
Arnold menuangkan air ke dalam gelasnya tanpa di sadari bibirnya tidak bisa berhenti tersenyum.
Arnold tidak habis pikir dengan jalan pikiran wanitanya itu di era wanita yang tergila-gila dengan ketampanan paras wajah yang ia miliki bahkan tubuhnya pun terbilang sempurna.
Tapi wanitanya itu sama sekali tidak tertarik akan dirinya.
Hari telah berganti dari yang kemarin menjadi hari ini.
Pagi-pagi sekali intan di buat pusing oleh seorang tamu yang terus saja mengetuk pintu bahkan sampai mengedor-gedor Tanpa henti.
"Siapa sih ganggu aja"gerutunya yang masih dibalut dengan selimut tebal.
"Caca ada tamu bukain pintu-----nya"teriaknya ,namun nampaknya tidak ada jawaban,kemana sih anak itu awas aja dia.
Intan yang kesal dengan tamu yang terus saja mengetuk pintu rumahnya ia bangun dari tempat tidurnya berjalan dengan kesal menuju kamar Caca.
"Anak ini benar-benar ya ngak tau di untung,udah siang masih aja belum bangun"ucapanya marah membuka pintu kamar Caca.
Dengan mata yang masih megantuk ia melihat tidak ada orang di dalam kamar, untuk memastikan ia mengucek-ngucek matanya dengan kedua tangannya.ternyata memang kamar itu kosong ia baru sadar bahwa Caca tidak ada.
"Kenapa aku jadi teringat anak itu?"ucapnya penuh keheranan.
"Ah sudahlah apa pentingnya anak nakal itu"ucapanya kembali menutup pintu kamar.
Suara seseorang mengetuk pintu masih saja terdengar bahkan suaranya kini keras sekali sehingga membuat intan marah.
"Siapa sih pagi-pagi gini mau bertamu ke rumah orang"ucapnya Dengan marah.
"Sabar"teriaknya
"Ini masih pagi Lo mau bertamu ke rumah orang"ucapanya sambil membuka pintu.
"Mass"pekiknya matanya yang melotot ia tidak percaya dengan pria yang tengah di hadapannya itu adalah suaminya,yang membuat ia khawatir adalah kita suaminya pulang dan menayakan keberadaan keponakan kesayangannya itu yang pastinya ia tidak akan bisa menjawab pertanyaan dari suaminya.
"Muka Kamu kok gitu?"ucapnya dengan nada serius melihat wajah istrinya yang seperti ketakutan.
"Mati aku mas harun kenapa harus pulang cepat banget"batinnya.
"Hei! Sayang kamu kenapa"ucapanya melihat istrinya yang bengong.
Seketika perkataan itu membuyarkan lamunannya.
"Akh,mas bukan apa-apa"ucapnya yang berusaha mengalihkan perhatian suaminya itu.
"Ayok mas masuk"ajaknya sambil megambil tas yang di pegang oleh suaminya itu membawanya masuk kedalam.
__ADS_1
"Aku sedari tadi tidak melihat Caca?dimana dia sekarang aku bahkan tidak bisa tenang saat meninggalkan dia"
"Apa kamu hanya memikirkan kepokanmu?"ucapanya sinis.
"Aku lupa istri ku pasti Sekarang sedang cemburu"ucap harun tersenyum kecil.
"Siapa!aku tidak cemburu"ucapnya kesal.
"Caca"teriak Harun memagil keponakanya
"Apa dia masih tidur?"ucapanya.
"Dia tidak ada dirumah"ucap intan dengan santainya yang membuat suaminya itu marah.
"Apa yang kau lakukan apa kau mengusirnya,apa kau tidak bisa kasihan kepadanya dia tidak punya siapa-siapa"ucap Harun yang tidak habis pikir dengan istrinya.
Harun tahu bahwa istrinya itu tidak suka dengan keponakannya itu tapi bukan berarti itu menjadi alasan untuk mengusirnya.
"Aku tidak mengusirnya mass"jelas intan dia tidak berbohong ia tidak mengusirnya.
"Lalu di mana dia?"ucap harun menatap tajam ke arah istrinya.
"Dia nginap di rumah temannya katanya mau reonian mas"ucap intan berbohong untuk itu ia telah mendapatkan banyak uang agar tidak memberi tahu suaminya kejadian yang sebenarnya.
