
Skipp......
Hari yang ditunggu-tunggu sudah tiba.
Hari ini adalah hari bahagia bagi pasangan yang akan menikah.
Yah hari ini adalah hari pernikahan mereka berdua pasangan Adit&bellanca atau Caca.
Mereka melangsungkan acaranya digedung mewah yang sudah dibooking oleh pihak keluarga Adit.Nampak Megah dan bernuansa putih dikelilingi hiasan dengan mawar putih yang tampak indah.
"Sayang jangan gugup.tenang dan rileks" mencoba menasehati.
Entahlah perasaan Caca saat ini hanyalah rasa takut ia takut tidak bisa mencintai suaminya seperti suaminya mencintainya.
Caca sangat takut akan menjadi istri yang berdosa karena tidak bisa membalas cinta dari suaminya.dan memberikan cintanya seperti yang diinginkan suaminya, karena Hingga saat ini Caca belum mempunyai rasa.
Namun ia akan memulainya.kata orang jika cinta bisa tumbuh seiring dengan waktu jika terus bersama maka cinta akan timbul dengan sendirinya.
"Heii?"
"Sayang.apa yang sedang kamu pikirkan? Hemm"
"Tidak ada bik aku han"
"Hanya apa?"tanyanya mengangkat dagu Caca agar menatapnya.
Menarik senyumnya.
"Aku gugup bik bagaimana kalo acaranya Tidak sesuai yang diharapkan"
"Heii...Ngak boleh ngomong kayak gitu.acaranya pasti lancar"
"Aku berharap begitu"
Karena Caca merasa ngak enak sepertinya akan terjadi sesuatu tapi entah apa.
Caca juga tidak tahu apa.caca sedang memandangi wajahnya di cermin.
"Ayah?"pangilnya yang melihat sosok ayahnya dari cermin.
Dialam bawah sadarnya:
Ia sepertinya melihat ayahnya sedang berada di hadapannya.sudah lama sekali ia tidak melihat ayahnya.
"Ayah mau kemana?"pangilnya melihat ayahnya yang ingin pergi.
"Ayah apa kau tidak mendegarku"teriaknya namun tak dihiraukan oleh ayahnya.
"Ayah mau kemana?"berlari mengejar ayahnya namun ayahnya terus berjalan tidak mau berhenti.
"Ayah berhenti Caca mau ngomong sama ayah"ucapnya terus mengejar.
"Ayah putrimu akan menikah apa ayah akan datang?"mendegar itu ayahnya berhenti.
Mulai mendekati ayahnya.
"Cukup disana saja"ucapnya jarak antara mereka cukup jauh.
"Kenapa ayah?"tanyanya yang ingin mendekat.
"Karena ini belum tiba saatnya"
"Apa yang ayah bicarakan?"tanyanya tidak mengerti sama sekali.
"Apapun yang terjadi di hadapanmu nanti itu akan menjadi takdirmu dan jangan menyesalinya"
"Ayolah ayah aku tidak mengerti sama sekali.aku hanya rindu dengan ayah dan juga ibu"
"Apa ibu bersama dengan ayah?"Hanya megangguk.
"Baiklah aku ingin melihat ibu ajak aku menemuinya"berjalan mendekat.
"Berhenti disana"ucapnya.
"Ayah kenapa aku ingin menemui ibu"ucapnya tak habis pikir dengan ayahnya.
"Ayah jangan kesana"teriaknya.
"Ayah berhenti"
"Di sana ada jurang"teriaknya histeris.
"Ayah!!!"
Dialam sadar:
__ADS_1
"Sayang!!sayang bangun"menepuk-nepuk pipi Caca pelan.
"Bibik ayah Dimana?"
"Ayah?ayah siapa"
"Bibik tadi Caca lihat ayah"intan mengerti yang dimaksud Caca.
"Sayang bibik tahu Caca kangen sama kakak ipar"
Hiks...
Hiks..
"Tidak bibik tadi Caca ketemu ayah"terisak.
"Tapi kakak ipar tidak ada disini Caca"
Hiksss.....
Hiksss..... Hiks.....
"Tadi Caca lihat ayah lompat kejurang"
"Caca sudah memperingatkan ayah.tapi ayah tidak mendegar"menceritakan.
"Sepertinya dia bermimpi bertemu kakak ipar"batinya.
"Sudah ya.jangan Menagis lagi acara akan segera dimulai"
"Jadi tidak boleh Menagis lagi"menghapus air mata Caca.
Hanya meganguk
"Aku yakin tadi aku bertemu dengan ayah"
"Apapun yang terjadi di hadapanmu nanti itu akan menjadi takdirmu dan jangan menyesalinya"megigat ucapan Ayahnya.
"Tapi apa yang dimaksud ayah aku tidak mengerti"batinya.
