
Jika beberapa jam yang lalu Shanin merasa bosan karena tidak ada pekerjaan yang harus perempuan itu kerjakan, lain halnya dengan sekarang, perempuan itu tidak henti-hentinya berjalan kesana kemari karena siang ini kafe tempat dirinya bekerja kembali ramai oleh pengunjung.
Bahkan belum masuk waktunya makan siang pun, kafe sudah ramai oleh pengunjung yang berdatangan, maklum saja karena ini adalah hari minggu ditambah juga dengan akhir bulan yang membuat kebanyakan orang memilih makan diluar untuk sekedar memberi apresiasi kepada diri sendiri karena sudah seminggu melakukan aktivitas.
Kini Shanin dapat menghela nafas lega di dekat tempat tunggu juru masak, akhirnya perempuan itu dapat kembali duduk sambil menunggu pesanan pelanggan yang sedang dimasak oleh juru masak siap untuk diantarkan ke meja pelanggan.
"Masih banyak Ann?" Shanin bertanya kepada Anna yang baru saja sampai di hadapannya.
"Masih, malah pada datang lagi." Jawab Anna yang kemudian memberikan selembar kertas yang berisi catatan pesanan pelanggan kepada juru masak, karena memang tujuannya datang mendekat pada Shanin adalah untuk itu.
Shanin hanya menanggapi jawaban dari Anna tadi dengan sebuah anggukan lesu, perempuan itu kemudian menyandarkan punggungnya pada kursi yang sedang dia duduki, entah kenapa belakangan ini Shanin menjadi sering kelelahan, semoga saja perempuan itu tidak sampai sakit.
Karena sebenarnya Shanin memiliki imun yang tinggi sehingga sangat jarang sekali sakit, mungkin hal ini Tuhan berikan karena merasa kasian kepada Shanin yang hidup sebatang kara, kalau perempuan itu sakit tidak ada yang akan mengurus dirinya, Shanin sudah terbiasa melewati hari-harinya seorang diri.
Setelah beberapa menit, pesanan pelanggan yang dia tunggu-tunggu akhirnya siap untuk diantarkan, perempuan itu dengan hati-hati membawa nampan yang berisi pesanan pelanggan tadi ke meja si pelanggan.
Saat sudah sampai di meja pelanggan yang dituju oleh Shanin, perempuan itu kemudian mulai menurunkan satu persatu pesanan pelanggan tadi dari nampan, setelah semuanya selesai, Shanin kemudian mengucapkan sepatah dua patah kata kepada pelanggan tersebut agar menikmati pesanannya.
Kemudian perempuan itu kembali ke arah juru masak untuk menyimpan nampan yang sudah kosong tadi, Shanin kemudian mengeluarkan buku catatan kecil dan juga pulpen dari dalam kantong celananya, yang kemudian menghampiri salah satu meja yang baru saja diduduki oleh pelanggan yang baru saja datang.
"Selamat siang, ini buku menunya, bisa dilihat-lihat terlebih dahulu." Ucap Shanin ramah sambil menyodorkan sebuah buku menu pada pelanggan tersebut.
Tidak lama dari itu, si pelanggan mulai menyebutkan apa saja yang ingin dia pesan dan Shanin pun mulai mencatat satu persatu apa saja pesanan yang disebutkan oleh pelanggan itu di atas buku catatan kecil miliknya.
__ADS_1
"Ada yang ingin ditambahkan lagi?" Tanya Shanin saat perempuan itu selesai mencatat pesanan apa saja yang disebutkan oleh si pelanggan.
"Tidak ada, hanya itu saja." Jawab si pelanggan, menanggapi pertanyaan dari Shanin barusan.
"Baiklah kalau begitu, pesanannya bisa ditunggu." Ucap Shanin yang kemudian melenggang pergi dari sana, berjalan menuju ke arah juru masak untuk menyerahkan selembar kertas yang sempat dia sobek dari buku catatan kecil miliknya berisikan pesanan apa saja yang dipesan oleh pelanggan tadi.
