
................
Malam telah tiba bulan di dunia nyata sudah mulai nampak, membuat suasana malam ini menjadi lebih indah di temani bintang yang menghiasi langit malam ini
Arda , Indri Yulia dan Eowyn sibuk menyiapkan acara pernikahan Afni dan Yuba yang akan dilakukan besok, membuat ke empat orang itu terlihat bekerja sedikit lebih keras mendekor setiap sudut rumah guru Sanusi
Sedangkan Afni dan Yuba tidak diperbolehkan membantu apapun, karena energi mereka harus mereka gunakan besok di acara pernikahan mereka serta persiapan untuk malam pertama
Afni terlihat bosan hanya melihat teman dan saudara dari keluarganya mempersiapkan semua keperluan pernikahannya
Sedangkan Yuba terlihat hanya tidur tanpa perduli dengan apa yang orang lakukan di rumah ini
..............
Acara pernikahan Afni dan Yuba tampak meriah dengan banyaknya tamu undangan yang datang membuat suasana terlihat ramai dipenuhi para tamu
Terlihat pula ibu dan ayah yuba yang sengaja khusus datang dari istana neraka untuk menghadiri acara pernikahan putranya, dengan putri dari sahabat lamanya guru Sanusi
__ADS_1
"Selamat datang di gubuk ku yang jelek ini" guru Sanusi berkata pada pak Mustofa dan ibu Heni sebagai orang tua yuba
"Jangan seperti itu" balas pak Mustofa dengan tersenyum
Terlihat ketua guru dirman, ketua guru say, ketua guru panca dan ketua guru Raji sebagai tamu undangan khusus dalam acara ini
Semua berjalan Lancar tanpa ada halangan sedikitpun, semua sesuai rencana, Yulia dan indri serta Eowyn tampak menikmati jalannya acara
Berbeda dengan Arda yang sedikit tegang, semua tak tau apa yang menjadi ganjalan dalam hatinya, antara cinta dan cita-cita
"Ini lebih menegangkan dari pada harus melawan seribu iblis" Arda merasa kondisinya saat ini sangatlah buruk, keringat mulai menetes dari dahinya yang tampak basah
Tiba-tiba sentuhan lembut tangan gadis mengusap kening Arda, dia yang merasa kaget dengan sikap gadis itu perlahan menahan tangan gadis itu
Arda berdiri dan melihat siapa yang mengusap keningnya itu, sebuah senyum manis dilihatnya di wajah gadis yang menjadi bintang dihatinya saat ini
"Kak Arda ada apa, apa kakak kurang enak badan...???" Kembali kata itu terdengar di telinga Arda seperti saat itu, tapi saat ini Arda memang sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya seperti ini
__ADS_1
"Aku.....aku" belum selesai Arda berkata Indri sudah memotong perkataan Arda "aku apa kak" membuat Arda sedikit kaget dan menatap ke arah indri
"Aku diminta guru Sanusi untuk menjadi penerus nya dalam padepokan miliknya" Arda berkata sembari menghela nafas lega karena bisa membagi isi pikirannya pada indri
"Bukankah itu impian kakak, Yulia pernah bilang jika kakaknya memiliki mimpi untuk menjadi ketua dalam sebuah padepokan yang besar" tanggapan Indri membuat mata Arda terbuka lebar
Seketika Arda kembali tertunduk "sekarang aku lebih memilih untuk bisa bersama denganmu, andaikan kau tahu perasaanku" gumam Arda dalam hatinya
"Kak , kenapa kakak diam...???" Kembali Indri bertanya melihat Arda kembali diam
"Tidak apa-apa, apa yang kau katakan memang benar" balas Arda dengan memasang senyum terpaksa pada Indri
"Ayo aku antar kakak mendekat ke arah panggung, biar jika nanti kakak di panggil, kakak bisa langsung naik" Indri menarik tangan Arda menuju panggung acara
"Tiba saatnya acara yang kita tunggu-tunggu, yaitu pengumuman ketua guru yang baru dalam padepokan sutra putih" sesaat Arda mendekat ke arah panggung terdengar suara MC dalam acara tersebut di ikuti tepuk tangan yang meriah dari semua undangan
NOTE; padepokan sutra putih di pimpin oleh guru Sanusi, padepokan cahaya langit di pimpin oleh guru dirman, padepokan Guntur sejagat di pimpin oleh guru Raji, padepokan sambung nyawa di pimpin oleh guru panca dan padepokan tanah Nusantara di pimpin oleh guru say, maaf baru menyertakan nama-nama padepokan di akhir chapter
__ADS_1