
"Caca aku mintak maaf tapi ini kebenarannya.dia memang benar-benar menodaiku"bersujud memegang kedua kaki Caca.
Terduduk lemas,menatap kosong memikirkan perkataan yang keluar dari mulut seseorang yang telah ia anggap seperti Kakak kandungnya sendiri.
"aku mintak maaf"menyentuh wajah Caca.
Hikss......
Hikss.....
"Maafkan aku.aku tidak tahu kalau dia calon suamimu"terisak-isak.
Tanpa ia sadari air matanya mencoba untuk kuat.
"Kau pembohong"menepis tangan Rere dari wajahnya.
"Aku tidak berbohong"ucapnya.
"CK.sialan Kenapa kau bodoh"umpatnya yang memperhatikan dari kejauhan.
"Rere apa yang terjadi sebenarnya?"tanya intan.
Pasalnya intan tahu bahwa Rere selalu saja bermain-main dengan pria karena itu memang pekerjaannya selama ini.intan pun tahu kondisi keuangan Rere.
Apalagi ayah dan ibunya telah tiada ia harus memenuhi kebutuhan kelima adiknya.yang membuat intan tak habis pikir adalah Rere selalu bermain-main dengan pria lain tapi ia tidak akan melakukan hubungan ****.
Yang akan merugikan dirinya tapi kenapa hal ini bisa terjadi.pasalnya Rere pernah megatakan kepada dirinya bahwa jika ia menikah suatu hari nanti ia tidak ingin suaminya kecewa akan dirinya,apalagi hal yang berharga bagi wanita adalah menjaga kehormatannya.
Mungkin semua orang tidak akan percaya dengan ucapannya Karena tidak sesuai dengan kelakuannya.ia juga tidak memaksa semua orang untuk mempercayainya.
Rere juga berfikir mana ada laki-laki yang mau menerima dirinya dengan tulus setelah tahu pekerjaan dirinya yang begitu mejijikan.
"Untuk apa mendegarkan perkataan wanita rendahan seperti dia"
"Dia pasti mengarang cerita untuk memeras anakku"
"Lagian j4l4n9 seperti dia sudah pasti sering bermain-main dengan pria lain"
"Ngaku kamu?"mamanya Adit terus-terusan melontarkan perkataan kasarnya.
"Sebaiknya kita lanjutkan saja pernikahan anak kita"tutur mamanya Adit.
"Tunggu!! aku ingin mendengar semuanya agar jelas"
"Rere.katakalah yang sejujurnya"pintanya.
"Dasar Tidak tahu diri"menatap sinis kearahnya.
"Rasanya aku ingin sekali menjambak rambutmu"geramnya.
"Tidak ada yang berbicara lagi"
"Kita harus Mendegar penjelasannya dulu" ujar Harun menatap tajam ke arah Rere.
"Rere!?"
Menatap semua orang yang ada di depannya. Berusaha meguatkan dirinya.
"Lihat dia tidak bisa mengatakannya.karena dia pembohong"tunjuk mamanya Adit.
"Stop"
"tante berhentilah merendahkanku seperti itu"mengusap air matanya.
"Kau mulai berani ya?"menarik rambut Rere.
"Aku tidak takut sama sekali aku ingin menuntut hak ku karena anak Tante telah"tiba-tiba terhenti.
__ADS_1
"Telah apa?"tanya Caca.
"Katakan apa yang terjadi" mengoyan-goyangkan tubuh Rere.
"Sayang sabar sayang"memeluk Caca berusaha menenangkan.
Hiksss....
Hiksss.....
"Pria ini telah M3MP3RK054 ku"semua orang terdiam tidak percaya.
"Ya Secara paksa"memeluk erat tubuh Caca.
"Katakan kenapa kau diam saja?"tanya mamanya Adit kepada anaknya.
"Haish anak ini"ingin memukul anaknya.
"Maafkan aku"
"Ma"melihat wajah mamanya.
"Pa"melihat ke arah papanya.
"Malam itu aku mabuk"
"Dan aku tidak ingat sama sekali" menjelaskan.
Plakkk.......
"Anak Kurang ajar"umpat kesal ayahnya Adit.
"Pa kenapa kamu menapar anak kita?"bela mamannya.
"Kamu masih mau membelahnya ma"geram papanya karena tidak habis pikir dengan istrinya.
"Yang salah itu bukan Adit pa tapi wanita rendahan itu"menunjuk kearah Rere.
semua tamu undangan sudah disuruh untuk pulang karena acaranya dibatalkan.
Flashback:
"Permisi maaf mengaggu tapi kami akan segera tutup"ucapnya.
