
"Sekarang kita serang mereka bersamaan" instruksi Sanusi sambil melempar kan pedang itu ke arah sosok wanita yang sedari tadi tak bergerak sedikitpun meski sudah di serang
Yulia menggunakan elemen air skill pusaran air dan Arda menggunakan elemen es skill pedang es dan Afni menggunakan elemen api skill api abadi
Ke empat serangan itu bersamaan mengarah pada dua sosok yang sedang melayang di udara
Blemmmm..............
Benturan energi kali ini sangat terasa, bahkan dari jarak yang sangat jauh juga ikut merasakan
Yuba yang melihat dengan mata iblis hanya bisa tercengang karena melihat wanita itu menangkis serangan itu dengan kedua sayapnya
Sayap yang digunakan untuk terbang ternyata juga berfungsi sebagai perisai yang sangat kuat
Sedangkan kelima ketua perguruan kini membentuk sebuah lingkaran dan masing-masing ketua merapal mantra sehingga membuat lingkaran itu berubah warna menjadi merah dan di kelilingi tulisan Jawa seperti halnya sebuah rajah tapi kali ini punya kekuatan yang luar biasa
__ADS_1
"Puser geni" ungkap salah satu ketua sambil melempar simbol itu pada kedua sosok yang masih melayang di udara
Belum sampai jurus itu ke tempat dua iblis itu tiba tiba sosok wanita itu menghilang dari pandangan semua petarung
Hanya satu iblis yang tak sempat menghindar dari serangan para guru ketua , dan tubuhnya hancur tak tersisa seperti menjadi debu yang sangat halus
"Sial..... Dimana wanita itu" teriak panca sambil mengamati daerah sekitarnya
"Aku masih bisa merasakan energinya tapi dimana dia" sambungnya kembali
"Gerbang dua pertahanan sekunder"
Yuba melompat ke atas dan menahan bola energi itu dengan harapan energi itu mampu di serap oleh pedangnya, tapi benar kini pedangnya mulai menyergap energi nya tapi energi seperti itu perlu tenaga dan wadah yang kuat untuk bisa menyerap semuanya
Yuba mencoba menggenggam pedangnya agar tidak lepas dari tangan kirinya karena tekanan yang begitu besar, dan ia mencoba menahan dengan kedua tangan nya tapi tangan kanannya seolah tak berarti apa-apa
__ADS_1
"Ada apa ini kenapa lengan kanan ku seolah tak mau membantu lengan kiriku" guman yuba sambil terus menyerap energi
Tiba tiba sinar terang menyelimuti tubuh yuba, guru Sanusi tau kalau yuba baru saja membuka gerbang empat tapi yang dilakukan Yuna sungguh tak masuk akal
"Tak mungkin dia membuka gerbang mata batin hanya dengan menyerap energi sedangkan untuk membuka sebuah gerbang seseorang perlu berkosentrasi penuh" ungkap salah satu guru ketua
Guru Sanusi tak terkejut karena ini untuk yang ke dua kalinya yuba membuka gerbang hanya dengan menyerap energi
Yuba memang mampu menyerap semua energi dari bola kristal serangan wanita itu, sehingga serangan wanita itu jadi terlihat sia sia, tapi tiba-tiba tubuh yuba sudah tak mampu lagi menopang dirinya sendiri setelah sinar terang itu redup tubuhnya terjatuh dan tidak ada seorang pun yang menangkap nya
"Sial kenapa tak ada yang mau menangkap ku agar aku tak merasakan sakit nya menghantam tanah, janda janda juga boleh asal masih muda" guman yuba dalam hatinya
Semua masih dibuat bingung karena ada pedang yang mampu menyerap energi sebesar itu dan bocah yang membuka gerbang hanya dengan menyerap energi tanpa konsentrasi
TIBA-TIBA
__ADS_1
"Ayah tolong....."