Gadis Biasa Milik CEO Tampan

Gadis Biasa Milik CEO Tampan
Bab 45


__ADS_3

Kegiatan makan siang Shanin berakhir beberapa menit setelahnya, perempuan itu mempercepat kegiatan makan siangnya tadi karena merasa tidak nyaman terus diperhatikan oleh lelaki yang ada di hadapannya, yaitu Samuel.


"Kamu kesini mau ngapain Sam?" Tanya Shanin sambil memasukkan kembali kotak makan siangnya yang sudah kosong ke dalam jinjingan miliknya.


"Hanya ingin datang kesini saja." Balas Samuel yang tatapannya tidak lepas sedetikpun pada wajah cantik milik Shanin.


"Gak jelas, emangnya kamu udah makan siang?" Pertanyaan dari Shanin dibalas dengan gelengan kepala oleh Samuel.


"Ya udah pesen makanan sana." Perintah Shanin pada Samuel sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Saya pesan ke kamu langsung saja, kayak yang biasanya." Ucap Samuel pada perempuan yang ada di hadapannya saat ini.


Walaupun dengan berat hati, perempuan itu tetap menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan Samuel mengingat jika dirinya masih dalam jam kerja yang sudah seharusnya melayani para pembeli, termasuk Samuel tentunya.


"Tunggu disini sebentar kalo gitu." Ucap Shanin sambil melenggang pergi dari hadapan Samuel dengan membawa jinjingan berisi kotak makan siang yang sudah kosong miliknya tadi.


Samuel hanya menganggukkan kepalanya mendengar perkataan yang keluar dari mulut milik Shanin dan menatap punggung milik perempuan itu yang melangkah semakin jauh dari hadapannya.


Tidak sampai satu jam, Shanin sudah kembali lagi ke meja dimana Samuel berada dengan membawa sebuah nampan yang berisi pesanan milik lelaki tersebut. Dengan hati-hati Shanin mulai memindahkan makanan dan juga minuman dari nampan ke atas meja tersebut.


"Terimakasih." Ucap Samuel saat Shanin baru saja selesai menyajikan pesanan miliknya di atas meja.


"Sama-sama, selamat menikmati." Balas Shanin yang tentu saja disertai dengan senyuman yang dipaksakan oleh perempuan itu.


Awalnya Shanin berniat untuk pergi dari sana, tapi niatnya itu harus terpaksa dia urungkan karena tangannya ditahan oleh Samuel, lelaki itu menyuruh Shanin untuk duduk di hadapannya dan menemaninya makan siang.


Helaan nafas panjang terdengar dari Shanin, perempuan itu dengan terpaksa harus menuruti keinginan lelaki tersebut karena tidak ingin kembali beradu mulut dengannya.


Sedangkan Samuel yang melihat Shanin menuruti perintahnya pun sedikit mengembangkan senyum di wajahnya dan mulai memakan makan siang miliknya yang dibawakan oleh Shanin tadi.

__ADS_1


Tidak ada percakapan antara keduanya setelah itu, Shanin yang memilih untuk mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam saku dan memainkannya, sedangkan Samuel fokus dengan kegiatan makan siangnya.


"Kamu kerja sampai jam berapa hari ini?" Pertanyaan itu tiba-tiba dilayangkan oleh Samuel ditengah kegiatan makan siangnya.


"Sampe nanti malem, ada apa emangnya?" Shanin mengalihkan perhatiannya dari ponsel miliknya, menatap ke arah Samuel yang tadi bertanya padanya.


"Saya kira hanya sampai sore, tadinya ingin mengajak kamu jalan-jalan sebentar." Ucap Samuel yang masih dengan kegiatan makannya.


"Jalan-jalan terus tiap hari, emangnya kamu gak ada kegiatan lain?" Tanya Shanin penasaran.


Mendengar pertanyaan yang dilayangkan oleh Shanin, Samuel tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dia melanjutkan kegiatan memakan makan siang miliknya yang tersisa sedikit lagi, setelah makanannya habis, lelaki itu tidak lupa untuk minum terlebih dahulu dan kemudian menatap ke arah Shanin yang ada didepannya saat ini.


"Saya hanya punya kegiatan di dalam kantor, setelahnya saya bebas melakukan apapun yang saya mau." Perkataan itu menjawab pertanyaan yang tadi dilontarkan oleh Shanin.


