
"**Sebenarnya ayah siapa,,,???"
"Mengapa paman guru Sanusi berharap ayah bisa membantu nya,,,??"
"Tolong jelaskan ayah" yuba mengakhiri pertanyaan nya
"Terlalu panjang bila harus ayah jelaskan sekarang, nanti setelah semuanya selesai ayah akan mengatakan semua padamu" jawabnya
"Tapi apa ayah tau tentang darah iblis yang ada dalam diriku ini,,,???" Yuba yang belum puas dengan jawaban ayahnya mencoba bertanya kembali
"Satu hal yang harus kamu tahu darah iblis itu adalah warisan takdir dirimu juga takdirku"
Mendengar jawaban ayahnya yuba mencoba memahami ternyata ayahnya juga memiliki darah iblis sama seperti dirinya
"Baiklah ayah aku akan menagih janji ayah setelah semua selesai, ayah harus memberi tahu semuanya"
"Ayah berjanji padamu anak ku"
Tiba tiba ibu nya mengajak yuba pergi ke sebuah kamar yang ada di belakang rumah , kamar itu terlihat rapi tapi dari dulu tak ada yang menempati hanya dibersihkan setiap saat
__ADS_1
Yuba bertanya pada ibunya mengapa dia mengajaknya ke sini
Ibunya pun diam dan terus mencari sesuatu di balik almari
Yuba semakin tak percaya bahwa banyak rahasia yang tersimpan di rumah nya sendiri
Setelah lama mencari tiba tiba almari itu berbalik dan membentuk sebuah tempat penyimpanan benda
Setelah di buka berbagai macam senjata ada di dalam nya, namun hanya satu senjata yang membuat ia takjub
Senjata yang mampu mengeluarkan cahaya terang seperti pedang mainan anak kecil yang sering di jumpai di kios kios mainan
Berkonsentrasi lah pedang ini bisa menyatu dengan tubuh mu dan akan keluar bila kau membutuhkan nya
Yuba hanya mengangguk karena terlalu banyak mistri yang dia lihat hari ini
mulai guru Sanusi yang tampak akrab dengan keluarga nya tentang ayahnya yang seakan menyembunyikan sesuatu darinya dan ibu nya yang tiba-tiba memiliki sebuah pedang dari leluhurnya
karena selama ini yuba tak pernah bertemu dengan saudaranya baik itu dari keluarga ayahnya atau pun dari keluarga ibunya
__ADS_1
tiba tiba ibu nya berkata bahwa pedang itu adalah warisan dari leluhur nya, semua nya membuat yuba pusing dan tak bisa bisa berfikir lagi tentang apa yang sebenarnya terjadi di keluarganya
Sekarang istirahat lah besok kita akan pergi bersama sama
Setelah matahari terbit dan ayam jantan sudah mulai berkokok yuba sudah siap dengan tubuh dan jiwa nya
Tak berselang lama sebuah mini bus berhenti di depan rumah yuba
Satu per satu mereka turun dari dalam kendaraan mereka adalah Arda wakil ketua padepokan dibawah pimpinan guru Sanusi dan juga Yulia adik dari Arda
Ketua guru Panca dan seorang gadis bernama Indri seorang ahli medis dan juga murid langsung dari ketua guru panca
Iwabe dan Edmund masing-masing adalah murid dari perguruan yang di bawahi oleh Raji
Dan yang terakhir ketua guru Sanusi dan beberapa peralatan tempur yang siap untuk dia bawa
Yuba sendiri yang notabenya adalah murid baru di bawah pimpinan guru Sanusi dianggap sebelah mata oleh para murid senior tapi yuba tak mau kalah dalam hal pertarungan
Setelah semua berkumpul ayah yuba berpesan agar jangan sampai terpisah karena itu sangat berbahaya
__ADS_1
Tak menunggu lama ayah yuba mulai merapal mantra tiba tiba munculah lingkaran dimensi**