
"Iya janji"jawabnya.
Malam harinya.Paman dan juga bibiknya ikut sibuk mendandani putrinya.
"Paman.bibik ini berlebihan"ucapanya.
"Tidak sayang.ini tidak berlebihan"tuturnya.
"Suamiku? pilihkan gaun yang cocok untuk putriku ini"tintanya.
"Siap istriku"ucapnya sembari memberi hormat.
Harun kala itu tengah memilih-milih gaun yang cocok dikenakan oleh putrinya karena malam ini adalah malam yang indah untuk putrinya.jadi ia tidak ingin ini menjadi biasa saja malam ini harus seromantis mungkin dan sangat spesial banginya tidak akan dilupakan.
"Akh sebaiknya yng ini"ucapnya megabil gaun.
"Istriku lihatlah yang ini sangat cocok untuknya"sembari menunjukkan gaunnya.
Bukannya mendapatkan pujian atas pilihannya ia malah mendapat Omelan dari istrinya.
"Kamu itu ngak becus banget mas,masa milih gaun ini sangat tertutup kamu kira putri kita mau Pergi kepegajian"menatap tajam ke arah Harun.
Setelah dipikir-pikir apa yang diucapkan oleh istrinya benar gaun yang ia pilih sangatlah tertutup tangannya terlalu panjang dan juga kebesaran.
"Kenapa kau ada disana"berbicara dengan gaun yang ia pegang.
"Bibik.sudahlah kak Adit cuman mau ajak Caca makan malam itu aja"jelasnya menurutnya ini terlalu berlebihan hanya untuk makan malam apalagi dia tidak akan lama-lama karena besok ia harus pergi bekerja.
"Iya tapi bibik ingin saat kalian pergi.masuk kedalam dirimu mengalihkan perhatian semua pria yang ada disana mereka menatapmu Tanpa mengedipkan matanya"
"Dan pasangan mereka akan merasa cemburu memukul prianya Karena melihat wanita Semanis dirimu"tuturnya sembari membayakan.
"Lalu pasangannya Pergi karena marah"ucap Harun dan intan serentak.
"Paman? Kau ikutan juga"Tanyanya tidak percaya.
Sekarang kita kasih lipstik
"Selesai"ucapnya senang dengan hasil riasannya yang begitu sempurna.
"Jangan lupa mpakk.......mpakkk"tuturnya sambil memoyong-moyongkan bibirnya.
"Aaa bibik"rengek Caca merasa malu.
"Ayo sayang"
"Mpakkk.......mpakk"menuruti kemauan Bibiknya membuat lipstiknya merata.
"Ini"ketus intan.
"Apa ini?"tanya tidak tahu.
"ishh.potoin"ucapnya marah.
Harun terpaksa mengikuti kemauan istrinya megambil ponsel itu sedikit mundur kebelakang.
Tersenyum smirk melihat wajah tertekan Pamannya.
"Ayo mas cepatan entar Adit keburu Dateng"ucapnya.
"Baiklah"
Cekrekk..
Cekrekk.... cekrekk....
Mengambil banyak sekali Poto.menaruh ponselnya diatas meja menyalakan kamera depan menggunakan timer.
"Ok udah cukup paman bibik,Caca meresa seperti artis"tuturnya yang dimintai Poto.
Tau punTidak Lama kemudian terdengar suara mobil yang begitu dikenali.
"Itu pasti Adit"tebak intan benar.
__ADS_1
"Yah"Jawab Harun.
Mendorong tubuh caca agar berjalan lebih cepat.
"Bibik.Yang mau pergi Caca Kenapa kalian tidak sabaran"tuturnya.
Harun buru-buru bukain pintu rumahnya.
"Astaga Paman"batinya mengamati Sikap aneh pamannya.
"Hallo"sapanya.
"paman.bibik"meyalimi keduanya.
Curi-curi pandang melihat kearah wanita manis dihadapannya.
Ekhmm...
Ucap harun yang memperhatikan pandangan Adit.
Peka akan kode suaminya.
"Caca sudah siap.ya kan sayang"Tanyanya tersenyum smirk.
"Iya"sembari tersenyum terpaksa.
"Manis"ucapnya.
"makasih"ucapnya canggung.
Eemmm....
"Udah sana pergi"ucap intan sembari tersenyum.
"Baiklah kalo begitu.paman!bibik kita pergi dulu"ucapnya pamit.
"Iya sana.hati-hati"melihat suaminya.
"Jaga Caca dengan baik"menatap tajam ke arah Adit.
"Hati-hati"teriaknya melihat mobil mereka hampir tidak terlihat lagi.
"Semoga acaranya lancar"ucapnya.
