Gadis Biasa Milik CEO Tampan

Gadis Biasa Milik CEO Tampan
Bab 59


__ADS_3

Di jam makan siang, Samuel yang biasanya pergi makan siang ke kafe tempat Shanin bekerja, kali ini lelaki itu pergi ke kontrakan Shanin dengan membawa makan siang yang sempat dia beli di sebuah restoran sebelum dia ke kontrakan perempuan itu.


Sedangkan di sisi lain, si perempuan tengah dilanda rasa bosan yang sangat sangat, sedari pagi dirinya hanya berdiam diri di kontrakan, terbesit dipikiran Shanin untuk keluar mencari makan siang untuk dirinya sendiri tapi niat itu diurungkan karena saat Shanin membuka pintu kontrakannya, saat itu juga mobil Samuel terlihat baru saja parkir di tempat yang biasanya.


Perempuan itu sedikit kebingungan melihat kedatangan lelaki itu di siang hari seperti ini, tapi rasa bingungnya sedikit berkurang ketika melihat Samuel yang keluar dari dalam mobil dengan membawa kantong plastik yang bertuliskan nama sebuah restoran yang ada di sekitar kontrakannya, Shanin sudah dapat menebak jika lelaki itu akan makan siang disini.


"Kamu mau kemana?" Tanya Samuel karena lelaki itu melihat Shanin berada di luar kontrakan.


"Tadinya aku mau cari makan siang, tapi kayaknya nggak jadi deh." Balas Shanin pada Samuel.


"Kenapa tidak jadi?" Tanya lelaki itu.


"Itu kan kamu bawa makanan Sam, masa kamu tega cuma buat makan kamu dong." Ucap Shanin sambil menunjuk ke arah plastik kantong yang dibawa oleh Samuel.


"Saya cuma beli satu porsi dan saya juga kesini hanya akan menumpang untuk makan siang." Ucap Samuel pada Shanin yang tidak perempuan itu ketahui jika Samuel saat ini hanya sedang becanda saja.


"Ya udah kalo gitu, kamu masuk aja ke dalem, aku mah ke depan dulu cari makanan buat makan siang." Ucap Shanin sambil meminggirkan tubuhnya yang menghalangi pintu agar Samuel bisa lewat sana.


Tanpa menunggu balasan dari Samuel, Shanin berniat untuk langsung melenggang pergi dari sana tapi saat perempuan itu melangkahkan kakinya, tangannya tertahan oleh Samuel yang memang sengaja menahan dirinya agar berhenti.


"Masuk ke dalam, jangan aneh-aneh ingin keluar dalam keadaan sakit seperti ini." Ucap Samuel.


"Nggak usah Sam, aku udah nggak kenapa-kenapa kok. Aku beli makanannya di depan aja, biar kamu juga makannya kenyang." Balas Shanin.


"Saya membeli makanan untuk makan siang kita berdua, mana mungkin saya membiarkan kamu kelaparan." Jelas Samuel kepada Shanin.

__ADS_1


"Tapi tadi kamu bilangnya cuma satu porsi." Balas Shanin dengan sedikit rasa kebingungan yang tersirat di wajahnya.


"Saya cuma becanda Shanin, ayo kembali masuk lagi, saya akan mengikuti dari belakang." Ucap Samuel yang menyuruh agar Shanin masuk kembali ke dalam kontrakan miliknya itu.


Mendengar pernyataan dari keaki barusan membuat Shabin sedikit kesal, perempuan itu kemudian langsung kembali masuk begitu saja ke dalam kontrakannya, meninggalkan Samuel yang kini tengah terkekeh melihat Shanin.


Tanpa harus disuruh pun Samuel langsung mengikuti Shanin dari belakang untuk masuk ke dalam kontrakan perempuan itu. Saat sudah di dalam kontrakan, Shanin langsung mengambil alat makan yang ada di dapur, sedangkan Samuel menunggunya di ruang tengah.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Shanin melakukan hal itu karena beberapa menit setelahnya perempuan itu sudah kembali ke ruang tengah dengan beberapa piring dan juga sendok di tangannya, melihat Shanin yang membawa beberapa piring dan sendok membuat Samuel beranjak dari tempat duduknya dan langsung membantu perempuan itu.


