Gadis Biasa Milik CEO Tampan

Gadis Biasa Milik CEO Tampan
Bab 52


__ADS_3

Seperti biasanya pada jam makan siang kafe tempat Shanin bekerja akan menjadi sangat ramai oleh orang-orang yang akan makan siang atau sekedar mampir dan tentu saja semua pegawai kafe saat ini sedang kerepotan, salah satunya yaitu Shanin.


Perempuan itu sedari tadi mondar-mandir kesana kemarin untuk melayani para pelanggan yang datang, saking sibuknya perempuan itu, Shanin sampai tidak sadar jika sedari tadi di dalam kafe sudah ada yang memperhatikannya, siapa lagi kalau bukan Samuel yang kini tengah makan siang sambil mengawasi gerak gerik Shanin.


Lelaki itu tadi dilayani oleh Anna, sehingga Shanin benar-benar tidak tau ataupun sadar dengan keberadaannya saat ini, biarkanlah perempuan itu fokus pada pekerjaan, lagipula sekarang ini Samuel masih belum selesai makan siang.


"Silahkan dinikmati." Samar-samar Samuel dapat mendengar suara Shanin yang berada di meja yang tidak jauh darinya.


Samuel tidak ada niatan untuk menyapa perempuan itu terlebih dahulu, biarkanlah Shanin sendiri yang menyadari keberadaannya di sana. Sampai pada akhirnya ternyata tatapan keduanya saling bertubrukan saat Samuel sedang memperhatikan perempuan itu.


Dapat Samuel lihat jika Shanin sedikit terkejut saat tatapan keduanya berlangsung, tapi tidak lama dari itu Shanin langsung berjalan mendekat ke arah meja tempat dirinya makan siang.


"Kamu daritadi disini?" Tanya Shanin tanpa basa-basi lagi saat perempuan itu sampai di hadapan Samuel.


Shanin berkata demikian karena perempuan itu melihat jika makanan yang ada di piring Samuel tinggal tersisa sedikit yang dapat dipastikan jika lelaki itu memang sudah berada di sana sedari tadi tapi dirinya saja yang belum menyadari hal tersebut.


"Iya, mungkin tiga puluh menit yang lalu." Jawab Samuel.


"Kok aku baru liat? Terus juga kenapa gak ngasih tau?" Pertanyaan bertubi-tubi itu Shanin layangkan kepada Samuel.


"Kamu tidak menyadarinya karena sibuk melayani para pelanggan kafe dan saya juga tidak berniat untuk mengganggu waktu kerja kamu." Jelas Samuel panjang lebar agar Shanin lebih cepat memahaminya.


"Ohh gitu, berarti tadi yang layanin kamu Anna?" Tanya Shanin memastikan.


"Sepertinya iya, saya belum tau nama-nama teman kamu yang berada disini. " Jawab Samuel pada Shanin.


"Lagian nggak penting juga kamu kenal mereka. Kalo gitu aku tinggal ke belakang dulu, ya?" Izin Shanin kepada Samuel.

__ADS_1


"Iya silahkan, jangan merasa terganggu karena keberadaan saya." Balas Shanin.


Mendengar balasan dari Samuel membuat Shanin menganggukkan kepalanya sebagai sebuah jawaban, yang setelahnya perempuan itu melenggang pergi dari sana seperti katanya tadi meninggalkan Samuel seorang diri, kembali seperti di awal.


"Baru sadar kamu Sha kalo itu Samuel?" Inilah pertanyaan yang Shanin dapat saat dirinya ingin ke area belakang, itu adalah pertanyaan dari Anna.


"Iya, gak sadar aku. Tau - taunya udah ada dia aja tuh disini." Jawab Shanin yang sesuai dengan kenyataannya.


"Mangkanya kerja tuh jangan fokus-fokus gitu." Ucap Anna.


"Kan emang bagusnya fokus, gimana sih Ann." Balas Shanin pada Anna.


"Ya tapi gak segitunya juga."


"Iya iya udah terserah kamu, tuh makanannya udah matang, kamu antar gih jangan ngomong terus." Ucap Shanin sambil melirik ke arah nampan yang berisi makanan yang harus diantar oleh Anna ke meja pelanggannya.


