
Hari-hari Shanin berjalan seperti biasanya, bangun pagi kemudian pergi ke kafe dan jika jam kerjanya sudah selesai maka perempuan itu akan langsung pulang dari sana kembali ke kontrakan miliknya.
Lain halnya dengan Samuel yang semakin hari semakin gencar mendekati Shanin, lelaki itu tetap mengingat salah satu pepatah yang berbunyi bahwa tidak ada usaha yang mengkhianati hasil.
Siang ini matahari sedang dalam keadaan terik-teriknya tapi kafe ini sama sekalian mengalami seperti siang seperti kali ini.
"Males banget aku kerja sampe malem." Keluh Anna kepada kedua temannya sambil menyenderkan tubuhnya pada senderan kursi.
"Nggak setiap hari ini Ann." Balas Shanin ketika mendengar keluhan dari temannya tersebut.
"Bener tuh apa yang dibilang Shanin, lebay banget kamu mah." Kila ikut menyauti yang membuat Anna cemberut mendengarnya.
Ketiga perempuan itu memang saat ini sedang tidak memiliki pekerjaan apapun, jam makan siang sudah lewat beberapa puluh menit yang lalu dan juga sekarang ini sedang turun hujan, wajar saja sekarang sudah memasuki akhir tahun mangkanya sering hujan.
Suara pintu kafe yang terbuka membuat ketiga perempuan yang ada di sana mengalihkan atensinya ke arah pintu kafe yang terbuka itu, terlihat di sana seorang lelaki tengah mengusap jasnya yang sedikit basah, lelaki itu adalah Samuel.
"Pacar kamu mau ngapain kesini? Sampe hujan-hujanan segala." Tanya Kila sambil menatap ke arah Shanin.
"Ck, siapa juga yang pacaran sama dia." Balas Shanin sebal.
"Iya iya maksud aku calon pacar, ngapain dia kesini?" Kila mengulang pertanyaan yang tadi tidak dijawab oleh Shanin.
"Dia juga bukan calon pacar aku." Balas Shanin seadanya.
Terdengar suara decakan dari mulut Kila yang sedang duduk di depan Shanin. "Astaga! Ya udah itu temen kamu mau ngapain kesini?"
"Ya nggak tau, kamu tanya aja sendiri sama orangnya. Emangnya aku mamahnya yang bisa tau apa aja tentang dia." Jawab Shanin yang kini sudah kembali memainkan ponsel miliknya.
"Terserah kamu deh, ngapain juga tadi aku tanya-tanya kalo gitu."
"Nah, itu kamu tau sendiri."
Obrolan keduanya terhenti saat melihat Samuel yang mulai mendekat ke arah mereka, lebih tepatnya ke arah Shanin yang kebetulan sedang berada di dekat Anna dan Kila.
Anna dan Kila yang mengerti harus melakukan apa pun langsung meninggalkan Shanin dan juga Samuel di sana tanpa harus disuruh mereka sudah paham sendiri dengan situasi seperti ini.
"Kamu mau ngapain kesini? Sampe hujan-hujanan segala, kalo mau makan siang kan bisa delivery aja." Ucap Shanin saat Shanin mendaratkan bokongnya di kursi yang ada di hadapannya Shanin, bekas Kila tadi.
"Ingin bertemu dengan kamu." Jawab lelaki itu dengan santainya.
__ADS_1
"Kan bisa tunggu hujan reda dulu, waktunya masih lama Sam." Ucap Shanin menanggapi jawaban santai dari lelaki itu tadi.
"Tapi saya inginnya sekarang."
"Iya iya terserah kamu deh." Shanin agaknya sedikit frustasi menghadapi lelaki yang satu ini.
"Emangnya mau ngapain kamu ketemu sama aku?" Tanya perempuan itu penasaran.
"Tidak ada apa-apa, hanya ingin bertemu saja."
Lagi-lagi jawaban tidak masuk akal yang dikeluarkan oleh Samuel membuat Shanin menghela nafasnya pasrah, terserah saja lah lelaki itu akan melakukan apa, dia tidak peduli.
"Hari ini kamu pulang malam lagi?" Samuel tiba-tiba bertanya hal demikian.