Sampai di tempat juru masak, Shanin langsung menyerahkan selembar kertas tersebut dan dirinya kembali mendudukkan diri pada kursi yang sempat dia duduki di sana tadi sambil menunggu pesanan si pelanggan siap untuk diantarkan.
Tidak lama setelah Shanin mendudukkan dirinya di sana, Anna juga ikut menyusul dirinya dengan membawa beberapa lembar kertas, sepertinya teman kerjanya itu mengumpulkan terlebih dahulu pesanan para pelanggan, baru membawanya untuk diserahkan pada juru masak.
"Ada lagi yang belum pesen?" Tanya Shanin.
"Nggak ada, tinggal nunggu pesanannya jadi." Jawab Anna.
Selang beberapa menit setelah Shanin memejamkan matanya, perempuan itu merasakan beberapa kali tepukan di tangannya, sehingga membuat dia membuka matanya yang terpejam itu.
"Udah siap tuh Sha, anterin sekarang aja, abis itu kamu istirahat, muka kamu kelihatan pucat." Ucap Anna kepada Shanin.
"Ohh udah selesai, aku gak kenapa-kenapa kok Ann, cuma kecapean aja." Balas Shanin sambil beranjak dari tempat duduknya dan meraih sebuah nampan yang berisi pesanan yang harus perempuan itu antar ke salah satu meja pelanggan.
Tidak lama dari itu Shanin sudah kembali lagi dengan membawa nampan tadi yang sudah kosong dan kembali di letakkan di meja yang membatasi dirinya dan juga juru masak, lain halnya dengan Anna yang masih setia menunggu pesanan pelanggan siap untuk disajikan di sana.
"Ann aku ke belakang dulu ya, mau minum." Pamit Shanin kepada Anna.
__ADS_1
"Iya udah sana Sha, minum yang banyak." Balas Anna menanggapi ucapan Shanin.
Mendengar balasan dari Anna, Shanin pun mengacungkan jempolnya tanda mengiyakan apa yang disarankan oleh teman kerjanya itu. Shanin kemudian membawa langkahnya ke area belakang, lebih tepatnya mendekat ke dispenser air yang ada di sana, tapi sebelum itu Shanin menyempurnakan diri untuk meraih gelas kosong yang akan dia gunakan untuk minum.
Perempuan itu pun langsung mengisi gelas itu sampai penuh dengan air dari dispenser dan mulai meminumnya dalam beberapa tegukan, Shanin menghela nafasnya lega selepas air di dalam gelas tadi dia teguk.
Setelahnya Shanin menyimpan gelas kosong itu di tempat yang aman dan dirinya berjalan dari area belakang, kembali menghampiri Anna yang sedang kesusahan mengantarkan pesanan para pelanggan.
"Ini di meja nomor berapa Ann?" Tanya Shanin sambil meraih sebuah nampan yang berisi pesanan milik pelanggan.
"Nomor 14 Sha, tuh ada di sana." Jawab Anna sambil menunjuk ke salah satu meja yang ada di sana.
Tanpa mengatakan apapun lagi, Shanin membawa nampan tersebut dengan hati-hati ke arah meja yang tadi ditunjuk oleh Anna, sesampainya di sana Shanin langsung memindahkan satu persatu pesanan dari atas nampan ke atas meja.
Selesai dengan hal itu, Shanin langsung kembali ke tempat juru masak dan meletakkan kembali nampan yang kosong itu di tempat semula yang kemudian perempuan itu kembali duduk bekas dirinya duduk tadi.
"Udah semua Ann?" Tanya Shanin saat melihat satu teman kerjanya itu yang baru saja kembali setelah mengantarkan pesanan pelanggan tadi.
"Udah sih kalo emang nggak ada yang datang lagi, cuma tinggal nunggu pembayarannya aja." Jawab Anna yang menarik kursi miliknya agar mendekat pada Shanin.
"Ohh gitu." Hanya itulah tanggapan yang bisa Shanin berikan.
Setelah itu Anna ikut mendudukkan dirinya di samping Shanin, mungkin tidak lagi Kila akan menyusul pada keduanya
__ADS_1
BERSAMBUNG.