Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
35.


__ADS_3

Sesampainya mereka di parkiran tak lupa kom membukakan pintu mobil untuk Caca yang masuk ke dalam mobil memasang wajah betenya.


"Tuan pangil"panggil Ethan.


Ku


"Kita pulang sekarang"jawab arnold yang mengerti dengan pertanyaan Ethan.


Mobil mereka melaju meninggalkan mall terbesar yang terkenal di kota Louis di perjalanan mereka pulang Arnold sedari tadi memperhatikan wanitanya terlihat jelas dari raut wajahnya saat ini moodnya sedang tidak baik.


"Ada apa?" tanya Arnold menatap wanitanya.


"Tidak ada" jawabnya malas melihat wajah Arnold.


"Apa kamu meginginkan sesuatu"Tanya Arnold memelankan suaranya.


"Apa aku pernah mendapatkannya?"ketusnya menatap tajam ke arah Arnold.


Caca yang khawatir


Arnold mengangguk-anggukan kepalanya ia sedang berfikir apa yang diinginkan wanitanya.


"Emangnya mau apa.aku akan memberikannya"bujuknya.


"Kalo begitu suruh mereka semua untuk tidak mengikutiku.aku tidak akan kabur jika aku kabur bukankah kau akan menemukanku dengan mudah"


"Tidak bisa.tugas mereka untuk menjagamu"


"Baiklah aku sangat-sangat bersyukur, kenapa tidak kau kurung saja aku di dalam sangkar emas?"


"Tuan saya ingin melapor nona bertemu"sela Ethan.


Caca yang khawatir Arnold akan marah dengannya ethan memberitahu arnold bahwa ia tak sengaja bertemu dengan Adit Caca menatap kom dan memberinya kode kepadanya agar tidak mengatakannya.


"Maaf non saya harus mengatakannya ini demi keselamatan non"


"Sial"umpatnya Caca yang kesal membuang wajahnya ia memilih untuk melihat ke jendela mobil melihat ke arah luar kendaraan lain yang berlalu lalang di jalan.


"Katakan?"ucap Arnold dingin.memperhatikan wanitanya.


Sebelum Mengatakannya etan melihat ke arah Caca yang melihat ke arah luar jendela mobil.


"Evan menemui kami ia juga memberikan kartu namanya"jelasnya.


Arnold menatap tajam ke arah Caca kini terlihat dari wajah Arnold begitu marah tangannya meremas kursi duduknya.

__ADS_1


"Apa kau mengambilnya?" tanya Arnold yang mulai meninggikan nada suaranya.


Caca yang kaget dengan perubahan sikap Arnold,kenapa arnold begitu marah hanya karena ia mengambil kartu nama itu bahkan ia juga tidak mengenal pria yang memberikan kartu nama itu kini ia semakin yakin bahwa pria itu tahu banyak informasi tentang Arnold.


"Aku mengambilnya.Memangnya kenapa?" Caca balik bertanya.


"Buang Sekarang"pintanya.


"Kenapa harus dibuang?" tanya Caca.


"Saya bilang buang ya buang"pekik Arnold yang membuat Caca takut Arnold kembali bersikap seperti awal mereka bertemu.


"Ini"pekiknya menghempaskan kartu nama itu di tangan arnold.


"Kau saja yang membuangnya"ketusnya kembali melihat ke arah luar jendela mobil.


"Aku khawatir sesuatu terjadi padamu,aku tidak ingin itu terjadi"


"Aku tidak tahu berapa banyak orang di luar sana yang membenciku,Aku tidak ingin mereka menggunakan orang yang berada di dekatku sebagai kelemahanku terutama wanitaku,Aku tidak ingin kau terlibat dengan masalahku"


Arnold berusaha menjelaskan dengan baik-baik agar Caca mengerti dengan keadaannya ia terpaksa melakukan ini semua demi keselamatan wanitanya Arnold tidak ingin sesuatu terjadi padanya ia tak akan pernah memaafkan dirinya sendiri jika sampai hal itu terjadi.


"Sudah terlambat sejak kau memaksaku tinggal denganmu aku sudah masuk ke dalam kehidupanmu?"


Mobil mereka tiba dimension milik arnold Caca buru-buru untuk turun dari mobil ia tidak memperdulikan arnold yang tertinggal mata arnold yang melotot menatap tajam ke arah wanitanya yang berjalan pergi.


