
Ceklek....
Suara pintu terbuka,melihat hanya diam dan mematung menatap Tanpa menurunkan pandangannya.
Caca yang dipandangi seperti itu merasa risih.
"apa ada yang aneh"tanyannya.
Tersadar.
"Sangat cantik"Ucapnya Tanpa sadar.
"Apa"ucapnya yang tidak terlalu mendegar jelas.
"Kenapa?"Tanya Adit yang melihat Caca terlihat sedih.
"Sebaiknya aku ganti saja ya?"ucapnya murung.
"Ada apa?"
"Sepertinya pakaian ini tidak cocok"Ucapnya menatap gaunya.
"sangat cantik"ucapnya.
"Bohong"ucapnya tak percaya.
"Aku serius sayang"ucapnya menghampiri.
"Oh.. maksudku kau sangat cantik"berusaha mengalihkan perhatian.
"Oh.kirain kak Adit"
"Ngak boleh mikirin macem-macem"ucapnya.
"Andai kamu tau ca"batinya.
"Astaga kak Adit aku lupa aku harus kerja"ucapnya mulai panik melihat jam tangannya.
"Sabar-sabar"mencoba menenangkan.
"Kak Adit,aku udah telat 1 jam"tuturnya.
"Tenangkan dulu dirimu"ucapnya.
"Bagaimana kalo-kalo aku dipecat,aku tidak mau"ucapnya tak henti-hentinya panik.
"Tidak akan"ucapnya berusaha meyakinkan.
"Aku harus berangkat kerja sekarang"ucapnya ingin pergi.
Meraih tangan Caca berusaha menahannya.
"Kak Adit"pekiknya.
"Biar aku antar"bujuknya.
"Ngak usah kak aku berangkat sendiri aja"tuturnya.
"Aku yang membuat kamu telat, jadi biar aku bertanggung jawab"ucapnya.
"Ta-tapi"
"Udah ayok berangkat"meraih tangan Caca megodei pelayannya.
Sesampainya mereka diparkiran Caca lupa bahwa gaun yang ia kenakan belum dibayar,dan anehnya penjaga disana tidak mengkapnya malah mempersilakan ia pergi.
"Tunggu gaun ini belum dibayar"ucapnya ingin kembali masuk ke mall.
Namun langkahnya terhenti ketika para pelayan membawa banyak paperbeg menghampiri mereka.
"Maaf tuan kami sedikit terlambat"ucap salah satu pelayan.
"Tidak apa-apa"jawab Adit masuk kedalam mobil untuk membukakan garasi mobilnya.
Pelayan yang ingin memasukkan semua barang.
"Tunggu apa yang kalian bawa"ucapnya sedikit berbisik.
"Ini semua gaun yang tuan muda beli untuk nona"tuturnya.
"Sebanyak ini"ucapnya mendekat.
"Iya"jawab pelayan.
"Ternyata uangya banyak juga"
__ADS_1
"Nona hati-hati kalo bicara,tuan muda yang bersama nona itu adalah pemilik mall ini"
"Apa?memekik tidak Segaja.
"Ada apa?"ucap Adit yang berada di dalam mobil.
"Tidak ada"jawabnya cepat.
"Permisi nona"ucapnya pergi.
"Wowww"ucapnya tidak percaya.
"Ternyata Kak Adit pemilik mall terbesar di kota ini"ucapnya kagum.
Adit yang keluar dari mobil melihat Caca tersenyum bahagia ia juga bahagia.
"Secepatnya kau akan menjadi milikku"batinya.
"Ca? ayok"pangilnya yang sudah membuka pintu mobil.
Mobil mereka menigalkan mall itu.
"Kak Adit Sangat hebat"ucapnya
Adit yang lagi pokus nyetir,itu tertegun.
"Hebat Kenapa?"tanyanya.
"Iya kak Adit masih muda udah punya mall mana mall kak Adit yang paling besar di kota ini"ucapnya bahagia.
"aku tidak percaya bisa bertemu dengan pemilik mallnya Secara langslangsung" sambungnya.
"Tidak seperti itu mall itu milik ayahku" merendah.
"Iya tapi nanti kak Adit yang akan memilikinya, ternyata pertemanan kita tidak sia-sia aku tidak menyangka loh kak" tuturnya.
Deggg....
"Apa kau hanya menganggap hubungan kita ini hanya teman?"batinya.
"Iya teman?"kode.
"Iya.aku boleh dong mintak diskon 95%"ucapnya tersenyum.
"Ini semua akan menjadi milikmu nantinya"batinya.
"Serius?"Tanyanya.
"Apa aku pernah berbohong?"
"Tidak"ucapnya tersenyum.
Setelah perjalanan yang cukup jauh mereka akhirnya sampai di cafe tempat caca bekerja.Melihat Caca yang sepertinya tidak ingin turun dari mobil, sembari *******-***** jarinya.
"Ada apa?"tanya Adit yang turun duluan.
