Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Bar Kesayangan Tuan Mafia
12.ruang tahanan.


__ADS_3

Arnold yang berjalan lebih cepat dari langkah kaki Caca yang berjalan di belakang Arnold ketinggalan karena kakinya masih sakit.


"Apa pria ini sedang ingin megambil gaji jalannya cepat sekali"batinnya


Sepanjang perjalanan ke ruang tahanan Caca melewati banyak sekali anak buah Arnold yang sedang berjaga setiap penjaga di sana ketika Arnold melewati mereka akan menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat dari mereka.


"Apa mereka harus melakukan itu kepada pria kejam itu"batinnya sehingga dia juga harus menundukan kepalanya ke pada setiap anak buah Arnold yang ia lewati.


Caca yang juga membalas menundukkan kepalanya setiap melihat anak buah Arnold tidak seganja menabrak tubuh Arnold.


AaAwwww....


"Sakit"ucapannya memegang keningnya


Arnold langsung membalikkan badannya menatap tajam ke arah Caca.


"Maff"ucapnya sambil menundukkan kepalanya beberapa kali sambil berkata maaf maaf.


Ethan yang berdiri di samping Arnold tersenyum tipis melihat ke arah Caca yang sedang bertingkah lucu.


"Apa yang kau tertawakan"ucap Arnold menatap tajam ke arah Ethan.


Ethan langsung menarik senyumnya langsung megambil posisi siap.


"Bawakan wanita itu kemari"pinta Arnold


"Baik tuan"ucap Ethan menundukkan kepalanya dan Pergi.


"Lepaskan aku biarkan aku pergi dari sini"ucap wanita yang tengah di bawa oleh Ethan dengan tali yang mengikat di kedua tanganya.


Awalnya Arnold membawa wanita itu untuk di habisi karena sudah berani menggodanya menganggu pertemuan bisnisnya salah satu rekan bisnis yang mempercayai Arnold mereka sudah lama menjalin hubungan bisnis mereka tapi tak di sangka wanita itu adalah orang yang dekat dengan wanitanya jadi ia tidak akan menyakitinya ia akan menggunakannya untuk mengancam Caca supaya menuruti perkataannya.


Untuk pertemuan pertama kali Arnold jatuh cinta pandangan pertama dengan Caca bukan karena kecantikan yang dimiliki oleh Caca tapi ada rasa yang belum ia rasakan sensasi yang berbeda yang Arnold sendiri tidak tahu itu.


Dia sudah sering bertemu dengan jutaan wanita cantik tapi tidak ada gelora cinta yang di rasakannya seperti bertemu dengan caca itulah yang membuatnya ingin memiliki Caca.


Tapi sesuatu terjadi pada saat mereka tiba di mension Arnold ternyata dia membawa 2 orang wanita yang saling kenal tapi bedanya yang satunya akan dia habisi yang satunya sebagai kekasih hati.

__ADS_1


Dia sengaja tidak meyakitinya karena wanita itu dekat dengan wanitanya ia tidak akan meyakitinya ia takut kalo nanti Caca akan marah dan membenci dirinya dia ingin Caca tetap tinggal bersamanya dan menyukainya.


Bahkan dia mendapat informasi tentang keluarga Caca dari wanita yang ia kurung


Anak buah Arnold memaksa Rere untuk megataka tentang kehidupan Caca.


Flashback


Di ruang tahanan terdapat 2 orang pria yang tengah berdiri sambil megitimidasi seseorang wanita yang tengah duduk di kursi dengan kedua tangannya di ikat dengan tubuh yang luka-luka.


"Katakan"pekik Ethan


"Aku tidak akan pernah mengatakannya"ketusnya berusaha melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya sesekali memberontak tapi talinya mengikat terlalu kuat.


"Kau tidak mau menjawab rupanya"ucapnya menarik rambut wanita itu hingga membuatnya mendongak ke atas melihat wajah Ethan.


Wanita itu menjerit kesakitan namun Ethan tidak memperdulikannya dia.


"Jawab saja atau aku akan langsung menembak kepalamu"tersenyum menyeringai memberi isyarat kepada Kom.


Kom langsung mengeluarkan pistolnya megarahkanya ke arah wanita itu.


