Gadis Biasa Milik CEO Tampan

Gadis Biasa Milik CEO Tampan
Bab 61


__ADS_3

Setelah pernyataan yang dilakukan oleh Samuel terhadap Shanin untuk kedua kalinya, akhirnya lelaki itu dapat bernafas lega karena pernyataan cintanya kali ini tidaklah sia-sia seperti sebelumnya. Dengan senyum yang terukir di wajah cantik milik Shanin, perempuan itu menerima dengan tulus pernyataan Samuel kali ini.


Perempuan itu mengatakan jika ia ingin dirinya dan juga Samuel sama-sama membangun hubungan ini dari awal, hubungan dengan status yang berbeda dengan sebelumnya.


"Besok kamu pergi ke kafe?" Tanya Samuel saat keduanya sudah dalam perjalanan pulang ke rumah si perempuan.


"Iya, kayak biasanya." Jawab Shanin seadanya.


"Hm. Kalau saya minta kamu buat berhenti kerja disana gimana? Kamu cukup fokus sama kerjaan yang saya berikan, tidak seberat bekerja di kafe." Terus terang lelaki itu dengan tatapan yang masih menatap ke jalanan di hadapannya.


"Aku ngerasa gak enak sama kamu, aku cuma bisa ngerepotin kamu aja. Lagipula aku bener-bener gak pantes buat kerja di kantor kamu yang besar itu." Ucap Shanin.


"Aku cuma lulusan SMA yang mustahil bisa kerja disana." Sambung perempuan itu dengan lirih.


Samuel yang mendengar itupun langsung menoleh ke arah sang perempuan yang sudah resmi menjadi kekasihnya itu, terlihat wajah teduh Shanin yang sedikit murung, Samuel dapat memahami itu.


"Kamu nggak usah ngerasa kayak gitu Sha, nggak ada yang namanya mustahil di dunia ini, buktinya ini aku sendiri yang nawarin kamu buat kerja disana." Balas Samuel yang kini sudah kembali fokus menyetir.


"Tapi ya percuma Sam, aku bisa masuk ke sana karena ada orang dari dalam, yaitu kamu, bukan karena kemampuan aku." Jawab Shanin sambil memainkan jarinya.


"Saya gak mungkin menawarkan pekerjaan itu secara cuma-cuma, saya tau kamu mempunyai kemampuan yang dapat berguna di perusahaan saya Sha." Kini mobil yang tengah dinaiki oleh keduanya sudah mulai memasuki jalan kecil menuju kontrakan Shanin.


"Biar aku pikirin lagi ya, secepatnya aku bilang ke kamu sayang." Balas Shanin yang berusaha menggoda Samuel dengan memanggil 'sayang' lelaki itu.


Lain halnya dengan Samuel yang mendengar Shanin mengatakan hal demikian, lelaki itu langsung menolehkan kepalanya cepat menatap sang kekasih, terlihat disana Shanin tengah tersenyum manis setelah berhasil menggoda Samuel.

__ADS_1


"Coba yang tadi diulangi lagi omongannya." Ucap Samuel.


"Nggak mau, nggak ada pengulangan." Balas Shanin yang segera memalingkan wajahnya ke arah jendela yang ada di sampingnya karena dirinya tengah menahan malu saat ini, padahal dirinya sendiri yang memulai.


Semburat merah langsung terlihat di pipi Shanin yang saat ini tengah kepalang malu, sedangkan Samuel yang melihat itu hanya terkekeh gemas melihat perempuan yang kini sudah berstatus sebagai pacarnya itu.


***


Mobil hitam milik Samuel sudah masuk kedalam gang terakhir menuju kontrakan Shanin sampai akhirnya diparkiran di tempat biasanya mobil itu terparkir, berjarak beberapa meter dari kontrakan sang kekasih karena memang tidak bisa masuk lebih dalam lagi.


Karena mobil sudah berhenti, Shanin langsung berusaha membuka sabuk pengamannya, tapi entah kenapa perempuan itu tiba-tiba merasa kesulitan untuk membukanya padahal biasanya dia akan dengan mudah membuka sabuk tersebut.