"Aku takut kak"ucapnya.
"Tidak usah takut"
"Ini hari pertama aku kerja massa udah telat aja"tuturnya.
"Ayok turun biar aku yang bicara dengan atasanmu"ucapnya.
"Ja-jangan kak.ini semua salahku"ucapnya.
"Jika saja aku tidak dibuntuti oleh seseorang mungkin aku tidak akan telat"tuturnya.
"Siapa yang memata-matai mu?"Tanyanya.
"Aku tidak tahu Kak seperti dia laki-laki mungkin seseorang meyuruhnya"ucapnya.
Mendegar itu Adit merasa marah ia mengepalkan tangannya dengan keras.sepertinya ia tidak terima akan hal itu.
"Aku yakin ini semua ada hubungannya dengan pria itu"ucapnya.
"Kak Adit ngak boleh ngomong gitu"
"Aku tidak menuduhnya tapi ini pasti ulah pria itu"ucapnya merasa geretan dengan Arnold.
"Kak Adit udah lagian aku ngak Kenapa-napa kok"ujarnya.
"Lebih baik kita masuk"ajak Caca mengangguk meraih tangan Caca berpegangan masuk kedalam.
"Kenapa tidak ada orang kemana semua orang?"melihat ke arah Adit,Adit menaikan kedua bahunya ia tidak tahu.
__ADS_1
"Benar kenapa aku menanyakannnya sedangkan sedari tadi kami bersama"batinya.
"Jika tidak ada orang Kenapa cafenya buka ya"merasa aneh mulai merinding.
Dorr...
Letusan balon berwarna putih dan diikuti oleh orang-orang.
"Selamat berkerja,sicafe kami"ucapnya serentak.
"Dan semoga kamu betah Bekerja si cafe ini"ucap salah satu dari mereka.
"Waw, melihat sekitaran dapur yang tampak bersih dan berisih Poto-poto pegawai cafe yang dipajang dengan rapi"takjub.
"Apa kau suka?"ucap pelayan cafe.
"Iya aku suka"Jawab cepat Caca tak henti-hentinya tersenyum.
"Terimakasih"ucapnya.
"Sama-sama"jawabnya serentak.
"Kenalin nama aku fanya"mengulurkan tangannya.
"Aku Caca"menjabat tangannya fanya.
"Dan aku Dika"sela pelayan laki-laki.
Yang membuat mood Adit jadi berantakan.ia menatap tajam ke arah pria itu mungkin mau menadai wajahnya.
"Nanti aku jemput"ucap Adit pamit ia harus pergi bekerja.
"Baiklah terimakasih Kak Adit"ucapnya.
"Hati-hati dijalan"teriaknya karena mobil Adit udah lumayan jauh.
"Cieee"ucapnya datang tiba-tiba.
"Eee... fanya"sapa Caca.
"Ada yang lagi pacaran nih"godanya.
"Siapa?"
"Yaelah Luh Siapa lagi"ucapnya.
"Kita ngak pacaran"ucapnya berjalan masuk.
"Ngak mungkin kamu bohong"ucapnya tak percaya.
"Ngak mungkin kalian ngak pacaran orang kalian tu swett banget.kalian juga cocok lo"tuturnya.
Namun tak dihiraukan oleh Caca ia sibuk melayani pelanggan yang memesan makanan.
Caca melakukan tugasnya dengan baik ia bahkan melayani pelanggan dengan baik serta hati-hati ia juga mendapatkan pujian dari salah-satu pelanggan yang membuat Caca senag.
"Ca,Lo ngak pulang?"pangil Dika.
"Sedikit lagi"ucapnya yang tengah mengelap meja.
"Kalo gitu baku duluan"ucapnya langsung pergi,Caca melanjutkan pekerjaannya.
"Ca ayok pulang"ajak fanya.
"Duluan aja"ucapnya.
"Ohh.. yaudah aku duluan ya ca"ucapnya juga pergi meninggalkan Caca sendiri pegawai yang lain juga udah pulang duluan.
"Ok selesai"ucapnya merentakang tangannya selesai membereskan semuanya Caca pulang.
Caca yang menunggu kak Adit menjemputnya tidak lama kemudian mobil hitam berhenti di depannya.
Adit turun dari mobil ia membukakan pintu mobil,dan Caca masuk ke dalam mobil.
"Ca,malam ini aku jemput ya kita makan malam"ucapnya.
"Ak-aku ngak bisa"ucapnya.
"Kenapa ngak bisa?"
"Soalnya besok aku harus kerja aku ngak mau telat lagi"ucapnya jujur.
"Ngak lama kok,aku janji setelah itu kita pulang"bujuknya.
"Tap-tapi"Caca yang melihat wajah kecewa Adit akhirnya memutuskan mau.
__ADS_1
"Baiklah tapi kanji ngak lama"ucapnya mengingatkan.
"Iya janji"jawabnya.