Gadis Biasa Milik CEO Tampan

Gadis Biasa Milik CEO Tampan
Bab 54


__ADS_3

Pagi harinya Shanin kembali terbangun dan segera bersiap-siap untuk pergi ke kafe tempat perempuan itu bekerja. Hanya butuh waktu beberapa menit untuk Shanin bersiap-siap, untuk hari ini perempuan itu memutuskan untuk tidak membawa bekal makan siang karena dia hanya akan bekerja sampai nanti sore, tidak sampai malam seperti kemarin-kemarin.


Karena sudah siap untuk berangkat kerja, perempuan itu keluar dari dalam kontrakan dengan membawa tas selempang dan juga helm miliknya, Shanin juga tidak lupa untuk mengunci pintu kontrakan tersebut sebelum dirinya pergi dari sana.


Setelahnya perempuan itu langsung menghidupkan mesin motor miliknya dan mengendarainya meninggalkan kontrakan menuju ke kafe tempat dirinya bekerja dan untungnya saja hari ini tidak mendung seperti kemarin pagi, dirinya dapat dengan tenang berangkat ke kafe tanpa takut hujan yang akan turun.


Butuh waktu sekitar tiga puluh menit untuk dirinya sampai ke tempat tujuan, yaitu kafe tempat kerjanya. Sampai di sana, Shanin langsung memarkirkan motor miliknya di tempat biasa dan kemudian perempuan itu langsung masuk ke dalam kafe tersebut, ternyata kedua teman kerjanya sudah datang terlebih dahulu darinya.


"Pagi Kil, Ann. Kayaknya aku kesiangan deh." Ucap Shanin kepada kedua teman kerjanya itu.


"Pagi Sha, gak kesiangan kok, emang aku sama Anna nya aja yang terlalu rajin." Balas Kila.


"Iya deh si paling rajin, aku ke belakang dulu deh mau simpan tas." Pamit Shanin kepada kedua teman kerjanya.


Tanpa menunggu balasan dari keduanya, Shanin langsung melenggang pergi begitu saja dari sana, membawa langkah panjangnya menuju ke area belakang, lebih tepatnya ke tempat dimana loker miliknya berada untuk menyimpan tas selempang yang dia bawa dari kontrakan tadi.


Setelah selesai menyimpan tasnya di dalam loker, perempuan itu kemudian kembali membawa langkah kakinya untuk keluar dari sana, tapi sebelum dirinya benar-benar keluar, Shanin menyempatkan dirinya untuk meraih lap yang tergantung di tempat biasa untuk mengelap kaca ataupun meja di depan nanti.


"Kok kaca jendela nya berembun banget ya pagi ini." Shanin berucap demikian saat melihat kaca jendela kafe yang nampak lebih berembun dari biasanya.


"Kan pas subuh hujan, Sha." Balas Kila menanggapi perkataan Shanin barusan.


"Loh emang iya? Kok aku gak tau."


"Emangnya kamu gak liat di depan jalanan basah? Aku juga gak tau pasti sih hujannya waktu subuh atau pas semalem." Ucap Kila.


"Gak terlalu merhatiin tadi pas di depan." Balas Shanin yang kemudian membawa langkah kakinya keluar dari dalam kafe untuk mengelap kaca jendela dari luar, sedangkan Anna saat ini sedang mengelap bagian meja yang tampak berdebu.

__ADS_1


Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Kila padanya, Shanin baru menyadari jika memang benar jalanan depan kafe basah tapi tidak sampai becek sehingga dirinya tadi pagi tidak menyadari akan hal itu.


Perempuan itu mulai mengerjakan kegiatannya yaitu mengelap kaca jendela kafe, butuh waktu beberapa menit untuk Shanin menyelesaikan pekerjaannya itu, setelah dirasa cukup, perempuan itu kemudian kembali masuk ke dalam kafe dan masuk ke area belakang untuk mencuci lap bekas tadi sekaligus mencuci tangannya yang kotor.


Setelah selesai mencuci tangan dan juga lap yang sempat dia gunakan tadi, perempuan itu kemudian langsung keluar dari area belakang, membawa langkah kakinya untuk mendekat ke arah Kila yang kini tengah berdiri di posisi kasir.


