Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
25.


__ADS_3

"Kenapa kamu tidak tidur dengan benar?"Arnold memebanarkan posisi tidur Caca dengan benar supaya besok pagi wanitanya tidak merasa sakit di bagian lehernya,tak lupa Arnold megecup kening wanitanya membenarkan selimut kemudian pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya lalu Menganti pakaiannya.


Arnold naik ke atas tempat tidur untuk istirahat Caca yang tertidur pulas tanpa sadar memeluk tubuh Arnold.mendapat pelukan itu Arnold tersenyum kecil di bibirnya.


"Tampaknya banteng kecil ini nyaman dengan posisi seperti ini lihat bahkan kau mempereratnya"godanya.


Arnold membalas pelukan itu kembali megecup kali ini bukan kening, maupun pipi,ia megecup bibir manis wanitanya.


"Cup"ia mengecupnya dengan lembut.


"Selamat tidur, semoga mimpi indah"ucapnya lalu ikut juga tertidur.


Caca yang sudah Bagun karena sudah pagi mulai memperlihatkan pergerakannya dengan megerjap-gerjapkan matanya,dan menggosok-gosoknya dengan kedua tangannya.


Ia melihat tempat tidur di sampingnya masih kosong nampaknya Arnold tidak pulang tadi malam.


"dia tidak pulang tadih malam?apa dia memiliki rumah lain selain rumah ini?"ia bertanya dengan dirinya sendiri.beranjak dari tempat tidur lalu turun kebawah.


"Bersihkan dengan benar, angkat dan bersihkan hati-hati.jangan sampai kau menjatuhkannya,kau harus membersihkan bagian bawahnya juga.jangan hanya membersihkan bagian luarnya saja"Ucapnya memerintahkan pelayan yang lain.


"Itu nampak masih Kotor,dan berdebu apa kau tidak melihatnya?"


"Apa kalian sudah periksa apakah sarapan sudah siap atau belum?"


"Pergi sekarang periksa semuanya apakah sudah siap atau belum"pintanya.bik Ida adalah ketua para pelayan di rumah Arnold dia juga yang paling tua di antara pelayan lainnya.


"Baik"jawab serentak pelayan.


"Bik Ida?"pengilnya


"Non, apakah kamu membutuhkan sesuatu?"tanyanya menghampiri.


"Tidak!bik aku hanya melihat rumah ini tampak sepi"tanyanya yang sedari tadi tidak melihat banyaknya para pengawal Arnold yang sedang berjaga.


"Oh...tuan pergi pagi-pagi sekali bersama Ethan"


"Mau sarapan? bibik akan menyiapkannya untukmu?"


"Nanti saja bik"


"Apa dia pergi hanya berdua saja?atau dengan yang lainnya,dan apa bibik tau dia pergi ke mana?ada urusan apa"


"Sebentar non bibik susah menjawabnya pertanyaan non banyak banget"Selanya


"Sepertinya dengan yang lainnya, kalo soal dia pergi kemana bibik tidak tau,dan untuk urusan apa.sebaiknya non tanyakan saja pada tuan,tuan kan kekasihnya non"goda bik Ida.

__ADS_1


mendegar itu Caca tersenyum kecut.


"Kenapa aku tidak tahu jika dia pulang tadih malam"batinnya.


"Jika dia pulang kenapa tidak mebagunkanku?"


Kesal karena Arnold tidak membangunkannya atau bisa jadi kesal karena Arnold tidak pamit padanya.cacayang melihat seorang dokter baru saja keluar dari ruangan.


"Bik siapa yang sakit?"tanyanya ia juga melihat anak buah Arnold berjaga di depan pintu kamar itu.


"Wanita itu"belum sempat bik Ida megatakannya Caca sudah berlari pergi menghampiri dokter.


"Dok! siapa yang sakit?"tanyanya kepada dokter itu tak asing bagi Caca, dia adalah dokter yang waktu itu meriksa kakinya.


"Kalo tidak salah dia menyebutkan namanya adalah Rere"ucap dokter berusaha mengingat siapa nama perempuan itu.


Caca yang mendegar itu buru-buru masuk ke dalam meninggalkan dokter yang melihat itu kebingungan dengan tingkah Caca,namun ia tak mau ikut campur.anak buah Arnold mengantar dokter itu sampai keluar.


