Gerbang Dunia Lain

Gerbang Dunia Lain
macet


__ADS_3

Yuba hanya tersenyum melihat tingkah Afni yang cemburu setelah yuba menyebut nama Yulia


"Jadi kau cemburu...??" Tanya yuba sambil tersenyum


"Siapa juga yang cemburu, kamu jangan GR" balas Afni dengan nada cuek


"Kalau tidak cemburu, apalagi namanya" yuba kembali meledek Afni


Sebuah pukulan mengarah pada kepala yuba membuat yuba harus menahan sakit di kepalanya


"Apa kau tidak bisa romantis sedikit....???" Kata yuba Sambil membelai kepalanya


"Bagaimana aku bisa punya anak jika kau selalu menganiaya ku seperti itu" perkataan terakhir yuba membuat Afni tersenyum karena impian Afni saat ini secepatnya menikah dengan yuba


Tiba-tiba kembali lagi sebuah ketukan pintu memecah keheningan diantara keduanya, membuat yuba dan Afni sedikit kaget

__ADS_1


Sosok yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga bersama dokter yang merawat yuba salama di rumah sakit


"Ayah kenapa baru datang...???" Tanya Afni sambil memeluk ayahnya karena sudah tiga hari tak bertemu


"Ayah masih banyak urusan jadi baru bisa menjemput kalian" balas ayahnya dengan tenang


"Apa aku sudah bisa pulang sekarang paman...??? Yuba bertanya pada dokter yang berada di samping guru Sanusi


"Kamu sudah bisa pulang hari ini, ada obat yang nanti aku berikan aku harap kamu meminumnya dengan rutin, biar cepat kembali pulih, ngomong-ngomong bukankah kemaren perban nya sudah bisa dilepas, aku menyuruh suster untuk melepas perban di tanganmu.....???" kata dokter itu dan sebuah pertanyaan dokter itu hanya dibalas dengan senyuman oleh yuba dan sedikit kata "mungkin susternya lupa" sambil sedikit tersenyum


Dalam perjalanan pulang Afni mencubit tangan yuba dengan sekuat tenaga tapi yuba hanya tersenyum saja karena sebenarnya kedua tangannya sudah sembuh dan hanya tinggal menunggu waktu untuk bisa digerakkan dengan normal


Tetapi yuba memilih tetap memakai perban agar Afni selalu menguapi setiap kali yuba makan, membuat Afni sangat kesal dengan kelakuan yuba yang sudah membuat nya merasa was-was jika terjadi sesuatu dengan kedua tangan yuba


..............

__ADS_1


Hari pelantikan ketua guru Raji, semua tamu undangan sudah sebagian datang lebih awal untuk bisa menikmati lebih dulu


Jam yang diberikan bebas hanya saja waktu acara utama dimulai pukul enam malam, itupun kalau tidak ada tamu khusus yang molor karena alasan macet ataupun susah mencari parkir


Seperti halnya yuba yang saat ini sedang sibuk dengan pakaian yang ada di lemarinya, karena semua pakaian yang dia miliki kini tak ada satupun yang muat dipakai dengan postur tubuhnya yang sekarang


"Apa saja yang kau lakukan dari tadi...???" Pertanyaan dengan aura membunuh yang terasa kuat terdengar dari arah pintu yang baru saja terbuka


Yuba melirik ke arah suara yang terdengar seperti petir yang menyambar di siang hari karena dirinya kini tak memakai sehelai pun pakaian di tubuhnya


Seorang gadis dengan tatapan tajam mengarah padanya seakan ingin membunuhnya dengan sekuat tenaga


"Anu...anu..." Sebuah jawaban yang tak di inginkan gadis itu membuat dirinya semakin emosi


"Apanya yang Anu......???" Gadis itu kembali bertanya dengan nada semakin keras

__ADS_1


"Kenapa kau main masuk saja, kau tak melihat aku masih belum memakai pakaian!!!" Jawab yuba sambil menutup diantara kedua ************ nya


__ADS_2