
Para pelayan yang melihat tuannya itu turun dari tangga dengan menggendong Caca sedikit terkejut, sekarang tuannya punya wanita yang membuat tuanya itu harus repot-repot mengurusnya.
Arnold menarik kursi meja makan yang berdampingan dengannya Arnold menurukan Caca ke kursi itu.
"Duduk dan makanlah bersamaku"
Caca memilih untuk duduk dia tidak mau membatah yang akan membuat dirinya sendiri dalam bahaya karena dia juga ingin tahu apa alasan pria yang tengah duduk di hadapannya itu menculik dirinya.
Pelayan melakukan tugasnya dengan mengisi piring mereka dengan makanan tidak lupa pula dia menuagkan air putih.
"Silakan dimakan tuan,non"ucap pelayan itu sambil mempersilahkan untuk dimakan.
"Seketika Caca memutar kedua bola matanya tidak percaya apa yang dia lihat meja sebesar ini penuh sekali dengan makanan,dia tidak percaya ada begitu banyak makanan tapi yang cuman duduk di meja makan hanya mereka berdua".
"Apa pria ini sangat rakus"batinya
"Apa kau tidak menyukai makanan ini?"ucap Arnold karena sedari tadi Caca hanya memperhatikannya saja.
"Tidak aku hanya memikirkan makanan apa yang harus aku makan"ucap Caca yang. Sedang mencari-cari makanan yang ingin ia makan.
Caca yang tidak tahan dengan semua makanan yang ada akhirnya ia memilih untuk megambil semuanya dan meletakan di atas piringnya Caca memakan semua makanan dengan lahap.
Emmm.....
Sedangkan Arnold memperhatikan wanitanya makan dengan lahap tersenyum kecil di bibirnya.
"Makanannya enak semua,coba ajak bibik juga ikut di bawa ke sini pasti bibik akan senang,dia pasti tidak akan pernah memarahi ku lagi"gumamnya.
"Apa nanti dia tidak akan meyesal setelah mengatakan itu"ucap salah satu seorang pelayan wanita yang tengah berbisik kepada pelayan lainnya.
"Mungkin dia akan sadar setelah melihat sendiri"jawab wanita lawan bicaranya.
Arnold yang mendegar pelayanannya tengah membicarakan wanitanya.
"Apa kalian berdua ingin melihat ruang tahanan?" Ucapnya dengan tatapan tajam.
"tidak tuan"Ucapnya serentak kami akan kedapur tuan permisi jujur mereka takut dengan ucapan Arnold karena itu akan benar-benar terjadi Arnold tidak main-main dengan ucapanya.
Caca sama sekali tidak memperdulikan perkataan mereka dia hanya fokus pada makanan yang ada di depan matanya.
Uhukk....
Uhukkk...
Caca Yang tersedak makanan
Dengan sigap Arnold megambilkan air untuk wanitanya.
Ahhh..
__ADS_1
seketika ia sadar bahwa semua orang tengah melihat ke arahnya.
Caca melirik ke arah mereka satu persatu, "Apa kalian mau"ucap Caca dengan cegigisan
Tidak ada satupun dari mereka yang menjawab mereka hanya mengelenkan kepalanya sambil menunduk ke bawah.
"Mereka akan makan tapi nanti, sebaiknya kamu lanjutkan makanmu"ucap Arnold dengan wajah datarnya.
Tiba-tiba salah-satu seorang anak buah Arnold datang menghampiri mereka dia berbisik di telinga Arnold.
"Maaf tuan salah-satu anak buah kita yang berjaga di ruang bawah tanah ada yang terluka karena laki-laki yang kita bawa bersama dengan wanita ini".
"Sial"dengan tidak segaja Arnold memukul meja makannya dengan begitu keras.
Bungg......
Membuat Caca kagett dan seluruh pelayan beserta anak buahnya yang berada di sana terkejut setengah mati.
Wajah mereka Tampak ketakutan melihat Arnold yang berdiri dengan raut wajah yang jelas terlihat dari wajahnya.
Arnold pergi meninggalkan caca yang tengah berada di meja makan,dan di ikuti dengan anak buahnya.
Melihat Arnold yang pergi sehabis memukul meja dengan wajah marahnya membuat Caca penasaran dengan apa yang terjadi.
