke atas.
"Sakit"jerit Caca.
"Sial wanita ini Tenaga dalamnya kuat sekali"batinya Caca.
"Sakit? Haaa aku tidak akan melepaskan kau harus merasakan apa yang aku rasakan"
"Ini adalah hukuman kau sudah berani melawanku"pekiknya.
"Aku harus bagaimana ini"bagus yang panik karena sedari tadi mereka berdua tidak menghentikan perkelahian mereka.
Bagus yang ingin melerai perkelahian mereka malah kini kepalanya yang jadi korban.
"Nona caca hentikan Dan nona finka juga hentikan"teriaknya yang kesakitan.
"Diam"jawab mereka serentak.
"Aku tidak akan pernah menghentikannya dia yang lebih dulu memulai"tolaknya.
"Aku juga tidak akan menghentikannya sampai dia sendiri yang meminta ampun padaku"ujar finka yang tidak mau kalah dari Caca.
"Jangan mimpi aku tidak akan pernah berkata seperti itu"
"Akhh"kini mereka makin memperkuat menjambak satu sama lainnya.
__ADS_1
"Aku harus menghentikan mereka sebelum menjadi lebih parah lagi"batinnya ia megambil ponselnya lalu Megirim pesan kepada seseorang.
"Ting"suara pesan masuk dari ponsel milik Arnold langsung melihat pesan tersebut.
" maaf! Tuan non Caca dan non finka mereka sedang berkelahi,non finka menjambak rambut non Caca tanpa menghentikannya"isi pesan itu.
Evan yang melihat raut wajah arnold yang begitu marah setelah melihat ponselnya,ia berfikir anak buahnya sudah berhasil menculik wanita Arnold.
Ia merasa puas dengan ekspresi yang arnold berikan itu cukup membuatnya bahagia.
"Kalian semua bekerja dengan sangat baik, aku bisa melihat pria ini sedang meredam amarahnya"tersenyum smirk memperhatikan Arnold.
" Beraninya dia"pekiknya lalu pergi meninggalkan acara pesta tersebut.
Ethan yang melihat tuannya pergi begitu saja,dengan wajah marah yang terpampang jelas dari raut wajahnya juga ikut pergi menyusul tuannya.
"Tuan ada apa"tanya Ethan yang tidak tahu kenapa tuannya marah.
"Apa kalian semua tidak bisa diandalkan?aku bilang jangan pernah menyuruh siapapun untuk masuk apalagi berani menyentuh wanitaku"teriaknya dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Saya tidak mengerti tuan" ucap ethan yang tidak tahu apa yang dimaksud tuannya itu.
"Dan kau Ethan apa kau tidak bisa mengajari adikmu itu tentang tugasnya"teriaknya marah.
Arnold langsung memberikan ponselnya memperlihatkan sebuah gambar 2 orang wanita tengah berkelahi menjambak satu sama lainnya ia juga melihat Siapa yang mengirimkan foto itu.
"Lapor bos sepertinya orang kita berhasil" bisik krit kepada bosnya.
Karena ia baru saja melihat orang-orang Arnold meninggalkan pesta dan mobil mereka melaju dengan kecepatan tinggi.
"Aku sudah melihatnya bagaimana ekspresi dari wajahnya"
"Terimalah kekalahanmu Arnold"gumamnya
Jam tengah menunjukan pukul 00.00wib
di mission milik Arnold anak buahnya tengah berkelahi dengan penyusup entah dari mana datangnya dan siapa yang mengirim mereka.
Anak buah Arnold menghajar para penyusup menghajar mereka tanpa ampun anak buah yang dipekerjakan Arnold bukanlah orang sembarangan mereka semua sudah dilatih ciri dan juga dilatih menggunakan berbagai macam alat dan senjata tajam.
Dorr....
Dorr...
Dorr...
Suara tembakan saling bersahutan dua kubu itu saling beradu kekuatan dan beradu senjata tidak ada yang ingin mengalah.
Bungg...
__ADS_1
Bungg...
Tubuh musuh mereka terpental jatuh ke dalam kolam darah segar keluar dari bibirnya akibat mendapat tendangan yang sangat kuat.
Pria itu langsung mengeluarkan pistol miliknya mengarahkan kepada musuhnya yang terkapar lemah tidak berdaya di dalam kolam.
Dorr....
Dorr....
Dorr ....
Timah panas itu tepat mengenai dada dan juga perut pria iya yang terkena tembakan itu pun langsung tewas.
Anak buah Arnold yang melihat bayangan dari musuh ia bersembunyi di balik tembok sesekali melihat ke arahnya saat musuh lengah tidak melihatnya ia langsung menembak kepalanya.
Dorrr....
dan akhirnya musuh pun tumbang jatuh ke lantai dan tewas.
Darah segar kembali belumuran di lantai bau anyirnya sangat menyengat.
Jumlah mereka cukup banyak, tapi anak buah Arnold berhasil mengalahkan mereka semua dengan cara bekerja sama membantu satu sama lain sehingga tidak ada satupun korban dari mereka.
Akhirnya mobil Arnold tiba di mansion miliknya.
"Permisi tuan, mereka semua sudah kami habisi tidak ada satupun lagi dari mereka yang tersisa"
"Bereskan semua kekacauan ini jangan sampai wanitaku tahu dan melihat apa yang sudah terjadi"pintanya dan langsung masuk ke dalam.
"Ethan kau bantulah mereka"
"Maaf bos nona belum pulang ke rumah dari sore kata mereka yang menemani nona ia kabur dari pengawasan mereka nona memukul bagian belakang kepala mereka menggunakan vas bunga"pegakuan dari anak buahnya Evan.
"Kenapa kalian tidak mengatakannya dari tadi"pekiknya. Dan langsung menampar satu persatu anak buahnya hingga mereka tersungkur ke lantai.
"Jika sesuatu terjadi pada adik kesayangan saya saya tidak akan pernah mengampuni kalian semua" teriak marah.
Evan sudah beberapa kali mencoba menelpon adiknya namun tidak ada jawaban.
"Kamu ke mana apa yang sedang kamu lakukan Kenapa kau tidak bisa mengangkat telepon dari kakakmu ini yang khawatir"gumamnya.
Evan yang kesal dan juga marah langsung membanting ponselnya nampaknya ponsel itu sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi karena dia membantingnya sangat keras,
Ponsel itu pun mengeluarkan asap dan terbakar.
Nampak dari wajah mereka semua takut akan kemarahan dari bosnya, tidak menunggu waktu lama Evan pun langsung pergi mencari adiknya yang entah di mana.
para tamu yang melihat perginya Evan sebelum acaranya selesai, merasa marah bagaimana bisa ia meninggalkan pesta sebelum acaranya selesai. Nampak dari wajah semua para tamu marah dan juga kesal dengan sikap egois Evan.
__ADS_1