Gadis Biasa Milik CEO Tampan

Gadis Biasa Milik CEO Tampan
Bab 35


__ADS_3

Daniel sudah pergi dari kafe sejak tadi, Shanin dan lelaki itu sedikit mengobrol saat Daniel makan siang tadi.


Kini sudah waktunya Shanin untuk pulang ke kontrakan karena hari ini memang perempuan itu tidak bekerja sampai malam, hanya sampai jam setengah lima sore.


"Kil, aku pulang duluan ya." Pamit Shanin saat dirinya baru saja kembali dari belakang mengambil tas selempang nya.


"Iya Sha hati-hati." Balas Kila.


Jika kalian menanyakan dimana keberadaan Anna, perempuan itu sedang melayani satu pelanggan yang baru saja datang tadi.


Shanin kemudian langsung membawa langkah kakinya untuk keluar dari dalam kafe dan berjalan ke arah parkiran khusus karyawan dimana motor matic miliknya ada disana.


Perempuan itu langsung meraih dan memakai helm miliknya di kepala, kemudian naik ke jok motor, mengeluarkan dengan hati-hati motor miliknya dari dalam parkiran itu.


Motor milik Shanin kemudian melaju meninggalkan kawasan kafe, perempuan itu melajukan motornya dengan kecepatan normal seperti biasanya, walaupun perempuan itu sudah tidak sabar untuk sampai ke kontrakan, tapi perempuan itu masih harus tetap hati-hati dalam berkendara.


Alasan kenapa Shanin tidak sabar untuk sampai ke kontrakan tentu saja agar dirinya dapat segera menggunakan laptop yang diberikan oleh Samuel kemarin.


Tidak butuh waktu sampai tiga puluh menit, motor yang perempuan itu kendarai sudah sampai ke gang kontrakannya. Setelah memarkirkan motornya di depan kontrakan, Shanin segera membuka sepatu nya dan membuka pintu kontrakan menggunakan kunci seperti biasanya.


"Huft capek banget." Monolog perempuan itu sambil meletakkan dengan asal tas selempang miliknya.


Shanin kemudian membawa langkahnya untuk berjalan ke arah dapur, perempuan itu merasa tenggorokannya kering dan membutuhkan air putih untuk minum.


Setelah tenggorokannya berhasil dibasahi, perempuan itu kemudian berjalan ke arah meja belajarnya yang kini sudah terdapat sebuah laptop pemberian Samuel disana.


Perempuan itu kembali meraih tas selempang nya yang tadi dia letakkan dengan asal dilantai, merogoh ke dalam tas tersebut untuk mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam sana.


Tujuan Shanin membuka ponselnya adalah untuk mengecek aplikasi Gmail nya, karena siapa tau Samuel telah mengirimkan tugas-tugas apa saja yang harus dikerjakan oleh perempuan itu.


Dan benar saja, ada nama Samuel di bagian paling atas dari deretan nama-nama pengirim email lainnya. Perempuan itu kemudian langsung membuka email yang dikirim oleh Samuel.


Shanin mencoba untuk memahami apa pesan yang dikirimkan oleh lelaki itu, untung saja perempuan itu langsung bisa menangkap apa yang dimaksud oleh lelaki itu di dalam pesan.


Perempuan itu kemudian langsung membuka laptop yang ada di hadapannya, membuka aplikasi khusus untuk mendesain.


***


Malam hari sudah tiba, Shanin masih berkutik di depan laptop nya, bahkan perempuan itu tidak beranjak sedikitpun dari sana sejak tadi sore.


Perempuan itu bahkan belum berganti pakaian kerja miliknya, jangankan untuk berganti pakaian, untuk membersihkan diri pun dirinya belum sempat.


Tuk.. Tuk... Tuk..

__ADS_1


Shanin mengerutkan keningnya kebingungan saat mendengar suara pintu kontrakannya diketuk dari luar, siapa yang bertamu malam-malam begini?


Mendengar suara ketukan yang tidak henti-hentinya, Shanin kemudian dengan terpaksa beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pintu tersebut untuk membuka sekaligus melihat siapa pelaku yang mengetuk pintu kontrakannya.


Saat pintu itu berhasil terbuka, terpampang perawakan tinggi milik Samuel terpampang di depan pintu sana, lelaki itu berdiri disana dengan menenteng sebuah plastik kantong di tangannya.


"Loh, Samuel? Ada apa malem-malem kesini?" Tanya Shanin pada lelaki yang ada di hadapannya.


"Boleh saya masuk dulu?"


"O-oh iya, silahkan masuk." Shanin mengatakan itu sambil menyingkirkan dari pintu, mempersilahkan Samuel untuk masuk.


Lelaki itu kemudian masuk ke dalam kontrakan Shanin setelah dipersilakan oleh si pemilik kontrakan, Samuel langsung meletakkan plastik yang tadi di bawa di atas meja belajar Shanin, lebih tepatnya di samping laptop perempuan itu yang masih menyala.