Kenapa pria itu begitu marah setelah anak buahnya megasih tau.
Sebaiknya kamu jangan membantah apa yang di katakan tuan Arnold kalo kamu ingin hidupmu baik-baik saja.ucap pelayan
Caca yang tidak mengerti apa maksud dari pelayanan itu.
"Kamu tidak perlu megerti sekarang nanti kamu akan tau dengan sendirinya"
Caca yang begitu penasaran apa yang membuat pria itu begitu marah dia memutuskan untuk mencari tahu.
Disisi lain Arnold tampak Arnold tengah berjalan dan di ikuti oleh anak buahnya.
"Kenapa dia bisa keluar?"pekiknya marah dengan kedua telapak tangannya bersamaan mengepal menahan amarahnya berjalan menuju ruang tahanan bawah tanah.
Melihat wajah Arnold mereka semua sudah gemetar ketakutan apalagi Ethan sudah kerigat dingin.
Tiba-tiba
Bungg...
Arnold langsung memukul rahang Ethan dengan pukulan yang keras sampai membuat Ethan mundur kebelakang, dan juga ia memukul semua anak buahnya Seperti yang dilakukannya terhadap Ethan.
Bungg....
Bungg....
__ADS_1
Caca yang mengikuti dari belakang tidak seganja melihatnya,dia melihat sosok laki-laki yang begitu kejam tidak berperasaan seperti Arnold.
"Pria ini sangat-sangatlah kejam, setelah ini dia pasti akan meyuruhku untuk menembak kepala ku sendiri"batinnya
" Apakah Sesingkat ini aku hidup?"bertanya kepada dirinya sendiri
Yatuhan tolong selamatkan aku dari orang-orang kejam ini, bisakah kau mengirimkan seseorang untuk membawaku pergi dari sini.
Seperti itulah cara Arnold melampiaskan kemarahannya jika anak buahnya tidak becus melakukan tugasnya bahkan dia tidak segan-segan untuk menembak kepala mereka atau meyuruh mereka menembak sendiri kepalanya.
"Kenapa pria itu bisa keluar"pekiknya marah memperlihatkan wajah yang begitu megerikan.
Flashback....
Tampak pria itu terbaring di lantai seolah tak berdaya dengan wajah begitu pucatnya.
Penjaga yang melihatnya mencoba memanggilnya namun pria itu sama sekali tidak menjawabnya.
Penjaga yang curiga bahwa tahanan itu sedang sakit akhirnya memutuskan untuk mengeceknya sendiri.
Bangun....
Pria itu langsung terbangun dari tidurnya di memohon kepada penjaganya untuk memintak segelas air kerena selama di dalam sana pria itu sama sekali tidak di kasih air dan juga minum.
"Tolongg ambilkan aku air"ucapnya dengan wajah memelas sudah tidak berdaya.
Akhirnya penjaga itu setuju untuk megambilkannya air,namun sayangnya pada saat penjaga itu berbalik badan untuk pergi megambilkan air pria itu berhasil merebut pistol yang berada di saku celana penjaga itu pria itu langsung menodongkan pistol ke kepalanya.
Penjaga yang lain melihat itu berusaha untuk menghentikan pria itu untuk kabur namun sayangnya pria itu langsung menebakkan pistolnya.
Dorr!!
Tembakan pria itu tepat mengenai dada seorang penjaga itu terjatuh ke lantai dengan berlumur darah segar.
Dorr!!
Suara tembakan membuat semua orang kagett, tiba-tiba ada suara tembakan yang entah dari mana asalnya.
Pria itu ambruk seketika semua orang melihat sekeliling untuk mencari di mana berasal suara tembakan itu.
"AaaAhhhhh"teriak caca yang sambil menutup mulutnya supaya tidak ketahuan oleh semua orang,Caca berbalik kebelakang tidak percaya apa yang dia lihat.
"Ternyata dia seorang mafia"batinnya dan langsung bergegas pergi dari tempat itu
Arnold yang mendegar Seperti ada suara seseorang menoleh ke belakang.
"Bereskan semuanya Jangan sampai ada masalah sedikitpun"ucap Arnold dengan wajah datarnya.
"Baik tua" mereka semua menjawab serentak langsung membereskan mayat tersebut.
__ADS_1