
Tanpa menunggu apapun kedua iblis penjaga itu mulai menyerang sosok dengan jubah merah yang berdiri satu langkah di depan sosok berjubah putih
Tak ada serangan yang berarti dari kedua penjaga tersebut hanya seperti gajah yang bermain dengan belalainya
"Kalian hanya membuang-buang waktu!!!!" Sosok berjubah merah atau pangeran WAYNE mengeluarkan pedang besar dan menebas kedua penjaga itu menjadi empat bagian
Afni masih termenung di dalam pojokan ruang penjara istana neraka, sebelum akhirnya dia merasakan sebuah energi kuat mengarah padanya
Dua orang berjubah tiba tiba muncul di hadapan Afni dengan tatapan tajam dibalik tudung yang menutupi kepala dan wajah mereka
"Sepertinya ini tujuan kita...??" Sosok berjubah putih mulai berkata pada seorang di sampingnya
"Sepertinya begitu" jawaban singkat seakan meyakinkan pertanyaan dari sosok disebelahnya
Sosok berjubah merah maju satu langkah untuk membuka pintu penjara tersebut, meski pintu itu terikat oleh rantai besar tapi itu seolah tak menjadi masalah karena dengan satu tebasan saja pintu penjara tersebut hancur tak tersisa
__ADS_1
"Siapa kalian....???" Afni bertanya pada kedua sosok yang tak tau siapa dan darimana mereka berasal
"Kami berdua datang menjemput mu" sosok berjubah putih itu menjawab dengan lembut pertanyaan Afni
"Menjemput ku..???" Gumam Afni dalam batinnya
Melihat Afni yang terdiam cukup lama sosok berjubah merah langsung berkata "kami teman ayahmu guru Sanusi" perkataan itu spontan membuat mata Afni terbuka lebar
"Benarkah...???" Afni menjawab dengan raut wajah yang sedikit bahagia karena hal yang selama ini dia harapkan bisa segera terwujud
Perlahan Afni berdiri dan dengan sedikit ragu Afni menerima uluran tangan sosok berjubah putih itu
Di tempat yuba berada Lucifer telah melumpuhkan Arda dan ketua guru panca, kini hanya tinggal guru Sanusi , Indri ,Yulia dan Yuba yang masih berdiri
"Yulia , Indri kalian mundur ke tempat yang aman" perkataan guru Sanusi membuat mereka berdua menjauh dari area pertempuran
__ADS_1
"Aku akan menghabisi kalian semua, jadi percuma saja kau melindungi mereka" perkataan Lucifer memang terlihat itu akan terjadi, tetapi guru Sanusi bukan orang yang mudah menyerah, apalagi mereka disini untuk membantu mencari Afni
"Bersiaplah" sosok Lucifer mulai menyerang ke arah guru Sanusi dengan dua pedang putih berlapis cahaya
Guru Sanusi menyiapkan elemen angin berbentuk pedang di lengan kanannya
Keduanya saling beradu pedang jarak pendek dengan waktu yang cukup lama
Ketangguhan tubuh manusia memang memiliki batas kemampuan membuat guru Sanusi mulai terengah-engah nafasnya, meladeni permainan pedang milik Lucifer
"Manusia bertahan sampai sejauh ini itu luar biasa" Lucifer memuji guru Sanusi dengan nada yang mengejek
"Kalau terus seperti ini aku akan mati kehabisan energi, satu satunya cara adalah melepaskan kembali segel raja naga dalam diriku meski aku harus terbunuh, maafkan ayah , maafkan ayah" guru Sanusi memikirkan hal yang harus di lakukan untuk mengalahkan lawannya walaupun nyawa taruhannya, karena tak ada jalan lain
Seperti biasa darah menjadi simbol pemanggilan makhluk lain di dunia ini, pedang guru Sanusi disayat kan pada ibu jari nya sendiri, setelah darah keluar tangannya di letakan di bagian perut dan cahaya terang keluar dari dalam tubuh guru Sanusi
__ADS_1
Mata biasa tak bisa melihat apa yang terjadi di dalam cahaya tersebut, yuba yang menggunakan mata iblis untuk melihat sosok guru Sanusi berubah menjadi naga kembali dan Yuba tau itu sangat beresiko baginya