
"Terimakasih"ucap Adit mengambil dan langsung memberikannya kepada caca.
Didalam kamar intan terbaring di atas tempat tidur.
Glekk...
Menelan ludahnya dengan susah paya melihat lingerie yang dikenakan istrinya terlalu **** membuat dua benjolan kembar sedikit terekspos.
"Kemarilah!sayang"mengigit bibir bawahnya, Menaik keatas ranjang,menindih tubuh intan.
"Kau taukan dampak dari permainan mu ini?"smirk.
Megalukan tangannya keleher Harun dan mencium lehernya.
"Aku meginginkannya sekarang"bisiknya sensual.
Terkekeh... langsung mencium bibir ranum istrinya,intan langsung membalasnya.
Umphh....
Adegan ciuman panas masih berlanjut selama 3menit.
"Aku akan melakukannya"bisiknya sensual,intan hanya mengangguk.
Kasur yang tadinya tenang mulai perlahan-lahan bergoyang bersamaan dengan ******* intan memenuhi seluruh sudut ruangan.
Disisi lain.
Ting....Ting..
Bunyi pesan masuk dari ponsel pria yang tengah berdiri matanya menatap laut desiran angin malam mulai masuk ke dalam kulit arnold.
"Tuan,sebaiknya masuk kedalam diluar sangat Dingin"ucapnya yang juga ikut merasakan Dinginnya angin malam ditambah hembusan angin yang berhembus cukup kencang.
"Aku.tidak apa"jawabnya Dingin, bahkan lebih dingin dari udara malam di tengah laut.
Ting....
Ethan langsung melihat layar ponselnya ada sebuah pesan yang dikirim anak buah Arnold yang diutus untuk menjaga wanitanya.
"Tuan Kau harus melihat ini"ucapnya memberikan ponselnya.
Degg....
"Pria ini melamarnya dan diterima"isi pesan dibawah gambar.
Melempar ponselnya ke laut.
"Tu-tuan"ucapnya melihat ponselnya tegelam dilaut.
"Aku akan memberikan yang baru"beranjak pergi meninggalkan Ethan yang masih setia meratapi nasib ponsel miliknya yang tidak ada salah.
"Ponselku!!"ucapnya.
"Kalian sudah pulang"ucap intan.
"Iya...."jawab Adit.
"Cepet bangett pulangnya"
"Besok caca harus kerja.dia tidak mau terlambat"menatap Caca.
"Seperti,tadi pagi"ujarnya.
"Kenapa kak Adit memberitahunya"batinya tersenyum kecut.
"Apa benar kamu terlambat tadi pagi"menatap tajam kearah Caca.
"Mas!kamu ini gimanasih kan kamu tadipagi tidak mau lepas kan Caca udah bilang sama kita"
"Nanti dia bisa terlambat tapi kamu yang ngak dengar.terlambatkan?"
__ADS_1
"Seharusnya kita yang mintak maaf"ujarnya.
Harun mulai megigat kejadian tadi pagi yang dimana.dia memeluk putri mereka terlalu lama.
"Apa benar begitu"tanyanya memastikan bahwa tidak ada hal lain yang membuatnya terlambat.
"Iya Paman"bohongnya.ia juga memberikan kode kepada Adit untuk jangan meneruskan percakapan ini.
"Kamu tidak ingin membuat mereka panik.aku akan lebih menjagamu"batinya.
"Kalo begitu saya pamit pulang dulu.paman!bibik"ucapnya pamit.
Mobil Adit menigalkan kediaman Harun.
"Bagaimana tadi?"tanya intan penasaran.
Degg...
"Ohh.. itu hanya makan malam biasa"ucapnya.
"Lihat anak ini tidak mau membagi kebahagiaannya"tuturnya melipatkan kedua tangannya di bawah dada.
"Lihat Bibikmu seperti ini"ujar Harun.
Intan tak segaja melihat cincin ditangan Caca.
"Waw.. Sangat berkilau"ujarnya melihat cincin ditangan Caca.
"Pantas sedari btadi senyumnya tidak luntur"ujarnya.
"Apa cincin ini darinya?"tanyanya penasaran.
Caca Hanya megangguk tidak berani mengatakannya terlalu malu baginya.
"Aku tidak akan bicara lagi.dan tidak akan menayakanya"ketusnya.
"Ayolah bibik.jangan marah"bujuknya tersipu malu.
"Baiklah aku akan menceritakanya"ajaknya megambil posisi duduk diikuti oleh Harun.
"Sayang,ayok duduk"Ucapnya.
