Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
66.


__ADS_3

Melihat keluarga ini bik Ida merasa Prihatin


Mereka keluarga kaya raya bahkan perusahaan mereka ada dimana-mana, keluarga terpandang yang jika megigikan apa saja mereka mampu membelinya,apa lagi mereka disegani banyak orang Siapa yang tidak megenal keluargan adibrata.


"Nyonya Tuan Arnold baru saja Pergi kekantor"ucapnya.


"Iya saya tau bik tadi anak buah Arnold memberi tahu saya"saking banyaknya anak buah Arnold anaknya intan ia tidak tahu nama-nama mereka.


"Boleh saya masuk bik?"


"Bik?"


"Ahh iya maaf nyonya"galine tahu apa yang sedang dipikirkan oleh bik Ida melihat dari pandangannya tadi.


"Ahh kenalin bik ini moca"memperkenalkan wanita yang berada disampingnya.


"Sepertinya wanita ini bukan wanita baik-baik"batinya seolah-olah dapat melihat mata batin.


"Siapa bik?"teriaknya dari dapur.


"Suara itu?"sepertinya suara itu tidak asing ditelinga galine.


Bik Ida tidak menjawab ia hanya meganguk, dengan buru-buru intan masuk kedalam menuju kedapur tanpa memperdulikan moca bersamanya.


"Sayang?"pangil galine pelan,pandangan Caca melihat kearah wanita yang berada dihadapannya.


"Tante"ucap galine sopan.


Degg.....

__ADS_1


"Ak__aku"jawab Caca gugup, mendapat tatapan dari galine meskipun intan tidak bertanya namun ia dapat melihat wanita itu menayakan keberadaannya disini.


"Tidak apa"Namun matanya berkaca-kaca karena tidak tahan lagi galine langsung memeluk tubuh Caca dengan erat.


"Maafkan Tante selama ini Tante Tidak tahu kau memendamnya sendiri, apalagi yang membuatmu kehilangan mamamu adalah suami Tante sendiri"


Hikssss........


Hikssss........


"Aku ingin meminta maaf kepadamu mewakili suamiku"ucapnya lirih


Caca membalas pelukan galine dengan tulus ia berusaha untuk tidak megigatnya lagi apalagi Disini tidak ada hubungannya dengan mereka.


"Caca sudah melupakannya Tante,lagian itu kecelakaan bukannya disegaja"ucapnya.


"Apa kau memaafkan Tante?"Caca megangguk sebagai jawabannya.


"Terimakasih...... terimakasih"ucapnya lalu kembali memeluk tubuh Caca.


"Tante?dia siapa?"ucap muca karena melihat galine Tengah memeluk seorang wanita.


galine melepaskan pelukannya ia tersenyum bahagia sampai-sampai ia melupakan moca.


"Tante lupa kenalin ini"


"Hallo Caca"ucapnya sopan mengulurkan tangannya.


Moca Secara terang-terangan mengungkapkan kalo tidak suka dengan caca.

__ADS_1


"Moca calon istrinya arnold"menekankan kata-katanya sembari menyelipkan rambutnya kebelakang telinga.


Bak di sambar petir dengan gemuru angin yang kencang melanda hati Caca rasanya sakit baru kemarin malam ia merasakan kebahagiaan sekarang sudah leyap nyatanya pria yang ia cintai selama 11tahun ini sudah memiliki kekasih.


Caca Berusaha tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa dengan dirinya ia menutupi rasa sakitnya dengan tersenyum lembut.


"Maafkan Tante sekali lagi Tante menghancurkan kebahagiaanmu dan juga putra kusendiri"batinya.


"Sudah cukup kali ini aku tidak akan membiarkan kebahagiaan putraku dirampas darinya"batinya.


"Tante duduk aja dulu disana Caca akan buatkan minum"ucapnya.


"Biar bibik saja non"tawar bik Ida dan disetujui oleh intan.


"biar Caca aja bik,bibik pasti capek dari tadi masak sama cuci piring lagian ini tidak lama kok"ucapnya.


"Baiklah kamu hati-hati bikinnya"ucap intan berjalan pergi kearah ruang tamu diikuti oleh moca.


"siapa sih wanita itu sepertinya ia sangat dekat dengan Tante galine.aku tidak akan membiarkannya"batinya.


"wanita tadi siapa Tan?"Tanyanya tidak suka.


"Caca maksud kamu?"moca megangguk malas.


Ia tidak suka dengan nama itu apalagi ia dekat dengan calon mertuanya.


"sebaiknya kau tanyakan kepada Arnold"ucap galine tersenyum kepada Caca yang berjalan kearahnya membawa nampan yang berisi dua cangkir teh.


moca adalah teman Arnold ketika mereka berada di Jerman papanya moca adalah Teman baik papanya Arnold perusahaan mereka juga bekerja sama selama ini hubungan antara mereka sangat baik dan moca sering kerumah sambil membawa makanan kadang-kadang hanya mampir selama intan di Jerman ia kesepian suaminya yang gila kerja dan Arnold pergi dari rumah ia memutuskan untuk tinggal sendiri.

__ADS_1


__ADS_2