
Selepas membereskan kegiatan mencuci piringnya, Shanin milih kembali ke ruang tengah untuk menghampiri Samuel yang masih asik sendiri dengan ponselnya di kursi yang memang biasanya berada di sana.
"Kapan mau pulangnya?" Tanya Shanin saat perempuan itu tepat berada di depan Samuel.
"Kamu seperti sedang mengusir saya sejak tadi." Balas lelaki itu.
"Aku nggak ngusir, emang sebaiknya kamu pulang aja buat istirahat, udah malem soalnya." Ucap Shanin apa adanya.
Tanpa Shanin sadari jika Samuel sedikit mengulas senyum di wajahnya saat mendengar perhatian kecil yang terselip dalam ucapan Shanin barusan, tapi tidak lama dari itu Samuel langsung kembali berwajah datar.
"Baiklah saya akan pulang, kamu setelah ini akan melakukan apa?" Tanya Samuel sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Abis ini aku mau mandi dulu abis itu istirahat di kamar." Jawab Shanin.
"Oh baiklah, kalau begitu saya pergi sekarang." Ucap Samuel sambil meraih kunci mobil serta dompet kulit miliknya yang ada di atas meja Shanin.
Samuel berjalan terlebih dahulu dari dalam kontrakan, yang diikuti oleh Shanin dari belakang, setidaknya perempuan itu mengantarkan Samuel sampai teras kontrakannya saja, yang penting nantinya lelaki itu selamat di perjalanan pulangnya.
"Dahh, hati-hati Sam." Ucap Shanin sambil melambaikan tangannya pada Samuel yang mulai melangkah meninggalkan kontrakan miliknya menuju tempat dimana mobil miliknya terparkir.
Dapat dilihat oleh mata tajam milik Shanin jika Samuel sudah masuk ke dalam mobilnya dan tidak lama dari itu mobil milik Samuel tersebut sudah mulai melenggang pergi semakin menjauh dari sana.
Setelah memastikan jika Samuel sudah benar-benar pergi dari sana, Shanin kemudian kembali masuk ke dalam kontraknya dan tidak lupa untuk mengunci pintunya dari dalam. Seperti apa yang dikatakan oleh perempuan itu sebelumnya, Shanin kemudian meraih handuk miliknya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Lain halnya dengan Samuel yang kini tengah tidak karuan menahan rasa gemasnya, setelah keluar dari gang terakhir kontrakan Shanin, lelaki itu tidak dapat menahan senyumnya lagi yang sedari tadi dia tahan-tahan.
Sebenarnya Samuel masih ingin lebih lama lagi berada di kontrakan Shanin, tapi seperti apa yang Shanin katakan padanya jika hari semakin malam dan juga perempuan itu berniat untuk beristirahat, agar tidak menggangu waktu istirahat perempuan itu, Samuel memilih untuk mengalah.
__ADS_1
***
Waktu berjalan begitu cepat, pagi hari sudah kembali datang dan kini waktunya untuk Shanin kembali berangkat ke kafe tempatnya bekerja, perempuan itu sudah siap untuk semua hal, hanya tinggal berangkat saja ke kafe tempat kerjanya.
Selepas mengenakan sepatu, Shanin langsung menaiki motor miliknya yang semalam diantarkan oleh orang suruhan Samuel ke kontrakannya dan mulai mengendarai motor tersebut meninggal kawasan kontrakannya.
Dalam hati Shanin terus memohon agar hujan tidak turun saat ini, karena sedari tadi langit sangat mendung, tidak ada cahaya matahari di pagi ini, sebenarnya ini adalah hal yang wajar karena memang sekarang ini sudah memasuki musim penghujan.
Butuh waktu sekitar tiga puluh menit untuk Shanin sampai di kafe tempat dirinya bekerja, perempuan itu kemudian langsung memarkirkan motor miliknya di tempat parkir khusus karyawan seperti biasanya, Shanin juga dapat melihat beberapa motor milik pegawai lainnya, salah satunya yaitu motor Kila.
