Gadis Biasa Milik CEO Tampan

Gadis Biasa Milik CEO Tampan
Bab 60


__ADS_3

Sesuai dengan janji Samuel kepada Shanin yang akan membawa perempuan itu untuk pergi ke pantai, kini keduanya tengah berada di dalam perjalanan ke tempat tersebut, tentu saja menggunakaan mobil milik lelaki itu.


Untung saja cuaca hari ini benar-benar mendukung untuk keduanya pergi ke pantai, langit biru yang cerah benar-benar cuaca yang bagus untuk pergi ke pantai, apalagi bersama dengan orang terkasih bukan? Itulah yang sekarang sedang dirasakan oleh Samuel, lelaki itu sedari tadi terus mengulas senyum kecil di wajahnya melihat betapa antusiasnya Shanin yang akan pergi ke pantai bersama dengan dirinya.


"Pokoknya nanti kalo udah sampe di pantai aku pengen beli topi yang dari dulu aku pengen banget kalo pergi ke pantai." Ucap Shanin dengan wajah antusiasnya walaupun wajahnya tampak masih sedikit pucat karena belum sembuh sepenuhnya.


"Iya, nanti di sana kamu bisa beli apa saja yang kamu mau." Balas Samuel yang masih fokus menyetir mobilnya.


"Nggak bisa deh kayaknya, aku belum gajian soalnya, nanti kalo aku udah gajian kita ke pantai lagi ya?"


"Tidak perlu menunggu sampai kamu gajian nanti, sekarang kamu bebas membeli apapun, saya yang traktir." Ucap Samuel.


"Jangan deh, uang aku juga masih cukup kok kalo sekedar buat beli topi, lagian beberapa hari lagi juga aku gajian tau." Balas Shanin pada Samuel.


"Saya yang traktir karena saya yang mengajak kamu kesini, jadi tidak usah merasa tidak enak hati seperti itu."


"Beneran ya, Sam?" Tanya Shanin memastikan.


"Iya, lagipula kapan saya pernah bohong sama kamu?" Tanya balik lelaki itu.


"Kamu pernah bohong sama aku, jangan pura-pura lupa ingatan gitu deh." Ucap Shanin.


"Masih ingat saja." Balas Samuel kemudian.


Seperti itulah obrolan keduanya yang terus berlangsung selama perjalanan menuju ke pantai yang dituju, Shanin yang terus mengoceh dan Samuel yang sama sekali tidak keberatan untuk menanggapi setiap ocehan yang keluar dari mulut perempuan itu.


Hanya tinggal menempuh perjalanan beberapa menit lagi untuk Shanin dan juga Samuel sampai ke pantai. Hari ini benar-benar terik, mobil Samuel akhirnya sudah berhasil terparkir di parkiran khusus mobil yang ada di dekat pantai itu.


Tapi sebelum keluar dari mobil, Shanin menyuruh Samuel untuk memakai sunblock terlebih dahulu agar kulitnya tidak terbakar sinar matahari yang sedang terik-teriknya ini. Perempuan itu mulai mengoleskan sunblock tersebut pada tangan, wajah dan juga kaki Samuel yang sekiranya akan terpapar oleh sinar matahari.


Perempuan itu juga melakukan hal yang sama pada dirinya, setelah selesai mengoleskannya pada Samuel, Shanin bergantian mengoleskannya kepada dirinya sendiri. Setelah selesai, keduanya langsung keluar dari dalam mobil dan aroma air laut langsung menusuk indera penciuman Shanin.


"Wahh!" Shanin berucap takjub dengan pemandangan yang ada di hadapannya, dirinya merasa sejuk karena angin pantai yang menerpa dirinya.


Sedangkan tanpa Shanin ketahui, Samuel juga sedang menatap sesuatu yang menakjubkan sampai-sampai tidak mengalihkan pandangannya dari objek itu, objek yang berbeda dengan apa yang Shanin lihat. Disaat Shanin yang takjub akan keindahan pantai, Samuel justru takjub dengan keindahan ciptaan Tuhan yang saat ini sedang dibuat takjub oleh keindahan pantai, tentu saja Shanin lah yang menjadi objek mengagumkan bagi Samuel.


"Mau disini terus? Gak mau kesana?" Tanya Samuel kepada Shanin sambil menunjuk ke arah tepi pantai.


"Ya mau lah! Ayo, Sam!" Setelah mengatakan hal itu Shanin berlari kecil meninggalkan Samuel menuju ke arah tepi pantai.


