
Karena malam ini adalah malam minggu, pelanggan yang berdatangan semakin ramai saja seperti apa yang diperkirakan oleh Shanin dan juga Anna tadi.
Kedua perempuan itu sedari tadi tidak ada hentinya kesana kemarin, mulai dari mencatat menu apa saja yang dipesan oleh pelanggan yang datang, menyerahkan catatan menu ke juru masak dan juga kembali mengantarkan pesanan si pelanggan saat sudah matang nanti.
"Rame banget Sha, aku baru inget kalo ini akhir bulan, pasti banyak yang udah pada gajian." Ucap Anna saat keduanya sedang menunggu pesanan siap untuk diantarkan.
"Loh? Aku juga baru sadar kalo ini udah masuk akhir bulan, pantesan." Balas Shanin.
Mungkin saat ini sudah ada beberapa pekerjaan di tempat lain yang sudah mendapatkan gaji bulanannya, tapi di kafe tempat Shanin bekerja tanggal gajiannya adalah yang paling terakhir, sekitar tanggal tiga puluh sampe tiga puluh satu, para karyawan juga tidak ada yang mempermasalahkan soal itu, yang penting mereka akan tetap gajian setiap bulannya.
"Tuh Ann pesanannya udah siap buat kamu anterin ke meja pelanggan yang tadi." Ucap Shanin memberitahu tahu Anna yang tadi sedang bermain ponsel.
"Ohh, oke siap." Setelah mengatakan itu, Anna langsung memasukkan ponselnya kembali ke dalam kantong dan langsung meraih nampan yang sudah berisi pesanan pelanggan yang harus perempuan itu antar ke meja si pelanggan.
Setelah Anna pergi meninggalkan Shanin sendirian di sana, perempuan itu kemudian hanya diam saja sambil menunggu pesanan milik pelanggan siap untuk diantarkan, sepertinya tinggal beberapa menit lagi untuk dirinya menunggu hal tersebut.
Dan bener, seperti apa yang diperkirakan oleh Shanin sebelumnya jika pesanannya akan matang sebentar lagi, tidak sampai sepuluh menit juru masak menyerahkan nampan yang sudah berisi pesanan pelanggan yang harus perempuan itu antar ke salah satu meja pelanggan yang ada di sana.
Sejam lebih berlalu semenjak kejadian tadi, akhirnya kafe kembali tertutup, semua karyawan kafe sudah boleh pergi ke rumahnya atau kontrakannya, seperti biasanya pasti oleh Shanin saat itu akan pergi ke kontrakannya sendiri.
"Sha, aku duluan ya." Pamit Anna kepada Shanin yang sekarang masih mengemasi barang-barangnya di dalam tas.
"Iya Ann, hati-hati di jalannya." Balas Shanin.
__ADS_1
Terdengar suara langkah kaki Anna yang semakin jauh dari Shanin, setelah selesai dengan urusannya, perempuan itu kemudian langsung keluar dari area belakang dan berjalan menghampiri Kila yang masih berada di meja kasir, teman kerja Shanin yang satu itu sedang sibuk menghitung uang yang ada di laci.
"Belum selesai juga Kil?" Tanya Shanin memastikan walaupun perempuan itu sudah tau jika temannya itu pasti belum selesai dengan kegiatannya.
"Belum Sha, dikit lagi. Kamu udah mau pulang?" Tanya Kila.
"Iya, aku duluan ya Kil." Pamit Shanin kepada Kila.
"Iya udah sana, hati-hati dijalan." Balas Kila yang kini masih sibuk dengan kegiatannya menghitung uang.
Selepas acara pamit - pamitan antara dirinya dan juga Kila, Shanin kemudian membawa langkah kakinya menuju ke arah pintu kafe, untuk keluar dari sana, setelah keluar dari bangunan kafe tersebut, Shanin langsung berjalan ke arah parkiran khusus karyawan dimana motor miliknya terparkir di sana.
Tapi samar-samar Shanin dapat melihat cahaya lampu mobil yang semakin mendekat ke arahnya, saat mobil itu semakin dekat, Shanin dapat mengenali jika mobil tersebut adalah mobil milik Samuel.