"Aminn"jawab Harun.
"Kita sebenarnya mau kemana?"tanyanya penasaran.
"Sabar,kita turun dulu dari mobil"tuturnya sembari menuntut jalan keluar dari mobil mata Caca ditutup megenakan kain hitam.
"Kenapa pakek acara tutup mata segala sih!?"
"Sebentar lagi kau akan tau"ucapnya menuntut jalan.
"Eumh..."leguhnya.
"Apa Masih jauh?"Tanyanya.
"Sebentar lagi"ucapnya menunjukkan jalan.
"Jangan membuatku takut"ucapnya.
"Tidak usah takut,aku hanya akan mengajakmu ke suatu tempat"tuturnya Caca sudah merasa gelisah.
"Stop"ucapnya berhenti.
"Sudah sampai?"tanyanya merasa lega.
"Apa penutup matanya sudah boleh dilepas?"
"Bentar"
"Ada apa lagi?"ucapnya yang mulai kesal.
__ADS_1
"Kau ini cerewet sekali"
Membuka penutup mata Caca.
"Waw"Caca dibuat takjub dengan apa yang dilihatnya sangat indah.
"Suka suka tempatnya?"tanyanya.
"Aku sangat menyukainya"ucapnya tersenyum bahagia.
"Aku tidak percaya.kalau aku akan makan malam dipinggir pantai dan menghirup udara bebas seperti sekarang ini"terharu.
Mengengam tangan Caca dan membawanya untuk mendekati tempat itu.menuntunnya untuk Duduk.
"Aku bersyukur jika bisa membuatmu bahagia seperti saat ini"menghapus air mata Caca.
"Jangan menagis lagi ya?"
"Aku hanya terharu saja.karena waktu dulu ini adalah impianku"
"Baiklah jangan Menagis lagi.ok"kembali menghampus air mata Caca.
"Sebaiknya kita memakan-makananya" suasana kembali hening hanya ada suara sendok dan garfu yang beradu.
Setelah mereka selesai makan seseorang Entah dari mana asalnya tiba-tiba saja memaikan biolanya.terdengar merdu dari suara biola yang dimainkannya iringan musik suara ombak lautan dan desir angin yang berhembus meyetuh kulit.
Membuat suasana hati begitu tenang.caca memejamkan matanya menikmati hembusan angin seolah menyampaikan pesan.
Adit beranjak dari tempat duduknya dan mulai berjongkok di depan Caca yang tengah duduk.
"Will you marry me?"ucapnya mengangkat kotak kecil didepannya.
Degg...
Jantung Caca dibuat kaget oleh perlakuan Adit saat ini.
"Kak Adit apa-apaan, kenapa seperti ini" ucapnya yang ingin membantu Adit untuk berdiri.
"Ca?aku mau jujur sama kamu Selama ini aku telah jatuh cinta padamu aku tidak tahu itu Kapan tapi perasaan itu timbul dihatiku"
"Dan aku tidak ingin orang lain memilikimu.yang pastinya aku benar-benar mencintaimu"
"sangat-sangat mencintaimu"tuturnya.
"Sepertinya paman dan bibik sudah tahu soal ini makannya mereka sedari tadi bersikap aneh"batinya.
"Dan wajah mereka sangat berharap sekali aku menerimanya, terlihat dari mereka yang bersemangat mendandaniku Untuk malam ini"sambung batinya.
"Kak Adit juga sudah baik selama ini.ia juga membantu paman dalam pekerjaannya"
Adit yang tak kunjung mendapat jawaban dari Caca,dia tahu Jawabannya tanpa Caca bicara.
"Kalo kamu ngak bisa Nerimanya tidak apa-apa aku maklum,kita masih bisa jadi sahabat"
"Dan aku akan selalu menunggumu sampai kamu menerima aku"
"Kalopun kita tidak ditakdirkan bersama,kita masih bisa ber"Caca meletakan jari telunjuknya dibibir Adit.
"Kak Adit jangan ngomong seperti itu"
"Emangnya kak Adit tahu jawabannya?" Tanyanya.
Dengan cepat Adit menggelakan kepalanya.
"Aku mau kok kak"Ucapnya tersenyum.
"Beneran?"ucapnya memastikan,Caca megangguka kepalanya yang artinya ia mau.
Mendapat lampu hijau dari Caca.segera ia menyempatkan cincin di jari manis Caca.
Cup...
Megecup telapak tangan Caca yang terlihat indah dengan cincin yang melingkar dijarinya.
__ADS_1
"Ini tuan"ucap pelayan laki-laki yang memberikan buket mawar merah.
"Terimakasih"ucap Adit mengambil dan langsung memberikannya kepada caca.