Sebenarnya Samuel sedikit was-was karena Shanin yang terlalu bersemangat padahal perempuan itu belum sepenuhnya sembuh, maka dari itu sedari tadi Samuel terus memperhatikan setiap gerak gerik Shanin dan tidak membiarkan Shanin terlalu jauh dengan dirinya.


"Sam, ayo beli topi dulu." Ucap Shanin sambil menyeret tangan Samuel menuju ke salah satu penjual topi yang ada di tepi pantai.

__ADS_1


"Bingung banget topinya cantik-cantik semua, menurut kamu yang mana yang cocok sama aku?" Tanya Shanin kepada Samuel untuk meminta pendapat dari lelaki itu.


Mendengar hal itu membuat Samuel tidak langsung menjawab, lelaki itu malah mengambil salah satu topi yang menurutnya cocok dipakai oleh Shanin dan memakaikan topi tersebut di kepala Shanin.


Tentu saja Shanin yang menerima perlakuan mendadak seperti itu dari Samuel hanya bisa mematung dan tidak tau apa yang seharusnya perempuan itu lakukan saat ini, tubuhnya benar-benar membeku karena perbuatan tiba-tiba yang dilakukan Samuel kepadanya.


"Yang ini cocok untuk kamu, cantik." Ucap Samuel sambil menatap kearah manik hitam legam milik Shanin.


Keduanya sama-sama terpaku dengan tatapan masing-masing sampai beberapa detik tatapan keduanya terkunci, Shanin tidak bisa berbohong jika Samuel memang lelaki yang tampan dan benar-benar perhatian walaupun sedikit egois atau lebih tepatnya selalu ingin menang sendiri.


"O-oh iya topinya cantik." Balas Shanin saat dirinya tersadar dan langsung memutuskan pandangan dengan Samuel.


"Kalau begitu yang itu saja, biar saya bayar dulu." Ucap Samuel yang mulai mengeluarkan dompet miliknya, kemudian membayar topi itu kepada si penjual.


"Kamu gak mau beli juga? Panas loh Sam, ada model buat cowok juga kok." Ucap Shanin sambil menunjukkan salah satu topi dengan model yang cocok untuk lelaki kepada Samuel.


"Sepertinya tidak cocok di saya, saya tidak terbiasa memakai topi." Balas Samuel menanggapi ucapan Shanin tadi.


"Bagus tau, percaya deh sama aku, kamu cocok pake apa aja." Ucap Shanin mencoba untuk menyakinkan Samuel.


Melihat bagaimana Shanin yang begitu menginginkan dirinya untuk membeli topi juga, akhirnya lelaki itu menurut dan meraih topi yang Shanin tunjukkan kepadanya tadi, kemudian membayarnya kepada si penjual.


"Sudah kan seperti ini yang kamu mau?" Tanya Samuel setelah dirinya memakai topi itu di kepalanya.


"Sesuai dugaan aku, kamu ganteng banget pake topi itu!" Ucap Shanin dengan antusias.


Sedangkan Samuel yang melihat hal itu tidak dapat menahan senyuman diwajahnya, Shanin benar-benar menggemaskan saat ini. Tidak salah memang jika dirinya menyimpan rasa kepada perempuan sebaik dan secantik Shanin.


"Sudah sudah, ayo kita kesana." Ucap Samuel sambil menunjuk ke tepi pantai yang terdapat ombak - ombak kecil.


Tanpa membalas ucapan Samuel, Shanin langsung menarik pergelangan tangan lelaki itu agar mengikutinya ke tepi pantai yang ditunjukkan oleh lelaki itu tadi.


"Hati-hati Sha, banyak kerang-kerangan kecil dan kamu juga belum sepenuhnya sehat, jadi tidak usah lari-lari." Samuel memberikan peringatan itu kepada Shanin.


"Aku udah nggak kenapa-kenapa Sam, beneran deh." Balas Shanin.


"Muka kamu masih terlihat pucat. Oh iya, jangan berniat untuk berenang di pantai, kita hanya berjalan-jalan di tepinya saja." Ucap Samuel sekali lagi.


"Iya-iya, lagian kamu tau sendiri kan aku nggak bawa baju ganti."


Benar juga apa yang dikatakan oleh perempuan itu, keduanya memang tidak membawa baju ganti apapun ke pantai ini, walaupun sebenarnya mereka bisa saja membeli baju ganti karena memang di pesisir pantai sangat banyak orang-orang yang berjualan berbagai aksesoris dan baju yang cocok digunakan di pantai atau sebagai oleh-oleh.


Keduanya pun asik berjalan-jalan di tepi pantai sampai pada akhirnya Shanin mulai merasa lelah dan mengajak Samuel untuk duduk di kursi santai yang ada di tepi pantai sambil menikmati kelapa muda yang dibeli dari penjual yang ada di sekitar pantai juga.