"Kok susah sih Sam?" Tanya Shanin sambil menoleh ke arah Samuel yang sedang melakukan hal yang sama seperti dirinya tapi lelaki itu dapat dengan mudah melakukannya.


"Ih siapa yang mau dibukain sama kamu, orang aku cuma tanya aja kok." Balas perempuan itu merasa tidak terima.


"Iya-iya saya percaya, mana sini biar saya yang bukakan saja." Samuel berkata demikian sambil mendekatkan dirinya ke arah sang kekasih untuk membuka sabuk pengaman yang kesulitan untuk dibuka oleh Shanin barusan.


Tangan milik lelaki itu sudah meraih sabuk pengaman milik Shanin dan mulai berusaha untuk membuka, dengan sekali percobaan sabuk pengaman itu berhasil dilepas oleh Samuel. Sedangkan Shanin yang melihat Samuel berada dalam jarak sedekat ini hanya mampu menahan degup jantungnya yang tidak terkendali.


Saat hendak kembali ke posisi semula, Samuel sempat berhenti tepat di depan wajah milik Shanin sehingga keduanya kini benar-benar berjarak tidak lebih dari sepuluh sentimeter, yang membuat jantung Shanin berdegup tidak beraturan, perempuan itu berusaha menahan nafasnya karena memang posisi keduanya saat ini benar-benar sangat dekat.


"Eumm Sam, udah." Ucap Shanin sambil mendorong pelan bahu milik lelaki itu agar menjauh dari dirinya, sedangkan Samuel hanya dapat terkekeh gemas ketika melihat sang kekasih salah tingkah.


"Makasih ya udah nganterin aku, makasih juga buat malam ini, aku bener-bener suka. Kamu mau mampir dulu atau langsung pulang?" Lanjut Shanin saat Samuel sudah menjauhkan dirinya dari perempuan itu.

__ADS_1


"Sama-sama, saya senang kalau kamu suka dengan itu. Langsung pulang aja, besok saya masih harus ke kantor." Jawab Samuel.


"Kalo gitu hati-hati dijalan ya, jangan kebut-kebutan." Ucap Shanin sambil membuka pintu mobil tersebut.


"Iya Sha, besok pagi-pagi saya jemput ya?" Ucap Samuel sebelum Shanin benar-benar keluar dari dalam mobil miliknya.


"Nggak usah, aku bisa berangkat sendiri kayak biasanya kok. Kamu berangkat duluan aja ke kantor, kalo bareng sama aku pasti bakal kesiangan." Balas Shanin saat dirinya sudah berada di dalam mobil.


"Tidak ada penolakan, besok pagi sebelum kamu keluar dari dalam kontrakan saya sudah ada di sini." Jawab lelaki itu.


"Ya udah terserah kamu aja, aku ke kontrakan duluan ya? Kalo nanti udah sampe rumah kamu jangan lupa buat chat aku, hati-hati di jalannya." Ingat Shanin sekali lagi agar lelaki yang sudah berstatus sebagai kekasihnya itu berhati-hati di perjalanan pulang.


"Iya iya, nanti langsung saya hubungi. Udah sana kami masuk duluan." Ucap Samuel yang kini sudah kembali menghidupkan mesin mobilnya.


Mendengar perintah Samuel, Shanin segera berjalan ke arah kontrakan meninggalkan mobil lelaki itu yang kini tengah berusaha untuk putar balik menuju ke arah sebaliknya


Saat sudah sampai di depan pintu kontrakannya, perempuan itu menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihat mobil Samuel yang ternyata sudah mulai berjalan meninggalkan kawasan kontrakan Shanin.


Setelah mobil milik Samuel sudah tidak terlihat lagi oleh netra milik Shanin, perempuan itu segera membuka pintu kontrakan yang sebelumnya terkunci dan segera membawa langkah kakinya untuk masuk ke dalam sana.


***


BERSAMBUNG..


Maaf banget udah lama gak pernah update, karna fokus kerjaan dulu, semoga kali ini lebih memuaskan pembaca ya, dan lebih menarik lagi, dan semoga kalian suka ya, dan tetap suport terus karya karya ku, jangan lupa like nya ya.. Happy reading 😊

__ADS_1


__ADS_2