Gerbang Dunia Lain

Gerbang Dunia Lain
artis


__ADS_3

Di dalam ruangan


"Apa yang sebenarnya terjadi,,,??"


"Tak ada yang perlu di khawatirkan ayah, aku hanya kehabisan energi saja waktu melawan seorang iblis beberapa hari lalu" sahut afni dengan duduk karena ayah nya datang


"Harusnya tak perlu memaksakan kalau tak terjadi hal yang terlalu penting" sahut sanusi dengan wajah yang khawatir


"Aku hanya perlu sedikit istirahat ayah, mungkin besok pagi tubuh ku sudah berangsur membaik" sahut afni agar ayah nya tak khawatir


"Baiklah kalau begitu istirahat lah"


..............


Ke esokan harinya pagi pagi buta bel pintu bernyunyi , yuba yang lagi duduk di ruang tamu bergegas membuka pintu sambil berguman " masih pagi pagi begini apa tak ada waktu yang lain untuk bertamu "


"Oh.... Sepertinya anda salah alamat mas, karena saya tidak memesan ojek online" ejek yuba karena ia tahu, itu adalah arda lelaki yang kemarin bersama afni


"Jaga ucapan mu!!!!! Dan apa yang kau lakukan di sini ,,,????" sahut nya


"Eittsssss..... Kalau bertamu yang sopan ya mas,,," cletuk yuba dengan santai


"Permisi apa kak afni ada,,???"


Tiba tiba suara wanita muncul dari balik punggung arda


"aku yulia teman kak afni dari padepokan"


" oh iya ada, silahkan masuk" cantik juga dan senyum yuba mulai melingkar di wajah nya


"Arda , yulia silahkan duduk aku buatin minum dulu ya" sapa afni sambil pergi ke belakang, yang pastinya buka ke toilet hehehehe


"Kakak siapa, aku belum pernah melihat kakak selama main ke tempat ini...???"

__ADS_1


"Aku yuba murid dari guru sanusi, ngomong ngomong panggilnya yuba saja, kan kita seumuran"


"Baik kak" sahut yulia sambil tersenyum


Setelah sekian lama ngobrol kesana kesini akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang karena mereka harus kembali ke padepokan dan ternyata yulia adalah adik kandung dari arda


"Ternya yulia itu adik nya si arda" ungkap yuba pada afni


"Kenapa emang nya,,,???? " kamu suka


"Emmmm......cantik sih tapi......."


"Tapi apa....????" tanya afni masih penasaran


"Tapi masih cantikan kamu" sahut yuba


"Garing tau gombalan mu" sana mandi sahut afni dengan wajah yang masih memerah karena baru kali ini ada lelaki yang berani menggombalin nya, maklum walau cantik dan idaman semua pria, tapi status nya sebagai anak guru sanusi membuat para lelaki pada minder untuk mendekatinya


................


"Yang mulai ada kabar mengejutkan dari mata mata kita yang kita sebar di dunia nyata" ungkap seorang komandan perang yang duduk di sebelah sang raja dia adalah lucifer


"Ada apa cepat katakan"


"Ada satu mata mata kita yang tidak kembali ke istana dan menurut informasi terakhir dia di serang oleh manusia dengan berkemampuan iblis, tidak tau siapa dia tapi dia bukan lah normalnya manusia karena di tubuhnya tercium hawa iblis yang sangat tinggi" ungkap sang komandan


" Tidak salah lagi itu yang selama ini menjadi tujuan utama kita" sahut sang raja sambil berdiri dari tempat duduknya


"Kirimkan satu kelompok elite untuk menyerang dunia nyata, agar sosok itu muncul dan pancing dia sampai ke istana ku" sang raja menutup perkataannya sambil tersenyum


"Baik yang mulia"


................

__ADS_1


Yuba yang duduk di teras sedang beristirahat karena seharian penuh dia ber meditasi untuk membangkitkan gerbang selanjutnya karena dia kini sudah berada di level gerbang ke 2 semester akhir dan tinggal sedikit lagi bisa membuka gerbang ke 3 semester awal


Afni yang dari tadi mengamati yuba berfikir bahwa yuba bukan manusia biasa karena apa yang dia lihat malam itu belum wujuh asli dari seorang yuba, dengan penuh rasa penasaran, dan tanpa di sadari waktu sudah menuju senja yang membuat langit di penuhi Mega berwana orange tanda sebentar lagi hari akan berganti malam


Malam telah tiba dan sinar rembulan mulai menghiasi langit malam itu, di sertai bintang bintang yang seolah olah di tabur oleh seseorang membuat pemandangan semakin indah di malam itu


"Afni ayo ikut aku" kata yuba sambil menarik tangan Afni


Afni yang baru pertama kali di sentuh oleh lelaki selain ayah nya pun sontak kaget, karena jantung nya berdenyut sedikit lebih kencang dengan perasaan antara senang dan malu karena beberapa kali Afni sering berbuat kasar kepada yuba


"Kau mau ajak aku kemana,,,????" Tanya Afni sambil menatap yuba


"Tenanglah aku tidak akan menyakiti mu, aku hanya ingin mengajak mu jalan jalan keluar sebentar, kau tak keberadaan kan,,,,????" Jawab yuba


Afni yang mulai beberapa hari belakangan sibuk dengan mulai mengembalikan energinya merasa sedikit bosan dan ajakan yuba sepertinya adalah solusi untuknya agar tidak terlalu stres memikirkan tentang cara cepat bagaimana mengembalikan energinya kembali


Afni mengangguk tanda berarti dia setuju dan tanpa mereka sadari yuba masih memegang tangan Afni, sampai sampai semua orang di luaran sana melihat ke arah yuba dengan pandangan kosong


"Apa yang mereka lihat, emang nya aku ini artis yang jadi bahan tontonan" ungkap yuba sambil tak memperdulikan pandangan orang lain sambil terus berjalan


"Mungkin karena kau memegang tangan ku jadi mereka mengira bahwa kita ........""" Sahut Afni


" Maaf ya aku dari tadi tak sadar kalau aku masih menggenggam tangan mu, karena kau sering menendang ku jadi tadi aku menarik tangan mu supaya kalau kau ingin menendang ku aku bisa menggoyahkan posisi mu dengan menarik tanganmu agar tendangan mu meleset" jawab yuba sambil tersenyum dan melepaskan tangan Afni


"Apa aku menggenggam nya terlalu keras ya...???" tanya yuba


"Tidak apa apa kok" sahut Afni


"Apa jangan jangan kau suka tangan mu aku genggam...??" yuba bertanya sambil memandang mata Afni


"Kau ini selalu menggoda ku" au ah gelap..... Jawab Santi


Akhirnya Mereka berdua pun menikmati malam dengan menghabiskan waktu dengan menjelajahi setiap sudut kota , Afni yang baru kali ini menikmati kebersamaan tanpa rasa canggung pun bahagia dengan apa yang di rasakan sekarang karena walau pun Afni sering keluar bersama Arda tapi Afni masih merasa canggung karena Arda memperlakukan Afni seperti seorang putri , berbeda dengan yuba yang memperlakukan Afni seperti teman biasa tanpa rasa menghormati ataupun rasa menghargai tapi tetap dalam sikap yang sopan .

__ADS_1


__ADS_2