"Beri saya satu gelas lagi"
"Bukankah kau sudah minum banyak"
"Beri saya satu gelas lagi"pekiknya mulai kesal karena tidak mendapatkan minumannya.
"Tidak bisa kami akan segera tutup"tolaknya.
"Kau mulai berani"beranjak dari tempat duduknya.
"Kau terlihat mirip dengan calon istriku" sepeyongan karena sudah mabuk berat.
"Sangat cantik.memebelai wanita dihadapannya"menepisnya.
"Heii....apa kau marah?"
"Dengar aku bukan calon istrimu"
"Tapi kau mirip dengannya"melototkan matanya melihat wanita yang ada dihadapannya.meyakinka dirinya apa itu calon istrinya atau bukan.
Ingin pergi meninggalkan pria yang tengah mabuk berat itu.namun pria itu menahannya.
"Tapi kau juga cantik"gumamnya.
__ADS_1
"Lepaskan aku"memberontak.
"Oho.... aku suka penolakan itu semangkin membuatku bergairah"
"Lepaskan aku bukan calon istrimu.namaku Rere"memberontak.
Tanpa pikir panjang Adit menghempaskan tubuh Rere kesofa menindihnya.
"Menjauhlah dari tubuhku"mendorong tubuh adit.sayangnya tenaganya tidak cukup kuat.
Bukanya menjauh darinya Adit semangkin mendekatkan wajahnya.menaikan tangan Rere keatas kepala.
******* bibir ranum yang terlihat seksi itu sepertinya menggoda dirinya untuk mencicipinya.
"Emphhh"
Menutup mulutnya rapat-rapat.merasa tidak diberi kesempatan Adit berpindah ia kini ia berada dileher bahkan sesekali megigitnya kecil.
"Ngghhh"satu ******* lolos tanpa ia sadari.
"Kau menyukainya?"Tanyanya dengan suara berat yang memburu.
Adit ******* kembali bibir Rere.sembari tangannya membuka satu-persatu tubuh Rere bagian atas.
Mata mereka saling menatap satu sama lainnya sepertinya Rere mulai terbuai dalam permainan panasnya Adit ia bahkan tidak menghentikannya malah menikmati.
Setelah puas *******,tubuh Rere bagian atas tubuh Rere sudah terekspos ia berusaha menutupinya dengan meyilangkan kedua tangannya untuk menutupi.rere merasa malu dilihat seperti itu oleh adit.
Adit tersenyum smirk memikirkan pikiran kotornya.mulutnya langsung menyambar p*t*ng.**********, menghisapnya terkadang juga megigit kecil menyesap menigalkan kemerahan di dua bukit kembar.
"Aaahhhh"Rere bisa merasakan permainan Adit benar-benar lembut Setiap gerakannya.ia tak pernah merasakan ini sebelumnya biasnya mereka akan bermain dengan agresif.
Adit begitu banyak menigalkan kiss mark di tubuh Rere. Sekilas melihat ke wajah Rere wajahnya sudah memerah karena nafsu.ia tersenyum karena Rere mau megizikannya jadi dirinya bisa bermain sepuasnya.
"Apa yang kau lakukan aku tidak mau"mulai panik.
"Hanya sebentar sayang"bisiknya sensual.
Dengan cepat Adit melucuti pakaian bagian bawah Rere,tidak gampang bagi Adit melucutinya karena Rere menolak dan menahan tangannya tapi Adit tetap saja Rere kalah karena Tenaga Adit lebih besar darinya.
Rere berusaha menutupi bagian bawahnya yang menjadi pokusnya Namun Adit tidak mau hal Yang indah itu ditutupi ia menyingkirkannya dengan pelan-pelan sambil meyakinkan ia hanya senbentar saja.
"Cukup aku tidak mau mendengarnya lagi"
Hiksss..
Hiksss....
Sungguh Caca tidak kuat untuk mendegar cerita dari Rere apalagi tentang penghianatan mereka berdua.
"Kau sudah Dengar sendiri bukan.apakah kau tidak mau mengakuinya"ucap Harun menatap Adit.
"Sebaiknya kita batalkan saja pernikahan ini"ucap Harun yang disetujui oleh istrinya.
"Anak ink bikin malu saja"ucapnya lalu pergi.
"Pa mau kemana?"pangilnya melihat suaminya pergi.
"Kamu urus anak kamu yang bikin malu itu"
"Tapi pa ini anak kita juga"
"Maafin Adit ya ma"
"sudah ayo pulang?"
"Bikin malu aja"
__ADS_1