"Ayok sayang?"ajaknya
"kamu sedari tadi bengong"
"Tuh kan kamu ngak pokus"
"Maaf bik"
"Acaranya akan segera dimulai"ucapnya menatap aneh kearah Caca.
"Kita kealtar Sekaran udah ditungguin banyak orang"ajaknya membantu Caca berjalan karena gaun pengantinnya yang dikenakan Caca lumayan panjang takut keinjek oleh kakinya Caca.
Semua orang dibuat takjub dengan apa yang dilihatnya sangat cantik nan manis.
"Cantik ya beruntung sekali mereka mempunyai menantu yang cantik"bisik para tamu
"Iya ya.sangat cantik mereka juga serasi"temanya.
Para tamu yang hadir di acara pernikahan mereka tidak lain dari kolega bisnis mereka.serta para kerabat mereka yang diundang secara khusus.
"Cantik"batin seseorang
"Apa dia yakin akan datang?"ucapnya dingin.
"Iya tuan mungkin sebentar lagi"lapornya.
"CK...jika saja dia tidak memintanya aku pasti sudah menebaknya sekarang juga"menatap tajam kearah targetnya.
"Beraninya dia tersenyum dihadapan ku"megankat senjatanya.
"Apa yang ingin kau lakukan"menurunkan senjatanya.
"Lakukan saja tugasmu.atau aku"kembali megankat senjata.
"Jangan lakukan itu apa kau tega"melihat kebawah.
"Aku tidak peduli sama sekali.jika kau tidak melakukan tugasmu dengan baik"
"Maka aku akan melakukannya sendiri"ucapnya menekan kata-katanya lalu pergi.
"Sangat cantik"ucap mamanya Adit.
"Cantik ya pa mantu Kita"
"Iya ma sama seperti kamu"
__ADS_1
"Papa bisa saja"
Mari kita mulai acaranya.
"Berhenti"ucap seseorang entah dari mana asalnya.
Semua orang melihat ke belakang.
"Siapa dia?"
"Aku tidak tahu"
"Apa maksudnya?"
"Iya. Kenapa dia bilang berhenti"
Para tamu disibukkan olehnya.tak sedikit yang bertanya-tanya.juga ada yang berbisik-bisik mengenainya.
"Siapa pa?"tanya mamanya Adit.
"Ngak tau ma.ngak kelihatan"jawabnya papanya Adit.
"Bibik ada apa?"tanyanya.
"Tidak ada sayang"celingak-celinguk.
"Mari kita mulai acaranya"ucap Harun.
"Oh....iya silakan"
"Berhenti.acaranya tidak boleh dilanjutkan" ucapnya.
"Siapa kamu berani-beraninya menghentikan acara ini"ucap mamanya Adit.
"Sabar ma"menenangkan istrinya.
"Bibik bukankah itu kak Rere?"tanyanya memastikan.
"Iya!benar sedang apa dia"
"Rere ada apa?"tanya Harun ia mengenalnya karena Rere adalah teman istrinya sekaligus karyawannya yang bekerja di bar miliknya.
"Gawat.apa yang dia lakukan disini"batinya.
"Bukankah aku sudah memberikannya uang untuk tutup mulut"batinnya.
"Kak Rere ada apa?"tanyanya bingung.
"Maafkan aku tapi"ucapnya gemetar.
"Tidak usah dipikirkan.sebaiknya kita mulai acaranya"bujuknya.
"Iya sebaiknya kita mulai acaranya"mereka tidak memperdulikan Rere sama sekali.
"Pria itu telah merenggut kesucian ku" tunjuknya.
Plakkk.....
"Apa yang barusan kau katakan"kini mamanya Adit mulai naik pitam ketika anaknya dituduh melakukan hal yang menjijikkan.
Memegang pipinya yang panas akibat Tamparan.
"Aku berkata jujur.pria itu telah merenggut kesucianku"ucapnya.
Plakkk....
"Aku peringatkan kau untuk tidak menuduh putraku sembarangan putraku tidak mungkin melakukan hal yang mejijikan apalagi dengan wanita sepertimu"memandang rendah.
"Tapi itu kenyataannya Tante"berkata jujur.
"Pa bilang sama dia untuk pergi dari sini"
"Iya ma tapi kamu harus tenang"
"Bagaimana aku bisa tenang kalo wanita ini bicara buruk tentang anak kita"tunjuknya.
"Bawa dia pergi dari sini"pintanya memagil bodyguardnya.
"Tidak lepaskan tanganku"berusaha memberontak.
"Caca kamu harus percaya padaku.pria itu brengsek dia tidak seperti yang kalian pikirkan"
"Pak bos kau harus percaya padaku.jangan biarkan Caca menikah dengan pria brengsek itu"terlepas.
"Caca aku mintak maaf tapi ini kebenarannya.dia memang benar-benar menodaiku"bersujud memegang kedua kaki Caca.
__ADS_1