
Di tempat lain tak jauh dari pertarungan antara raja iblis maupun Lucifer dan pangeran WAYNE
Sesosok ular muncul di sebuah lorong panjang yang sudah tak beraturan bentuknya, ular itu terus bergerak ke setiap ruangan demi ruangan di sepanjang lorong
Menyelinap masuk dari pintu ke pintu ruangan tersebut, seakan mencari sesuatu yang dia inginkan, dan tiba-tiba ular itu berhenti di suatu ruangan yang di pintu masuknya tertulis dengan bahasa ras iblis
Sosok ular itu berubah wujud menjadi seekor manusia berjenis kelamin laki-laki , dia masuk ke dalam ruangan tersebut dan melihat satu demi satu susunan buku dan beberapa sampel dari dari hasil penelitian yang dilakukan oleh pemilik ruangan tersebut
Tapi matanya semakin bersinar karena melihat sebuah buku tebal, dengan sampel hasil uji tes dari semua isi yang ada dalam buku tersebut
Sosok lelaki tersebut kembali menjadi seekor ular dan perlahan mulai meninggalkan ruangan tersebut dan kembali ke titik awal dia muncul
Raja iblis masih tak bergerak menyerang, dia hanya terdiam memahami keadaan yang ada, dan sesekali melihat ke arah Lucifer dan pangeran WAYNE yang sedang mengadu kekuatan
Tak berselang lama, tubuh putri Eowyn mengejang hebat efek dari serangan pemaafan surga, saat dirinya bertarung dengan yuba sepertinya mulai terasa ditubuhnya
__ADS_1
Karena memiliki darah malaikat yang mengalir di tubuhnya, menjadikan efek dari serangan pemaafan surga yang masuk ke tubuhnya menjadi lambat tapi semakin lama dibiarkan akibatnya akan semakin fatal
Putri TSAFRINA yang melihat keadaan putrinya dengan sekejap mata menghilang dari hadapan raja iblis, raja iblis yang melihat kejadian itupun hanya terdiam dan seakan membiarkan
"Bertahanlah" putri TSAFRINA memeluk erat anaknya Eowyn, dan mencoba mengalirkan sebuah energi berwana putih ke seluruh tubuh Eowyn
Tak bisa di sangkal apa yang terlihat di wajah putri TSAFRINA adalah raut wajah kecemasan, akan rasa khawatir terhadap putrinya
Yuba yang melihat tak tau menahu dengan apa yang terjadi, hanya yang dia pikirkan kenapa sosok ibu nya begitu peduli dengan gadis yang menjadi lawannya
Termasuk juga yuba yang mendengarnya, langsung mengarahkan wajahnya menatap tajam pada gurunya, seakan menanyakan kebenaran tentang perkataan gurunya
Guru Sanusi hanya mengangguk, sambil menatap yuba yang masih bingung dengan semua kejadin yang dia alami
Yuba bangkit seakan mendapatkan sebuah kekuatan baru dalam tubuhnya padahal sebelumnya untuk berdiri saja yuba masih memerlukan bantuan dari Afni, kini yuba berlari ke arah ibu dan kakak nya
__ADS_1
Setelah sampai di tempat ibu dan kakaknya, yuba berdiri jongkok di depan ibu nya yang berjuang menyembuhkan kakak nya
"Kenapa ibu tak mengatakan dari awal....???" Yuba mulai menanyakan penjelasan dari ibunya
Ibu nya menatap mata yuba dan berkata "akan ibu jelaskan setelah kakakmu membaik" sebelum akhirnya kembali melanjutkan menyalurkan energi ke dalam tubuh kakaknya
Setelah beberapa lama sepertinya usaha dari ibunya tak membuahkan hasil, bahkan Eowyn semakin keras mengejang
"Apa yang bisa aku lakukan untuk membantunya....????" Yuba berkata pada ibunya yang semakin terlihat cemas
"Apa kau yakin mau membantunya setelah apa yang dia lakukan pada semua teman-teman mu" balas ibu nya pada yuba
Sekilas ingatan yuba kembali saat dimana gadis yang kini menjadi kakaknya, dulu yang membawa Afni ke dalam istana neraka, dan membuat yuba dan semua rombongan harus menantang maut di tempat ini
Setelah yuba kembali dalam lamunannya, dia menoleh ke arah rombongannya, dimana disana ada guru Sanusi yang hampir dua kali kehilangan nyawanya, dan Arda yang masih tergelatak lemas berkat luka saat dia melawan Lucifer, dan Afni yang harus menahan rasa sakit selama di dalam penjara, membuat yuba memejamkan mata untuk menentukan jawaban atas pertanyaan ibunya
__ADS_1
"Lupakan semuanya, dan dia tetaplah kakak ku" jawaban yuba membuat ibunya tersenyum dan membelai pipi yuba