Ethan memegang dagu wanita itu sesekali mengoyangkanya ke kiri ke kanan.


"Cepat katakan"pekik Ethan sekali lagi kali ini dia menaikan suaranya.


Yang membuat Rere terkejut ketakutan yang amat dalam tubuhnya gemetar.


"Jika aku mengatakannya kau bisa janji tidak akan berbuat sesuatu dengan Caca"dengan suara yang gugup.


Ethan melihat ke arah Kom lalu megangukan kepalanya.


Dia tinggal bersama dengan paman dan juga bibiknya Pamanya beberapa hari yang lalu pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan karena bar milik pamannya itu sudah mau tutup karena kondisi keuangannya tak lagi kondusif untuk membantu mengurangi pelayan yang bekerja di sana Bibiknya mempekerjakan Caca hanya itu yang saya tahu bahkan saya baru kenalan dengannya.


"Apa kau megataka sejujurnya?"ucap Ethan mengangkat satu alisnya.


"Aku sudah megataka sejujurnya aku baru mengenalnya beberapa jam yang lalu"ujarnya

__ADS_1


"Apa kau bisa janji tidak akan meyakitinya aku sudah mengatakan semuanya yang aku ketahui"Melihat tajam ke arah Ethan.


"Itu terserah di tuan saya"ucap Ethan membalas tatapan dan langsung pergi meninggalkan wanita itu yang masih kedua tangannya di ikat.


"Heii!"teriaknya.


"Kau mau pergi kemana lepaskan aku"ucapnya berusaha melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya membuat kursi yang ia duduki bergeser.


"Lepaskan aku kau sudah berjanji untuk tidak akan meyakitinya"teriaknya


"Kau tidak bisa melakukan ini"pekiknya lepaskan aku.


Ethan seolah tidak mendegar ucapan sama sekali tidak bergeming dengan perkataan wanita itu ia terus saja berjalan tanpa mempedulikannya.


Meskipun dia baru beberapa jam berkenalan dengan Caca namun di telah menganggap Caca itu seperti adiknya sendiri yang harus ia jaga dengan baik kerena selama ini dia tidak mempunyai seorang adik perempuan namun dia juga memiliki alasan untuk pertama kalinya ia melihat seorang wanita masih dengan lugu dan polosnya dia melihat sikap baiknya entah Megapa setiap ia melihat wajahnya terdapat kenyamanan yang ada dalam dirinya itu yang membuat Rere penasaran dengan Caca.


"Kak Rere"ucap Caca berkaca-kaca ia tidak tega dengan kondisi yang menipanya dengan tubuh yang penuh dengan luka Caca berjalan mendekati Rere membawa makanan.


"Caca apa yang terjadi Kenapa dengan kakimu apa mereka yang melakukannya"ucapnya yang merasa cemas dia berfikir ini semua gara-garanya karena sudah megasih tau tentang kehidupan Caca.


Caca langsung memeluk Rere dengan erat sekali Rere yang kagett tiba-tiba Caca memeluknya.


Hiksss.....


Hikksss.....


"Maafkan aku kak aku tidak bisa mengeluarkanmu dari tempat ini"ucapnya dengan air mata yang mengalir Caca juga merasakan hal yang sama dengan Rere meskipun mereka hanya mengenal beberapa jam dia dapat merasakan ketulusan dan kasih sayang yang tulus yang ia dapatkan dari Rere setelah ayahnya meninggalkannya.


"Hei!"kamu kenapa nagis kakak tidak apa-apa apa mereka menyakitimu.


"Seharusnya aku yang menayakan itu"ucapnya sambil memeriksa seluruh tubuh Rere di melihat banyak sekali goresan-goresan.


Aaawww.....


"Apa ini sakit"ucap Caca langsung melepaskan pelukannya meyuruh Rere untuk duduk di lantai karena dia ingin menyuapi Rere untuk makan.


Arnold melihat dan memperhatikannya wanitanya dengan senyuman kecil.

__ADS_1


"Aku tidak salah memilihmu"batinnya


Dia melihat ke arah Arnold memastika bahwa Arnold tidak akan marah kepadanya dia melihat wajah Arnold nampaknya Arnold tidak marah dan mengizinkannya untuk melakukannya.


__ADS_2