Anna kemudian langsung meraih nampan tersebut dan membawanya pergi dari sana, begitupun dengan Shanin yang melanjutkan langkah kakinya ke area belakang, perempuan itu sedang ingin duduk saat ini karena memang para pelanggan sudah mulai keluar satu persatu, Shanin memilih area belakang sebagai tempat istirahat sementara, perempuan itu biasa duduk di kursi yang ada di sana.


Sekitar sepuluh menitan untuk Shanin duduk di sana, perempuan itu kemudian kembali bangkit dan berjalan keluar dari area belakang untuk kembali melakukan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda karena dirinya yang hapus.


"Kemana aja nih tuan putri, dicariin sama pangerannya tadi." Tanya Kila saat melihat Shanin yang baru keluar dari area belakang.


"Apaan sih Kil, aku cuma duduk doang di belakang tadi." Ucap Shanin.


"Terus sekarang Samuel nya kemana?" Shanin kemudian bertanya.


"Udah pulang dia, lagian kamu nya nggak ada." Balas Kila.

__ADS_1


"Oh gitu, ya udah." Ucap Shanin seadanya.


Setelah mengatakan itu Shanin kemudian menghampiri meja yang sudah kosong dan tinggal tersisa piring-piring serta gelas bekas pelanggan yang akan Shanin bawa ke area belakang untuk dicuci seperti biasanya, sedangkan Anna masih terlihat sibuk dengan buku catatan di tangannya.


Dengan membawa nampan yang berisi peralatan makan yang kotor, Shanin kembali melangkahkan kakinya ke area belakang, lebih tepatnya ke tempat cuci piring agar nanti karyawan lain yang mencucinya karena memang itu bukan tugasnya.


Setelah selesai menaruh piring-piring kotor tadi, Shanin kemudian kembali membawa langkah kakinya untuk keluar dari area belakang, saat keluar dari area belakang mata Shanin langsung menangkap sosok Anna yang sedang berdiri menunggu makanan yang harus dia antar selesai dimasak.


"Ini biar aku aja yang bawa Ann, kamu istirahat aja." Ucap Shanin saat dirinya sampai di hadapan Anna.


"Gapapa lah Sha, nanggung ini yang terakhir." Tolak Anna.


"Mangkanya ini kan yang terakhir, jadi biar aku aja." Ucap Shanin sekali lagi.


"Ya udah deh terserah kamu, meja nya yang di sana ya." Ucap Anna sambil menunjuk ke arah meja pelanggan yang nantinya makanan yang sedang ditunggu saat ini harus diantarkan kesana.


Shanin hanya membalas dengan anggukan perkataan Anna karena memang perempuan itu sudah tau meja mana yang harus dia tuju karena memang sebelumnya Shanin sudah melihat Anna yang sedang mencatat menu di sana saat dirinya sedang berjalan ke area belakang tadi.


Tidak sampai tiga puluh menit, makanan yang dipesan oleh pelanggan sudah siap untuk diantar, Shanin langsung meraih nampan yang berisi pesanan pelanggan tadi dan membawanya dengan hati-hati menuju ke meja dimana si pelanggan berada.


Sesampainya di meja tersebut, satu persatu makanan dan juga minuman yang ada di atas nampan Shanin pindahkan ke atas meja. Setelah itu selesai, Shanin mengucapkan kata-kata ramah kepada pelanggan itu seperti biasanya sebelum perempuan itu melenggang pergi dari sana dengan membawa nampan yang sudah kosong.


Perempuan itu kemudian menghampiri Anna yang sedang duduk di kursi dan ikut duduk di samping perempuan itu, sedangkan Kila saat ini masih harus tetep berada di kasir karena ada beberapa pelanggan yang belum membayar pesanannya.


"Capek banget, mana hari ini kerja sampe malem." Keluh Anna kepada Shanin yang ada di sebelahnya.


"Sama sih Ann, aku juga." Balas Shanin menyetujui apa yang diucapkan oleh Anna.

__ADS_1


Kedua perempuan itu memang bekerja sampai malam hari ini, itu karena hari ini adalah hari sabtu dan nanti malam adalah malam minggu yang biasanya kafe akan menjadi sangat ramai didatangi oleh para pelanggan.


BERSAMBUNG.


__ADS_2