Perempuan itu kemudian membawa langkah kakinya masuk ke dalam kafe yang masih tampak sepi, saat dirinya baru saja masuk ke dalam sana, matanya dapat langsung menangkap sosok Kila yang ada di tempat kasir seperti biasanya.
"Pagi Kil." Sapa Shanin.
"Pagi Sha, gak kehujanan kan kamu?" Balas Kila sambil bertanya demikian.
"Bener, ini Anna aja barusan chat aku kalo dia lagi neduh dulu di pinggir jalan karena hujan pas mau kesini." Jelas Kila kepada Shanin.
"Nasib musim hujan ya kayak gini."
"Iya juga sih, tapi semoga aja gak sampe banjir." Ucapan Kila yang ini membuat dahi Shanin berkerut.
"Emang disini sering kena banjir Kil?"
"Sering banget, kayaknya tiap musim hujan deh, kafe ini sering kebanjiran." Jawab Kila untuk menjawab pertanyaan dari Shanin barusan.
"Aku baru tau, padahal keliatannya tempatnya aman-aman aja, lingkungan yang ada disini juga keliatannya bersih deh." Ucap Shanin.
__ADS_1
"Iya itu yang aku pikirin sebelumnya pas baru kerja disini, tapi pas aku ngalamin hal itu sendiri, aku baru percaya." Balas Kila.
"Ohh gitu, yaudah semoga kali ini nggak ada acara kebanjiran-kebanjiran segala." Ucap Shanin pada akhirnya.
"Aamiin."
"Kalo gitu aku ke belakang dulu mau simpan tas aku sama kotak makan aku." Pamit Shanin kepada Kila sebelum perempuan itu melenggang pergi dari sana untuk masuk ke area belakang untuk menyimpan barang-barang bawaannya.
Tidak ingin berlama-lama di area belakang, Shanin langsung keluar dari sana setelah selesai menyimpan barang bawaannya, disaat Shanin keluar dari area belakang, Shanin dapat melihat melalui kaca kafe yang transparan itu jika gerimis mulai turun di luar sana.
"Gerimis Kil, ini Anna bakalan kesiangan deh kalo gini ceritanya." Ucap Shanin kepada Kila saat dirinya melihat jika di luar sana sedang gerimis.
"Iya sih pastinya, gapapa deh lagian di udah izin ini dan kita juga tau sendiri emang keadaannya lagi kayak gitu." Balas Kila.
"Bener juga, yah semoga aja hujannya gak lama atau jangan hujan deh biar gerimis aja." Ucap Shanin.
"Iya semoga, udah sana deh kamu lap-lap meja kayak biasanya." Perintah Kila kepada Shanin.
Shanin mendengar perintah dari Kila hanya memanyunkan bibirnya kesal, tapi ya memang benar sih kalau hal itu adalah bagian dari pekerjaannya.
"Iya-iya siap Bu bos." Balas Shanin asal yang kemudian perempuan itu harus kembali lagi ke area belakang untuk mengambil lap yang biasanya dia gunakan di sana.
Setelah mendapat lap yang perempuan itu butuhnya, Shanin langsung keluar dari sana dan mulai mengelap satu persatu meja yang ada di sana agar terlihat bersih dan terhindar dari debu, karena Anna belum juga datang, Shanin kemudian melanjutkan pekerjaannya untuk mengelap kaca jendela kafe yang nampak berembun.
Keadaan di luar kafe masih tetap sama yaitu gerimis dan langitnya juga masih tampak gelap saat ini, samar-samar Shanin dapat melihat lampu motor yang mendekat ke arah kafe, saat dilihat lebih teliti, ternyata itu Anna yang sekarang sedang terburu-buru memarkirkan motor miliknya di samping motor milik Shanin dan terlihat juga perempuan itu buru-buru membuka helmnya kemudian setelah helm itu terbuka, Anna dengan cepat berlari masuk ke dalam kafe agar dirinya tidak begitu kehujanan.
Shanin dapat mendengar suara ngos-ngosan yang keluar dari mulut Anna saat perempuan itu baru saja masuk ke dalam kafe.
__ADS_1
BERSAMBUNG.