Mobil itu berhenti dengan jarak beberapa meter dari tempat Shanin berdiri sekarang dan tidak lama setelah mobil berhenti, terlihat seorang lelaki keluar dari dalam sana, siapa lagi kalau bukan Samuel si pemilik mobil.
"Hanya ingin melihat kamu, untung saja kamu belum pulang." Balas lelaki itu.
"Mau ngapain deh Sam? Buang-buang waktu istirahat kamu aja, kan besok juga kita masih bisa ketemu." Tersirat rasa khawatir dalam ucapan Shanin ini.
"Tapi saya inginnya sekarang." Jawab Samuel seadanya.
"Terserah kamu deh, terus sekarang mau ngapain? Kan udah ketemu sama aku."
__ADS_1
"Kamu akan pulang kan? Biar saya antar."
"Nggak usah, aku kan bawa motor sendiri Sam, mending kamu langsung pulang aja deh, istirahat." Tolak Shanin.
"Kalau begitu saya akan mengikuti kamu saja dari belakang, kita kan searah Sha." Ucap Samuel.
"Terserah kamu aja deh." Setelah mengatakan hal itu, Shanin langsung berbalik ke arah motor miliknya dan memakai helm yang tadi bertengger di spion motor, kemudian perempuan itu langsung mengendarai motornya untuk keluar dari area parkiran.
Melihat si perempuan yang sudah siap untuk pergi dari kawasan kafe, Samuel dengan cepat kembali masuk ke dalam mobilnya dan memutar balikkan posisi mobil tersebut, dapat lelaki itu lihat Shanin yang menoleh ke arah belakang untuk memastikan dirinya sudah siap atau belum.
Kemudian Shanin langsung melajukan motornya yang diikuti oleh Samuel dari arah belakang untuk keluar dari kawasan kafe, jalanan malam ini masih sangat ramai, mengingat bahwa ini adalah malam minggu, banyak orang-orang yang keluar dari rumah untuk sekedar jalan-jalan saja.
Sesekali Shanin melirik melalui kaca spionnya untuk memastikan jika mobil milik Samuel masih ada di belakangnya dan tanpa Shanin ketahui jika saat ini Samuel sedang mengatur kecepatan mobilnya agar tidak terlalu tinggi.
Kurang dari tiga puluh menit kemudian, sebelum masuk ke dalam gang terakhir kontrakan milik Shanin, perempuan itu menghentikan motornya di tepi jangan membuat mobil milik Samuel juga berhenti di tepi jalan, lelaki itu sedikit bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Shanin kemudian turun dari motor miliknya dan berjalan mendekat ke arah mobil Samuel tanpa melepas helm di wajahnya, sampai di samping motor milik lelaki itu, Shanin mengutuk beberapa kali pintu mobil milik Samuel itu. Samuel yang paham pun langsung menurunkan kaca mobilnya untuk mengetahui apa yang sebenarnya akan Shanin lakukan.
"Sampai sini aja ya Sam, jangan ikut ke dalam, kamu langsung pulang aja ke rumah kamu, udah malem." Ucap Shanin saat pintu mobil berhasil Samuel turunkan.
Lelaki itu tidak langsung mengiyakan ucapan Shanin barusan, Samuel berpikir sebentar tentang hal itu sampai kemudian pada akhirnya lelaki itu menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan ucapan Shanin tadi, lagipula tempat kontrakan Shanin sudah dekat, jadi dia tidak begitu khawatir.
"Hati-hati di jalan, aku duluan ya." Setelah mengatakan hal itu, Shanin melenggang pergi dari sana dan kembali menaiki motor miliknya yang kemudian melaju masuk ke dalam gang terakhir menuju kontrakannya.
__ADS_1
Samuel yang sudah tidak lagi melihat Shanin di sana akhirnya kembali menyalakan mesin mobil miliknya dan melajukan mobil tersebut meninggal tempat itu dengan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya.
BERSAMBUNG.