Shanin hanya mengangguk-anggukan kepalanya mengerti walaupun dirinya masih ingin mengeluarkan pertanyaan lain yang ada di dalam kepalanya tapi perempuan itu menahannya, takut jika Samuel tidak nyaman karena dia terus bertanya.


"Saya harus kembali ke kantor, nanti malam saya akan kembali kesini. Oh iya nanti akan ada pekerjaan yang saya kirim ke email kamu." Ucap lelaki itu sambil mengeluarkan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu dari dalam dompet miliknya.


"Nanti malem ngapain kesini lagi?"


"Mengantarkan kamu pulang."


"Nggak usah, aku bawa motor sendiri kok, mending kamu pulang aja ke rumah, istirahat." Balas Shanin sambil ikut beranjak dari tempat duduknya.


"Lihat saja nanti, oh iya tolong berikan uang ini kepada teman kamu yang dikasih, untuk membayar pesanan saya tadi." Samuel berucap sambil menyerahkan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu yang tadi lelaki itu keluarkan dari dalam dompet kepada Shanin.


"Tapi ini kebanyakan Sam, kamu gak pesen sebanyak itu." Ucap Shanin sambil menyerahkan kembali beberapa lembar uang yang diberikan oleh Samuel barusan.


"Sisanya untuk kamu dan kedua teman kerja kamu." Setelah mengatakan hal itu, Samuel langsung melenggang pergi begitu saja dari sana tanpa memberikan waktu untuk Shanin berbicara lagi kepadanya.

__ADS_1


Melihat hal itu membuat Shanin terdiam sebentar dan tidak lama itu senyuman diwajahnya terukir, perempuan itu kemudian sedikit berlari ke arah kedua teman kerjanya yang sudah dapat dipastikan sedari tadi terus mengawasinya bersama Samuel.


"Total pesanan Samuel tadi berapa Kil?" Tanya Shanin saat dirinya baru saja sampai di hadapan kedua teman kerjanya itu.


"87.000, kenapa emangnya?" Jawab Kila.


"Nih, kembaliannya kita bagi tiga." Ucap Shanin sambil menyodorkan tujuh lembar uang seratus ribu kepada Kila.


"Gila! Banyak banget sisanya." Anna tiba-tiba membuka suara mendengar hal tersebut.


"Banyak amat sisanya, tapi gapapa deh." Ucap Kila sambil meraih lembaran uang yang disodorkan oleh Shanin tadi.


"Nanti kita bagi tiga, bilangin makasih buat si Samuel dari aku." Lanjut Kila.


"Makasih dari aku juga Sha, jangan lupa dibilangin." Anna pun berucap hal yang sama dengan apa yang dikatakan oleh Kila.


"Iya-iya nanti aku bilangin ke orangnya." Setelah mengatakan itu Shanin kemudian kembali lagi ke meja bekas Samuel tadi karena dirinya lupa membawa piring dan juga gelas bekas lelaki itu tadi.


Dengan kedua tangan yang membawa bekas makan siang Samuel tadi, Shanin berjalan ke arah belakang kafe untuk meletakkan piring dan gelas yang kotor tadi, tidak lama dari itu perempuan itu sudah kembali lagi bersama kedua temannya.


Memang setelah jam makan siang selesai seperti sekarang ini, keadaan kafe akan tiba-tiba sepi, mungkin hanya satu dua orang saja yang datang, akan kembali ramai lagi saat waktunya makan malam atau jam pulang kerja.


"Males banget kerja sampe malem, pengen pulang." Shanin mengeluh sambil melipat kedua tangannya di atas meja dan meletakkan kepalanya di atas tangannya itu, mencari posisi yang nyaman untuk memejamkan mata.


"Lagian siapa sih Sha yang mau kerja sampe malem kayak gitu? Kayaknya semua orang pengen cepet-cepet pulang deh." Ucap Anna sambil memainkan ponsel miliknya.


Shanin memilih untuk tidak menjawab perkataan teman kerjanya yang satu itu, dirinya memilih untuk memejamkan matanya karena dirinya merasa sangat mengantuk dan harus tidur saat itu juga walaupun hanya dapat sebentar saja.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2