Arnold melepaskan jasnya menarik tangan Caca menghentikan langkahnya.


"Apa kau tidak tahu tanggal dan hari datang bulan?"seketika Caca langsung menghempaskan tangan arnold dari tangannya.


Caca menarik senyumnya rasanya ia ingin sekali menapar wajah pria yang tengah berada di hadapannya sekarang.


"Dasar pria mesum"ucapnya kesal megertakan gigi bawahnya.


Arnold tak memperdulikan perkataan wanitanya ia menutupi punggung wanita yang menggunakan jasnya mengikat bagian tangan jasnya menyimpulkannya ke depan caca dapat merasakan nafas arnold dari tengkuknya.


"Apa yang kau lakukan"pakiknya mendorong tubuh Arnold menjauh darinya.


Plakk......


Tamparan itu mendarat di wajah arnold "dasar pria mesum berani-beraninya mencari kesempatan dalam kesempitan"ucapnya tidak terima menunjuk Wajah Arnold.


"Lain kali tidak usah pakai pakaian berwarna putih"


Caca yang tidak mengerti apa yang dikatakan Arnold ia memeriksa dress yang ia kenakan menyingkirkan jas yang Arnold berikan terlihat ada noda darah di dressnya.

__ADS_1


Caca memejamkan matanya bahkan keningnya sampai mengkerut.


"Haaa..."Ucap Caca yang cegigisan.


"Kenapa merasa bersalah?"Ucap Arnold mendekatkan tubuhnya.


"Aku tidak segaja melakukannya"ucapnya menggigit bibir bawahnya.


"Apa kau tidak tahu tanggal dan hari datang bulan?"arnold mengulangi pertanyaan yang sama.


"Mana aku tahu dia selalu begini tidak teratur bagaimana aku megigat tanggalnya"ucapnya megerecutkan bibirnya.


"Apa itu tidak menimbulkan gejala-gejala?"tanya arnold biasanya yang ia tahu wanita pasti akan merasakan sakit perut yang amat sakit saat sedang datang bulan Jika wanitanya tidak merasakan sakit arnold tidak perlu untuk khawatir.


"Biasanya aku akan sakit perut nanti"jawab Caca.


"Apa itu sakit?"arnold menghawatirkan wanitanya terlihat jelas dari raut wajahnya sekarang.


"Pastinya.sudahlah pria tidak akan tahu penderitaan wanita tiap bulannya saat datang bulan"ketus Caca yang langsung pergi ke kamar ia harus mengganti pakaiannya.


Arnold yang sudah lama menuggu Caca keluar dari kamar mandi bahkan ini sudah 20 menit ia menunggu.tapi wanitanya sampai sekarang belum keluar juga dari kamar mandi.


Arnold yang melihat wanitanya keluar dari kamar mandi memegangi perutnya terlihat bibir wanitanya pucat arnold beranjak dari tempat tidur menghampiri wanitanya.


"Apanya yang sakit?"tanya arnold yang khawatir.


"Apa aku bisa mempercayainya.tidak tidak aku terlalu malu untuk memintanya"batinnya.


"Tuan?"panggil caca, sepertinya ia ragu untuk mengatakannya.


"Apa?"jawab arnold.


"Aku tidak mem____mempunyai pembalut.bisahkan aku membelinya?"ucap Caca sedikit berbisik.


"Aku akan meyuruh Ethan untuk membelinya"jawab arnold dengan polos.


"Hadehhhh"Caca menepuk-nepuk keningnya.


"Apa pria ini tidak tahu privasi.seseorang wanita pasti akan malu jika orang lain yang membelikan pembalut.apalagi jika yang membelikannya laki-laki apa yang orang pikirkan nanti"Ucapnya yang tak segaja di dengar oleh arnold.


"Aku sendiri yang akan membelikannya"ucapnya langsung pergi begitu saja.


"Heii tuan tunggu!!"teriaknya memanggil namun sepertinya arnold tidak mendegarnya.


"Apa pria ini tidak malu untuk membelinya, tunggu apa dia tahu pembalutnya seperti apa aku mau yang bersayap"gerutunya.

__ADS_1


"aaaaa sakit"ucap Caca tak henti-hentinya. merasa sakit di perutnya ia memegangi perutnya yang amat sangat sakit.


__ADS_2