Gerbang Dunia Lain

Gerbang Dunia Lain
bukti


__ADS_3

Guru Sanusi tak melanjutkan pertanyaannya kembali, karena dokter itu atau ketua guru panca itu menjelaskan asal muasal buku tersebut dan coba mempercayainya


"Mungkin dua atau tiga hari lagi yuba sudah biasa pulang, aku permisi dulu" kembali dokter itu berkata dan lalu pergi dari ruangan tersebut


"Baiklah kalau bagitu, kami akan datang lagi dua atau tiga hari lagi untuk menjemput mu" guru Sanusi berkata setelah mendengar dari penjelasan dokter yang merawat yuba


Guru Sanusi pamit setelah obrolan diantara mereka selesai dan Afni masih tetap saja cuek karena selama berada di ruangan, yuba hanya berbicara dengan ayahnya tanpa sedikitpun menyinggung tentang Afni


"Kamu kenapa, apa kamu sakit...???" Guru Sanusi bertanya pada Afni karena wajah Afni sedikit diteliti saat berada di ruangan yuba dan Samapi saat ini masih juga sama


"Tidak ada apa-apa ayah" jawab Afni dengan nada datar


"Apa kamu tidak ada pikiran menginap di sini untuk menemaninya.....???" Kembali guru Sanusi bertanya pada putrinya


"Menemani lelaki sombong itu, aku tidak mau ayah lebih baik aku tidur dirumah saja" jawaban Afni membuat ayahnya tersenyum karena sikap ke kanak-kanak an nya kembali muncul


"Kalau begitu aku menyuruh Yulia saja untuk menemaninya, karena yuba pastinya akan kesulitan untuk makan dengan kedua tangannya yang masih di perban" perkataan guru sanusi membuat Afni sedikit terkejut dan berfikir jika nantinya Yulia yang menemani yuba, takutnya yuba akan mencari kesempatan untuk menggoda Yulia

__ADS_1


"Jangan ayah" tiba-tiba Afni berkata dan membuat guru Sanusi terkejut karena Afni yang sebelumnya menolak untuk membantu keperluan yuba selama di rumah sakit, tapi setelah mendengar usulan tentang Yulia dia bersikap sedikit aneh


"Biarkan aku saja ayah karena Yulia kan sekarang lagi mengurus kakak nya yang sedang terluka juga" kembali Afni berkata dengan sedikit malu-malu


Guru Sanusi mengerti tentang apa yang dirasakan putrinya, membuatnya tersenyum kecil melihat putrinya yang kembali bertingkah aneh


Siang telah berganti malam dan guru Sanusi menikmati secangkir kopi sambil masih melihat semua arsip yang masuk dalam email miliknya


"Ini sangat membosankan, jika harus terus menerus seperti ini kapan aku bisa menikmati sisa umur ku" guman Guru Sanusi


Saat membuka pintu sosok lelaki dengan usia setengahnya abad lebih tersenyum kepadanya dan berkata "boleh aku masuk" lelaki itu masuk begitu saja sebelum guru Sanusi menjawab pertanyaannya


"Kau ini selalu datang seenaknya" jawab guru Sanusi dengan berjalan menuju meja ruang tamu


"Kau sendiri yang sudah kembali tapi tidak memberitahu ku" balas lelaki itu kemudian menyenderkan kepalanya ke punggung sofa


"Aku berniat menghungi mu besok pagi karena aku ingin memulihkan tenagaku terlebih dahulu" balas guru Sanusi dengan menatap ke arah tamunya

__ADS_1


"Tiga hari yang lalu Raji membuat pernyataan bahwa dia menggantikan posisimu sebagai ketua dari perkumpulan organisasi kita" lelaki itu mencoba menceritakan kejadian tiga hari yang lalu


"Apa semua setuju...???" Balas guru Sanusi


"Karena kau berpesan jika dua Minggu kau tak kembali ke dunia ini, maka semuanya setuju kecuali aku" balas nya kembali


"Apa yang membuat mu tidak mengakuinya...???" Kembali guru Sanusi mempertanyakan alasan dari lelaki itu


"Karena aku yakin kau pasti akan kembali dan yang kedua, sebelum kejadian itu ada sekelompok orang menyerang masuk ke dalam padepokan ku, aku rasa itu adalah orang-orang yang di suruh Raji untuk menghabisi ku" lelaki itu lagi-lagi menjelaskan semua tentang apa yang dia alami


"Lalu apa kau punya bukti, bahwa dia pelakunya...???" Guru Sanusi terus bertanya pada lelaki tersebut


"Aku tidak punya bukti apapun, tapi aku yakin dengan hatiku bahwa dia dalang dibalik itu semua" lagi-lagi lelaki itu menjawab untuk meyakinkan guru Sanusi


"Lalu apa tindakan mu....???" Mendengar pertanyaan guru Sanusi kembali, lelaki itu sejenak terdiam dan termenung sebelum akhirnya sebuah jawaban keluar dari bibirnya dengan suara lirih


"Aku bertarung dengannya, dan aku kalah, jadi itu alasanku mengakuinya sekarang" jawaban lelaki itu menutup pembicaraan mereka berdua

__ADS_1


__ADS_2