
"Paman apa kita tidak salah menuju ke arah sini"
"Tidak ini memang jalan menuju kesana" jawabnya tanpa menoleh ke arah yuba
Teka teki yang di pikirkan yuba terjawab karena mobil guru Sanusi berhenti di depan halaman rumah yuba
"Apa yang kita lakukan di sini, ini kan rumahku paman??"
"Ternyata kau masih ingat rumahmu juga" jawabnya sambil tersenyum dan mengetok pintu rumah yuba
Tak lama berselang pintu rumah pun terbuka dan yuba segera mencium tangan ibunya dan mempersilahkan guru Sanusi masuk ke dalam
"Silahkan masuk anda sudah di tunggu di ruang tengah oleh bapak" ungkap wanita itu
Yuba kebingungan dengan keakraban mereka karena selama ini paman Sanusi juga tak pernah datang ke sini tapi saat mereka semua bertemu seolah ada hubungan kuat diantara mereka
"Salam pak Mustofa, bagaimana keadaan anda karena sudah lama kita tak berjumpa,,,??" Tanya guru Sanusi
__ADS_1
"Berkat bantuan anda aku jadi lebih baik pak Sanusi" jawab pak Mustofa sambil mempersilahkan duduk
"Pak Mustofa pasti sudah tau apa tujuan ku saat ini,,,???"
"Aku sudah menunggu saat saat seperti ini pasti akan datang, dan mungkin ini memang sudah waktunya" pak Mustofa berkata sambil menatap ke arah pak Sanusi
"Jadi apa ada cara agar kita bisa ke sana,,???" Guru Sanusi mulai membicarakan maksudnya
Yuba yang masih berdiri kebingungan dengan perkataan mereka karena yang dia tau ayah nya tak mempunyai kemampuan apa apa
"Hanya orang yang pernah ke sana yang tau dimana letak gerbang itu berada" jawabnya
"Aku sudah mempersiapkan semua kita bisa berangkat kapan saja" tapi jawaban itu membuat air mata wanita tua dan pak Mustofa menetes
"apa Bisa sedikit anda ceritakan tentang keadaan dimana???" Guru Sanusi berharap bisa mendapatkan informasi tentang musuh yang akan dihadapi nya nanti
"Seseorang yang berniat ke sana harus memiliki mental dan kekuatan yang tinggi, karena saat kita terbunuh di sana secara otomatis kita akan menjadi salah satu dari penghuni neraka, kita tak akan pernah bisa masuk ke surga" jawabnya
__ADS_1
"Kalau begitu besok aku akan kembali dan membawa semua keperluan selama di sana" ungkap guru Sanusi sambil pamit dan pergi meninggalkan rumah yuba
Di tempat lain Arda meminta Yulia untuk tetap tinggal di padepokan tapi Yulia ingin tetap pergi, dia ingin menyelamatkan kak afni
Di dalam penjara Afni merasakan aura iblis yang sangat kuat dia hanya bisa pasrah menunggu seseorang untuk menyelamatkan nya atau bahkan menunggu maut yang datang lebih dulu menghantui nya
Di dalam istana dua sosok besar berdiri di samping pintu, mereka adalah penjaga pintu masuk memiliki kekuatan tingkat dua level enam
"Setiap hari kita di sini menjaga gerbang ini bertahun tahun tapi tak ada satu orang pun yang masuk" tanya seorang prajurit itu
"Sepertinya kita perlu sedikit hiburan" jawabnya
"Hiburan seperti apa yang kau inginkan" sahut temannya
"Sudah lama kita tak berperang seperti masa lalu saat pangeran masih ada di istana ini, kurang lebih mungkin seperti itu" katanya kembali
Di dunia nyata yuba yang merasa ada yang janggal dengan ayahnya pun bertanya tentang apa yang dibicarakan nya dengan guru Sanusi
__ADS_1
"Sebenarnya ayah siapa,,,???"