"Kamu baru pulang kerja?" Tanya Samuel sambil menatap ke arah Shanin.


Mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Samuel itu membuat Shanin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Udah dari sore sih, pasti kamu tanya kayak gitu karena lihat aku yang masih pake seragam kerja ya?"


Samuel yang mendengar dugaan Shanin barusan menganggukkan kepalanya.


"Itu karena tadi aku langsung kerjain kerjaan yang kamu kirim." Jelas Shanin.


"Biar cepet selesai, Sam. Oh iya, duduk dulu." Shanin mempersilahkan Samuel untuk duduk yang ada disana.


Karena dipersilahkan duduk oleh perempuan yang kini ada di hadapannya, lelaki itu pun langsung mendudukkan dirinya di kursi yang ditunjuk Shanin tadi.


"Kamu sudah makan?" Samuel bertanya kembali pada Shanin yang ada di depannya.


Shanin yang mendengar pertanyaan yang dilayangkan oleh Samuel barusan hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, dirinya belum makan malam karena masih merasa kenyang dan juga tidak sempat.


"Benar dugaan saya, sebelum kesini sebenarnya niat saya adalah makan malam diluar, tapi saya berinisiatif untuk membungkus makanan itu dan memakannya bersama dengan kamu." Jelas Samuel yang mampu menjawab segala pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam kepala Shanin.


"Padahal gak perlu repot-repot Sam, aku masih kenyang karena tadi makan siangnya pas jam tiga."


"Tadi kan makan siang, kali ini makan malam." Balas Samuel.


Mendengar perkataan dari Samuel, Shanin menganggukan kepalanya patuh.


"Aku ambil piring sama sendok dulu kalo gitu di belakang." Setelah mengatakan itu, Shanin kemudian melangkahkan kakinya ke arah dapur.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Shanin mengambil piring dan juga sendok di dapur, setelah mendapatkan benda yang dia butuhkan, perempuan itu kemudian langsung kembali ke hadapan Samuel dengan membawa piring dan juga sendok yang dia ambil di dapur tadi.

__ADS_1


"Makannya di bawah ya Sam, maaf kalo bikin kamu gak nyaman." Ucap Shanin saat dirinya meletakkan piring dan sendok tadi di atas lantai.


"Tidak apa-apa, lagipula duduk di lantai tidak akan membuat saya sakit." Balas Samuel sambil beranjak dari duduknya.


"Oh iya, kalo mau cuci tangan ke kamar mandi aja ya." Ucap Shanin.


Lelaki itu kemudian mengangguk dan membawa langkah kakinya ke arah kamar mandi untuk mencuci tangannya sebelum makan.


Sedangkan Shanin yang berada di ruang tengah sedang membuka satu persatu bungkusan yang ada di dalam plastik yang dibawa oleh Samuel tadi.


Tidak lama dari itu Samuel sudah kembali dari arah kamar mandi bertepatan dengan Shanin yang sudah selesai menyiapkan makanan untuk keduanya.


Mereka berdua kemudian mulai memakan makanan milik mereka masing-masing yang ada di atas piring, sesekali diselingi dengan obrolan-obrolan ringan.


"Tadi kamu ada kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan yang saya berikan?" Samuel bertanya di tengah kegiatan makannya.


"Eumm.. nggak ada sih, aku langsung paham sama kerjaan yang kamu kasih ke aku." Jawab Shanin.


"Baguslah kalau begitu, kalau ada yang mau kamu tanyain jangan sungkan-sungkan untuk bertanya kepada saya." Balas Samuel.


"Iya tenang aja Sam, ngapain juga aku sungkan-sungkan sama kamu."


Jawaban Shanin yang terlewat santai itu dibalas dengan anggukan oleh Samuel, keduanya kemudian melanjutkan kegiatan makan malam mereka.


Kegiatan makan malam mereka berakhir tidak sampai tiga puluh menit, Shanin kemudian langsung membereskan piring-piring bekas makan keduanya.


"Masih ada yang perlu kamu kerjakan lagi?" Tanya Samuel saat melihat Shanin sudah selesai dengan kegiatannya.


"Masih ada, tapi aku lanjutin besok gapapa kan?" Shanin balik bertanya.


"Tidak apa-apa, asal jangan lewat dari batas waktu yang saya berikan." Jawab Samuel.


Shanin menganggukan kepalanya mengerti. "Iya, aku usahain besok atau lusa desainnya selesai."


"Kalau begitu saya akan pulang sekarang." Ucap Samuel sambil beranjak dari tempat duduknya tadi.


"Iya mending kamu pulang sekarang, udah malem soalnya. Ayo biar aku antar sampai depan."


Shanin kemudian berjalan mendahului Samuel keluar dari dalam kontrakan miliknya yang diikuti oleh lelaki itu dari belakang.


"Hati-hati dijalan Sam." Ucap Shanin saat Samuel mulai melangkahkan kaki menjauh dari kontrakan berjalan ke arah mobil miliknya yang terparkir di halaman kosong dekat kontrakan Shanin.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2