"Caca"pangil Rere yang terbaring di atas kasur, melihat Caca yang berada di depan pintu.caca menghampiri Rere i duduk di tepi tempat tidur.


"Kakak Jangan dengarkan yang dokter katakan"


"Emangnya kamu tahu yang dokter tadi katakan?"


"Tidak!apa yang dia katakan, katakan padaku?"


"Heii!"


"Kenapa Kakak sedih begitu?"tanyanya melihat perubahan ekspresi wajah Rere ,lalu mengakatnya melihat ke arah wajahnya.


"Aku hanya takut,besok aku akan pulang,tapi"


"Tapi apa kak?"tanyanya penasaran


"Apa kau baik-baik saja kemarin ka___kau"berusaha mengalihkan perhatian.


"Aku baik_baik saja aku hanya sulit bernafas, karena aku takut gelap bibik melakukan itu padaku"


"Apa boss pernah mengurungmu di ruangan gelap seperti itu?"ucapnya tak percaya


"Iya"jawabnya megangukan kepalanya.


"Sudah jangan megalihkan pembicaraan kita"


"Tapi kau bagaimana jika aku pulang!aku tidak akan tau kabarmu , bagaimana Jika mereka meyakitimu?"ucapnya khwatir.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa kak, tidak Baan terjadi apa-apa padaku mereka tidak akan meyakitiku"ucapnya berusaha meyakinkan.


"Aku juga tidak tahu kenapa aku dibawa kemari, mereka tidak membiarkankan ku pergi, mereka ingin aku tetap tinggal di tempat ini"


"Aku juga mulai terbiasa dan sudah nyaman tinggal di tempat ini"Caca terpaksa berbohong ia terpaksa melakukannya karena jika dia berkata jujur mungkin Rere tidak akan mau pergi dan tetap tinggal di tempat ini Caca tidak mau sampai bitu terjadi.


"Apa kau yakin megenal mereka dengan baik?"


"Apa kau juga pernah melakukan kesalahan sehingga mereka meyakitimu,dan membawamu kesini?"


"Tidak kak aku bahkan tidak mengenal mereka, tapi mereka memberikan uan yang banyak pada bibik dan bibik menyetujui syarat dari mereka, jika aku pergi dari tempat ini apa yang akan mereka lakukan dengan bibik"


"Kamu memang anak yang baik,bos memang jahat padamu,apa Pamanmu tau tentang itu?"tanyanya.


"Kurasa tidak Jika Paman tahu dia pasti dia sekarang mencariku"ucapnya berkaca-kaca.


"Aku berjanji jika aku pulang nanti akan memberitahu Pamanmu kau ada disini kau baik-baik saja dia akan menjemputmu"


"Jangan kak aku mohon jika kakak memberitahu paman,aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan paman Arnold pasti akan meyuruh anak buahnya untuk meyakiti paman"


"Ta___tapi"


"Aku mohon kak"


"Baiklah Aku tidak akan memberithu Pamanmu,tapi sampai kapan kau tetap tinggal di tempat ini?"tanyanya.


"Aku tidak tahu kak sampai kapan mungkin selamanya"


"Jika itu terjadi bagaimana aku tahu kondisimu,oh..ya kau mempunyai telpon kau harus kasih kabar kepadaku Jika kau membutuhkan bantuan aku akan membantumu"


"Baiklah Terima kasih kak"


"AKhhh"teriaknya marah.membuang semua barang dan berkas-berkas di atas meja kerjanya berserakan.ia meluapkan emosinya itu karena Arnold tidak pernah bisa di hubungi alasannya selalu saja sibuk.


"Apa yang membuatmu sibuk?"


"Arnold"pekiknya kembali membuang barang-barang di atas mejanya.


"Finka?"panggil seseorang pria yang tiba-tiba Saja masuk keruangan kerja finka.


"Adikku yang cantik, Siapa yang membuatmu begini?"ucapanya menghampiri.


"Akupun berpikir begitu.saya cantik dan juga bedidikasi tapi mengapa dia tidak mengakat telpon saya?"


"Siapa pria itu yang berani menolak megankat telpon adikku yang cantik ini tidak kekurangan sedikitpun,aku jadi penasaran dengan pria itu?"

__ADS_1


"Sudahlah kak ini masalahku Kakak jangan ikut campur"


__ADS_2