__ADS_1


"Sha." Panggil Samuel kepada Shanin.


Shanin yang dipanggil oleh Samuel pun langsung menolehkan kepalanya dan mengangkat alisnya tanda kebingungan, perempuan itu tidak menjawab Samuel karena dirinya sedang meminum air kelapa muda yang dipesan tadi.


"Berhenti dulu minumnya, saya ingin berbicara serius."


Mendengar ucapan Samuel barusan membuat Shanin langsung menghentikan aktivitas minum air kelapanya dan segera memfokuskan diri pada Samuel walaupun di dalam hatinya Shanin bingung dengan apa yang sebenarnya Samuel katakan kepada dirinya.


"Ada apa?" Tanya Shanin yang berusaha bersikap seperti biasanya.


"Kamu masih ingat kan saat saya menyatakan perasaan saya kepada kamu?" Tanya Samuel sambil menatap dalam mata Shanin.


Shanin yang ditanya seperti itu pun hanya mampu menganggukkan kepalanya, tanda jika dirinya masih mengingat hal itu dengan baik, lagipula bagaimana mungkin dirinya melupakan hal itu.


"Apakah sampai sekarang kamu masih merasa ragu dengan perasaan saya?" Tanya Samuel yang membuat Shanin lagi-lagi bungkam.


Mendengar hal itu benar-benar membuat Shanin bingung harus bereaksi seperti apa sekarang ini. Sebenarnya Shanin bingung dengan perasaannya sendiri, dirinya merasa nyaman berada di sekitar Samuel bahkan detak jantungnya berdebar tidak karuan saat lelaki itu perhatian kepadanya.


Selama masa hidupnya, Shanin belum pernah merasakan arti jatuh cinta yang sesungguhnya, itulah yang membuat perempuan itu bingung dengan perasaannya sendiri.


"Apa perasaan kamu ke aku masih sama kayak waktu itu?" Shanin bertanya kepada Samuel.


"Tentu saja, bahkan bertambah berkali-kali lipat." Balas Samuel tanpa rasa ragu sedikitpun.


"Kalo gitu, ayo buat aku belajar buat balas perasaan kamu, kita jalani semuanya sama-sama." Ucap Shanin sambil menatap ke arah Samuel.


Samuel yang mendengar ucapan tidak terduga dari Shanin seketika langsung terdiam dan kembali mencerna ulang apa yang dikatakan oleh perempuan yang kini tengah menatap dirinya.


"Kali ini kamu menerima perasaan saya, Sha?" Tanya Samuel tidak percaya.


"Iya, kita mulai semuanya bareng-bareng, aku sama kamu." Balas Shanin.


Mendengar Shanin mengatakan hal itu, Samuel tidak tahan untuk membawa tubuh Shanin kedalam pelukannya, tanpa basa-basi lelaki itu langsung melakukannya dan tentu saja tindakan tiba-tiba dari Samuel itu membuat Shanin sedikit terkejut tapi tidak lama dari itu, Shanin langsung melingkarkan tangannya di belakang tubuh lelaki itu, membalas pelukan dari Samuel.


Dalam posisi seperti itu, keduanya dapat merasakan debaran jantung masing-masing yang berdebar lebih cepat dari biasanya, mereka berpelukan cukup lama sebelum pada akhirnya Samuel lah yang melepaskan terlebih dahulu pelukan itu dan menggenggam kedua telapak tangan Shanin dengan telapak tangannya.


"Saya sangat senang akhirnya perjuangan saya tidak sia-sia, kita sama-sama berusaha buat jadi yang terbaik ya Sha?" Ucap Samuel dengan tangan yang masih menggenggam tangan Shanin dan menatap mata indah milik perempuan itu.


Shanin menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan apa yang dikatakan oleh Samuel kepada dirinya, senyum di wajah keduanya terus mengembang dengan perasaan membuncah.


Benar-benar hari yang cerah, Samuel tidak akan pernah melupakan hari penting yang satu ini, begitupun dengan Shanin. Akhirnya lelaki itu dapat merasakan perasaannya dibalas oleh perempuan yang dia cintai, awalnya Samuel sudah pesimis pernyataan cintanya kali ini akan kembali mendapatkan penolakan tapi ternyata diluar dari dugaannya, untuk kali ini Shanin menerima pernyataan cintanya..


BERSAMBUNG

__ADS_1


*******


Segini aja cerita dari author, maaf kalau ceritanya agak membosankan, semoga kalian suka ya. Tunggu update cerita cerita terbaru dari author yg lainnya ya. Dukung terus 😊


__ADS_2