"Aku tidak tahu pasti mas,tapi sepertinya ia teman dekat Caca mereka sangat akrab sekali"ucap intan berusaha meyakinkan suaminya.
"Bagaimana kamu bisa megizikan dia pergi apalagi sampai meginap dengan orang yang tidak di kenal"ucap Harun marah.
"Mas kamu kok jadi marahin aku"ucapanya marah tidak terima dengan ucapan suaminya.
Intan yang kesal dengan sikap suaminya itu yang terus saja memikirkan anak nakal seolah dirinya btidak ada apa-apanya di banding dengan dirinya.
"Jika aku hilang apa dia tidak akan menghawatirkanku"batinnya.
"Apa aku tidak berharga bagimu mas di banding anak nakal itu"ucapnya Tanpa sadar apa yang dikatakannya meyebut Caca anak nakal.
Melihat suaminya itu hanya mematung tidak ada jawaban.harun tidak habis pikir dengan fikiran istrinya bisa-bisanya dia mengatakan bahwa dia tidak berharga di matanya jika saja istrinya tahu bahwa dia sangat berharga apalagi Harun sangat mencintai istrinya.
"Aku sudah tahu jawabannya"ucapnya langsung pergi meninggalkan suaminya yang tengah berada di ruang tamu.
Di kamar Arnold Tampak Caca yang tertidur pulas,masih mengenakan baju kimono yang ia kenakan semalam.
Caca Bagun megambil posisi duduk di atas ranjang, menoleh kesamping mencari Arnold
Yang menghilang entah kemana.
__ADS_1
"Bukannya semalaman ia tidur di sebelahku, kenapa sekarang, kenapa sekarang dia tidak ada disini"
"Kemana perginya dia?"Caca menurukan kakinya dari ranjang bangkit dari sana"caca melangkah kakinya berkeliling di kamar arnold.melihat sekeliling setiap sudut kamar itu dengan teliti.
Kamar yang begitu luas berlatar warna hitam terlihat sangat mewah di matanya namun tidak menemukan Arnold ia turun kebawah.
"Pagi bik Ida"sapa Caca
"Pagi juga non"jawab bik Ida.
"Kemana semua orang di rumah ini?"ucap Caca yang melihat rumah itu terlihat sangat sepi.
"Maksud non tuan Arnold"ucap bik Ida yang langsung megerti tuan pagi-pagi sekali pergi keluar ia pergi bersama Ethan,Kom dan anak buah yang lainnya.
"Tidak bik aku tidak menayangkan dia"ketusnya seketika mood Caca langsung berubah.
Arnold yang berada di casino duduk di sofa di ruangan VIP.bersama Ethan dan Kom beserta anak buahnya.
"Aku sudah menunggumu"ucap wanita berjalan mendekati pria yang bertubuh kekar memiliki paras wajah yang tampan.megambil posisi duduk di sofa yang sama dengan Arnold.
"Apa kau Lelah?" bisiknya di telinga Arnold dengan jari-jari yang merayap di bahu memijit bahkan mengelus-elusnya.
"Apa yang membawamu kesini? katakan saja"ucapannya dengan dingin.
"Bagaimana mana Jika itu bukan masalah yang behubungan dengan bisnis?bagaimana jika aku hanya merindukanmu"ucapnya tersenyum dengan menggoda.
"Tidak bisakah aku datang menemuimu karena itu?"
"Saya tidak punya waktu untuk tamu yang tidak membuat janji!"
"Ethan kirimkan tamunya"perintah Arnold
"Baik tuan!,ayo"ucap Ethan.
"Mengapa anda begitu terburu-buru untuk mengusir saya?aku hanya ingin menyenangkanmu"pinka yang melihat Ethan mulai mendekat.
"Jika Anda memiliki sesuatu untuk dikatakan katakan saja"ucapanya sambil minum wine.
"Konsensi Kasino yang akan datang! apakah Anda tidak ingin tahu siapa pesaing anda?"
"Saya selalu membiarkan anda melakukan apa yang anda inginkan"
"Tapi jangan berani-berani melewati batas"ucapanya menepis tangan pinka dari bahunya.
"Aku suka kamu menjadi galak"ucapnya yang kembali meletakan tangan nya di pundak dan bermain memaikan jari-jarinya di pundak Arnold.
__ADS_1