Setelah selesai menyiapkan makanannya, keduanya langsung menyantap makan siangnya masing-masing yang dibelikan oleh Samuel tadi, sesekali kegiatan makan siang mereka diisi dengan obrolan ringan, sampai akhirnya beberapa menit setelahnya itu kegiatan makan siang selesai.


Shanin langsung membersihkan peralatan bekas makan mereka di dapur, sedangkan Samuel saat ini masih duduk di ruang tengah. Tidak lama dari itu Shanin sudah keluar dari arah dapur yang artinya perempuan itu sudah selesai dengan pekerjaannya.


Mendengar pertanyaan yang dilontarkannya oleh Shanin membuat Samuel menggelengkan kepalanya. "Pekerjaan saya sudah selesai, kamu sudah selesai dengan pekerjaan kamu?" Lelaki itu balik bertanya.


"Udah, lagipula cucian piringnya cuma sedikit." Jawab Shanin.


"Kalau begitu ayo pergi keluar." Ajakan dari Samuel itu membuat Shanin mengerutkan keningnya.


Padahal kemarin malam dan juga tadi pagi lelaki itulah yang melarang keras dirinya untuk keluar kontrakan, tapi sekarang dengan lantangnya Samuel mengajak Shanin untuk pergi keluar dari dalam kontrakan.


"Mau ngapain? Kan kamu yang nyuruh aku buat nggak keluar dari dalam kontrakan.


"Saya ada rencana untuk mengajak mu ke pantai agar kamu tidak merasa jenuh setelah seharian berada di kontrakan." Jawab Samuel pada Shanin.

__ADS_1


Mendengar kata pantai yang keluar dari mulut Samuel membuat mata Shanin berbinar, sudah lama sekali perempuan itu tidak pergi ke pantai, meskipun perempuan itu bisa pergi sendirian kesana tapi lagi-lagi Shanin tidak memiliki banyak waktu untuk hal itu.


"Ayo! aku mau pergi ke pantai Sam." Ucap Shanin dengan semangat yang membuat Samuel terkekeh melihatnya.


"Iya-iya, kalau begitu kamu ganti baju dulu, saya akan menunggu disini, tidak usah berdandan terlalu cantik karena tanpa riasan pun wajah mu sudah lebih dari kata cantik." Balasan Samuel ini membuat pipi Shanin bersemu.


Karena malu jika lelaki itu mengetahui dirinya yang sedang salah tingkah, Shanin dengan segera masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan tanpa Shanin ketahui lelaki itu mengetahui jika tadi pipi milik Shanin bersemu ketika mendengar ucapannya, perempuan itu benar-benar lucu di mata Samuel.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Shanin keluar dari dalam kamar dengan malu-malu, perempuan itu tampak sangat cantik mengenakan dress selutut bermotif bunga-bunga. Bahkan Samuel yang melihatnya pun tidak berkedip padahal lelaki itu sudah biasa melihat wajah Shanin yang cantik tapi untuk kali ini Shanin berkali-kali tampak lebih cantik dari biasanya.


"Sam? Pakaian aku aneh ya?" Tanya Shanin kepada Samuel saat melihat lelaki itu memperhatikan dirinya tanpa berkedip.


"Tidak, kamu benar-benar cantik mengenakan pakaian itu, sangat pas di tubuh mu." Jawab Samuel yang lagi-lagi membuat Shanin bersemu.


"Masa sih? Udah ah aku malu, kita mau langsung berangkat aja?" Tanya Shanin.


"Kamu sudah siap kan? Kita berangkat sekarang saja." Pertanyaan dari Samuel itu dibalas dengan anggukan kepala oleh Shanin.


Melihat si perempuan menganggukkan kepala untuk menjawab pertanyaan darinya, Samuel langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekat ke arah Shanin.


"Kalau begitu ayo jalan." Ajak Samuel sambil menggenggam tangan Shanin.


Shanin yang diperlukan seperti itu tentu saja berdebar, entah berdebar karena hal apa. Keduanya pun langsung keluar dari dalam kontrakan Shanin dengan bersamaan, sebelum meninggalkan kontrakan Shanin selalu ingat untuk mengunci pintu kontrakannya terlebih dahulu.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2