"Bibik kemarilah"menarik tangan intan supaya duduk.
Mulai menceritakan.
"Awalnya aku tidak tahu akan dibawa kemana.karena mata ku ditutup kak Adit menuntutku berjalan"
"Sampai ketika kita berhenti dia membuka kain hitam yang menutupi mataku"
"Aku tidak percaya dia bisa melakukannya.dia megajakku kesuatu tempat dimana tempat itu yang ingin aku kunjungi selama ini"
"Memangnya dia megajakmu pergi kemana"tanyanya antusias.
"Dipinggir pantai"jawabnya.
"Astaga ini sangat-sangat swett"
"Aku sangat ingin Pergi kesana.deburan ombak laut yang menerpa, desiran angin malam ditambah suara biola yang dimainkan"sambil membayakan.
"Astaga anak itu.tidak pernah berpikir betapa bahayanya bagaimana jika putriku masuk angin"ucapnya yang membuat mata intan yang semulanya tertutup langsung terbuka.
"Kamu ngak romantis banget sih mas"ucapnya.
"Ini bukan soal romantis atau ngak romantis ini soal kesehatan"
"Ya tapi kan ini tempat yang bagus untuk pasangan"
"Tapi itu sangat dingin angin dipinggir pantai sangat kencang kalo jatuh sakit gimana"
"Kamu ngak ngerti kemauannya cewek mas"
__ADS_1
"Pertengkaran ini akan memakan waktu cukup lama sebaiknya blaku pergi tidur"batinnya yang menigalkan mereka berdua.
"Lihat Caca jadi pergi.dia belum menyelesaikan ceritanya"ujarnya.
Pagi-pagi sekali Caca sudah bangun dan bersiap untuk pergi bekerja ia juga sudah membuatkan sarapan untuk paman dan juga bibiknya.
Caca meletakan Surat di atas meja makan
#paman bibik aku berangkat bekerja dulu ya#
Pamitnya melalui surat.
Ditengah jalan hari ini Caca berangkatnya tidak dijemput oleh Adit karena ada meeting mendadak.
"Sebaiknya aku lewat jalan sana saja agar lebih cepat"batinya.
Disuatu gang kecil Caca terus berjalan menuju halte.
Tiba-tiba segerombolan orang menghadang jalannya melihat itu membuatnya takut.caca berbalik melihat kebelakang ternyata ia sudah dikepung tidak bisa kemana-mana lagi.
Caca yang Kala itu tengah panik ia tidak tahu mau berlari kemana depan belakang ada orang.kakinya juga gemetaran ia megelurakan ponselnya dari dalam tas menelpon seseorang mereka semangkin mendekat kearahnya.
"Hallo"ucapnya bergetar panik.
"Kak Adit"Ucapnya ketakutan
"Sayang ada apa?"tanyanya mendegar suara ketakutan.
"Ak-aku"
Tut......Tut..
Sambungan terputus yang membuat Adit cemas.adit sudah beberapa kali menelpon namun tidak diangkat.
"Caca kamu kenapa?"ucapnya.
Menyambar jasnya yng di letekan di kursi kebesarannya.
"Tuan mau kemana?"tanya wanita sepertinya sekertarisnya.
Megengam tangan Caca dengan kasar.
"Lepaskan tanganku"memekik berusaha melepaskan.
"Apa yang kalian lihat"menatap tajam langsung semua anak buahnya berbalik badan.
"Sakit"ringisnya kesakitan sembari memberontak namun sayang tenaganya tidak cukup kuat.
Membuang ponselnya kesembarang arah.
"Apa yang kau lakukan"melihat ponselnya rusak.
Berjalan mendekat ketubuh Caca sampai mentok ke tembok.
"Apa yang kau lakukan"menaikan suaranya.
Memegang kedua tangan Caca menempelkannya ke tembok.Mencium bibir caca.
******* bibir bibir Caca dengan lembut.
"Hentikan apa kau sudah gila"berusaha memberontak namun Arnold menahannya dengan kuat.
Yang membuat mulut Caca terbuka,hal itu kesempatan bagi arnold ia langsung memperdalamnya mencari lidah Caca.megigit dan menghisap bibir Caca.
Berusaha membukam mulutnya.mendorong tubuh arnold karena kehabisan nafas.megabil oksigen sebanyak-banyaknya mengelap bibirnya dengan kasar.
"Apa kau sudah gila?"
"Iya aku gila.aku gila karenamu kamu harus bertanggung jawab kau tidak bisa menigalkanku begitu saja"
Plakk.....
__ADS_1