"Udah selesai?" Tanya Kila saat melihat Shanin yang tengah berdiri di hadapannya.


"Udah lah, lap kaca jendela doang mah gampang." Balas Shanin dengan rasa bangganya.


"Terus ini kamu gak ada niatan buat bantu Ann?" Tanya Kila sambil menunjukkan keberadaan Anna yang masih mengelap meja yang berdebu di dalam lafe.


"Nggak deh, tinggal dikit lain juga." Jawab Shanin dengan santainya.


"Emang dasarnya aja kamunya yang males." Ucap Kila.


Sambil menunggu pelanggan yang datang dan juga Anna yang mungkin sebentar lagi akan selesai dengan pekerjaannya, Shanin memilih untuk mengeluarkan ponsel miliknya dan bermain game di ponsel tersebut.


Tidak lama dari itu, Anna ikut duduk di samping kursi milik Shanin yang kosong, perempuan itu sudah selesai dengan kegiatan mengelap meja tadi.


"Udah selesai Ann?" Tanya Shanin basa-basi padahal dirinya sudah tau dengan pasti apa jawaban yang akan diberikan oleh teman kerjanya itu.


"Udah, buktinya aku udah duduk santai disini." Jawab Anna kepada Shanin.


Shanin yang mendengar itu hanya membulatkan mulutnya membentuk huruf O dan juga beberapa kali menganggukkan kepalanya mengerti, setelahnya perempuan itu kembali memainkan ponsel miliknya, begitupun dengan Anna yang melakukan hal yang sama.


Beberapa pegawai yang bekerja di bagian belakang juga satu persatu berdatangan seiring dengan semakin siangnya waktu dan belum ada tanda-tanda pelanggan yang akan datang untuk saat ini.

__ADS_1


Karena bosan dengan ponsel miliknya, Shanin kemudian mematikan ponsel tersebut dan menyimpannya asal di atas meja yang kemudian perempuan itu memilih untuk menopang wajahnya dengan kedua tangannya yang bertumpu di atas meja.


Dapat Shanin lihat Kila yang mulai berjalan mendekat ke arahnya karena memang sedari tadi hanya dirinya lah dan Anna yang ada di sana, Kila belum sempat bergabung dengan keduanya.


"Kenapa kamu?" Pertanyaan tiba-tiba dari Kila itu membuat Shanin mengernyitkan dahinya.


"Kenapa apa? Emangnya aku kenapa?" Shanin bertanya balik karena kebingungan.


"Muka kamu kelihatan gak mood." Ucap Kila.


"Biasa aja, aku cuma lagi bosen aja." Balas Shanin dengan wajah lesunya.


"Pagi-pagi kok udah lesu aja, semangat dong." Ucap Kila menyemangati teman kerjanya yang satu itu.


"Iya ini juga aku udah semangat."


"Semangat dari mananya?" Tanpa menunggu jawaban dari Shanin, setelah melayangkan pertanyaan itu, Kila kemudian ikut duduk bergabung di kursi yang masih kosong di samping kedua teman kerjanya itu.


Memang seperti inilah yang terjadi di setiap paginya jika belum ada pelanggan yang datang, pelanggan biasanya akan mulai berdatangan dari jam sembilan pagi dan seterusnya karena jika pagi-pagi seperti ini masih terlalu pagi untuk mereka datang ke kafe.


Dan biasanya juga ketiga perempuan itu hanya mengisi waktu luang seperti ini hanya dengan bermain ponsel masing-masing atau terkadang mengerjakan sesuatu yang harus dikerjakan sambil menunggu pelanggan datang ke kafe.


"Ini nggak ada lagi yang harus dikerjain? Aku bosen banget." Tanya Shanin kepada kedua teman kerjanya.


"Nggak deh, tadi sih aku liat di belakang udah beres semua." Jawab Anna yang masih terfokus pada ponsel miliknya.


Mendengar hal itu membuat Shanin mengangguk paham, perempuan itu kemudian memilih untuk menelungkupkan wajahnya di atas meja, menyembunyikannya di lipatan tangannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2