"Aku pulang sore hari ini, kenapa emangnya?" Shanin balik bertanya.
"Kita jalan-jalan." Jawab Samuel dengan cepat.
"Gak mau ah, aku mau pulang aja, mau istirahat." Balas Shanin ketika mendengar jawaban dari Samuel barusan.
"Hanya sebentar, kita jalan-jalan menggunakan mobil saja tidak usah jalan kaki."
"Kamu bisa tidur di dalam mobil." Jawaban dari Samuel membuat Shanin kebingungan harus membuat alasan apa lagi.
"Terserah kamu deh." Pada akhirnya Shanin hanya bisa pasrah.
Tanpa perempuan itu sadari, saat ini Samuel tengah menyunggingkan senyum tipis di wajahnya ketika melihat Shanin menurut dengan perkataannya, entah kenapa dirinya merasa senang.
"Kamu gak mau pesan makan atau minuman?" Tanya Shanin kepada Samuel.
"Tidak, saya akan langsung kembali ke kantor karena masih banyak kerjaan." Jawab Samuel pada Shanin.
"Kalo tau kerjaan kamu lagi banyak, terus ngapain kamu kesini? Mending kerja yang bener."
"Kan saya sudah bilang kalau saya kesini karena ingin melihat kamu Shanin."
Entah harus bereaksi bagaimana Shanin saat ini, perempuan itu bingung harus melakukan apa.
"Ya udah sana cepetan balik ke kantor." Ucap Shanin yang terkesan seperti sedang mengusir Samuel.
__ADS_1
"Iya saya pergi, kamu ingat ya nanti sore jangan langsung pulang." Sebelum pergi dari sana, Samuel kembali mengingatkan kepada Shanin untuk tidak langsung pulang ke kontrakan sore nanti karena mereka akan jalan-jalan terlebih dahulu.
"Iya aku inget, hati-hati." Balas Shanin saat melihat Samuel yang melenggang pergi dari sana.
Selepas kepergian Samuel dari sana, kedua temannya yang tadi sempat berpindah tempat itu, kini sudah kembali duduk di hadapan Shanin.
"Mau ngapain dia kesini?" Kila lagi-lagi bertanya soal itu.
"Kepo banget deh kamu Kil." Jawab Shanin yang tentu saja tidak berhasil mengobati rasa penasaran Kila.
"Emang dia tuh orangnya kepo banget Sha." Anna ikut menyetujui apa yang dikatakan oleh Shanin.
"Suka gak ngaca dulu, kamu juga sama aja Ann." Kila membalas ucapan Anna tadi.
"Ya tapi gak separah kamu." Anna tidak ingin mengalah rupanya.
"Udah-udah, kenapa jadi ribut sih."
Setelah itu terjadi keheningan di antara ketiganya, mereka bertiga sama-sama sibuk dengan ponselnya masing-masing, sampai pada akhirnya ada seorang pelanggan yang masuk ke kafe.
Awalnya Shanin kira itu hanya pelanggan biasa, tapi setelah pelanggan itu mendekat, perempuan itu baru tersadar jika pelanggan yang barusan datang adalah Daniel, lelaki yang sempat membantunya dulu saat dirinya tengah kesusahan karena motornya mogok.
"Kayak gak asing sama mukanya." Ucap Kila.
"Temen aku." Jawab Shanin seadanya.
"Oh iya aku inget, ya udah ini biar Anna aja yang urus." Ucap Kila santai.
"Loh kok aku?" Tanya Anna.
"Ya kan emang itu tugas kamu, udah sana." Balas Kila kepada Anna.
"Iya iya bentar." Anna langsung beranjak dari tempat duduknya dan meraih buku menu yang tadi sempat dirinya letakan di meja kasir.
Disaat Anna yang sedang melayani Daniel, Kila juga beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah tempat kasir, Shanin masih duduk di tempat yang sebelumnya tanpa berniat untuk beranjak dari sana.
Terlihat Anna yang berjalan ke arah tempat juru masak dan menyerahkan selembar kertas di sana, perempuan itu kemudian berjalan kembali ke arah kursi yang ditempati oleh Shanin dan kembali duduk di sana.
BERSAMBUNG.
__ADS_1